SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 37 - PENASARAN


__ADS_3

Ayna terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 2 malam. Ia lalu menatap suaminya yang terlelap.


Ayna membenarkan selimut Alex dan menkecup kening pria itu sejenak. Ia lalu bangkit menuju dapur.


Wanita itu menenggak air dalam lemari es. Ia sangat haus. Setelah minum, Ayna kembali lagi ke kamar.


Ayna menyandar di tempat tidur sambil bermain hp. Ia tak bisa tidur kembali.


Ting


Ting


Ting


Suara pesan masuk berkali-kali berbunyi di ponsel Alex. Rasa penasaran menghinggapi Ayna. Siapa yang mengirim pesan pada suaminya di tengah malam? atau mungkin itu pesan penting?


Tak mau banyak berpikir, Ayna segera meraih ponsel Alex. Saat akan ditekan ponsel itu pun meminta pin.


Ayna berpikir sejenak. 'Apa tanggal ulang tahunku?'


Wajah yang dari tadi senyum-senyum sendiri ditengah malam, jadi berubah kecut. Pinnya ternyata salah, bukan tanggal ulang tahunnya.


Ayna kini mencoba lagi dengan tanggal lahir Alex, dan sama tetap salah juga.


'Apa tanggal pernikahan kami, ya?'


Ayna menekan pin perlahan sambil menghembuskan nafas.


"Yes." Sorak Ayna yang segera menutup mulutnya.


"Kenapa Ay?" Tanya Alex yang tersentak karena sorakan itu.


"Nggak apa, Mas. Tidur lagi ya tidur lagi, Mas Alexku sayang." Ayna mengelus-elus kepala Alex. Tak lama pria itu kembali ke alamnya. Melanjutkan mimpi yang mungkin sempat terputus.


Ayna menjauhkan tangannya dari kepala Alex, ia kembali meraih ponsel itu.


Tatapan mata Ayna tidak senang saat melihat pengirim pesan. Mona mengirim pesan pada suaminya ditengah malam. Mau apa dia?


Dengan menarik nafas panjang dan dalam. Ayna membuka pesan tersebut.


Mona : Alex


Mona : Alex, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu


Mona : Alex, tolong berikan aku satu kesempatan. Aku ingin memperbaiki hubungan kita.


'Apa ini?' Ayna merasa kesal membaca pesan-pesan tersebut. Mona meminta satu kesempatan pada suaminya. Sama seperti Arga yang juga begitu padanya.


Apa yang mereka pikirkan?


Meminta kesempatan pada orang yang sudah menikah?


Ayna tak mengerti pada apa yang dipikirkan Mona ataupun Arga.


Ayna kembali menatap Alex. Ia dan suaminya itu sama-sama punya masa lalu, lalu tersakiti dengan masa lalu itu. Saat sudah melupakan masa lalu, kenapa masa lalu itu yang menjadi pengganggu pernikahan mereka sekarang?

__ADS_1


###


"Mas Alex, bangun." Ayna membangunkan Alex dengan mencubiti pipi suaminya.


Bukannya bangun, Alex menarik Ayna padanya dan mendekapnya erat.


"Mas, bangun dong. Aku sudah buat sarapan, nanti keburu dingin." Ayna akan melepaskan dekapan Alex. Tapi malah makin erat tangan Alex mendekapnya.


"Sayang, kapan M kamu selesai? piton ini rindu masuk goamu." Ucap Alex tanpa membuka matanya.


"Mas Alex, bangun!" Ayna pun mencubiti perut Alex. Kesal pastinya, suami ini pagi-pagi sudah berpikiran seperti itu. Bahkan dengan mata yang masih terpejam.


Tak beberapa lama, Ayna mengantar Alex sampai depan pintu. Suaminya sudah siap berangkat ke kantor.


"Aku pergi dulu, sayang." Pamit pria tampan itu.


"Hati-hati di jalan, Mas." Ayna mencium punggung tangan Alex.


Pria itu lalu menkecup kening dan kedua pipi sang istri. Mencurahkan rasa sayangnya.


Melihat bibir Ayna, Alex pun menciumnya sejenak. Dengan tangan merayap ke salah satu dada Ayna.


Tubuh Ayna meremang, merasakan setiap sentuhan-sentuhan yang membuat wajahnya kembali merona.


"Sayang, aku itu orangnya bertanggung jawab dan sangat adil, lho." Ucap Alex setelah melepas pagutan dan tangannya.


Ayna menatap Alex, ia bingung dengan apa yang pria itu katakan.


Alex menarik pinggang Ayna mendekat, membuat istrinya kaget.


"Dasar ganjen!!"


###


Alex berjalan dengan semangat dan senyum bahagia menuju mobil yang terparkir. Bagaimana tidak bersemangat, ia sudah diberi asupan dari sumber terpercaya. Tanpa pengawet ataupun pemanis buatan.


'Itu orangnya, kan?'


Arga mencoba mengingat pria tadi malam yang bersama Ayna. Melihat pria itu masuk mobil, Arga mengangguk yakin. Jika pria itu adalah suami dadakan Ayna.


'Apa pekerjaannya?'


Arga pun mengikuti mobil Alex yang perlahan bergerak keluar apartemen itu. Arga sangat penasaran dengan pria itu, hingga Ayna enggan kembali padanya.


'Apa dia bekerja di sini?' Batin Arga kesal melihat saingan cintanya. Ia dulu pernah melamar di perusahaan ini, tapi tidak diterima lantaran tidak lolos di tahap seleksi. Diterima diperusahaan ini sangat sulit.


Melihat Alex turun dari mobil, Arga pun ikut turun. Ia pun mengendap-endap mengikuti Alex masuk ke lobi perkantoran itu.


Mata Arga terbelalak melihat Alex yang tak menggunakan lift karyawan. Alex menggunakan lift khusus eksekutif di perusahaan itu. Yang menandakan pria itu punya jabatan yang tinggi di sini.


'Apa aku salah orang?' Arga yakin salah membuntuti orang. Mana mungkin pria seperti itu bersedia menikah dadakan dengan Ayna.


###


Wajah bahagia Alex mendadak berubah tak senang saat memasuki ruangannya.

__ADS_1


"Alex, kamu sudah sarapan? aku membuatkan sarapan untukmu." Mona menunjukkan tempat makan berisi sarapan untuk Alex.


Mona sudah bertekad akan mencari perhatian pria itu lagi. Ia tak rela jika Alex melupakannya begitu saja demi wanita yang bernama Ayna.


"Jika kamu datang ke perusahaan ini untuk bekerja, maka bekerjalah dengan baik. Tapi jika tidak, segera serahkan surat pengunduran dirimu." Ucap Alex dengan nada datar dan terkesan dingin.


"Alex..." Mona melihat Alex yang sudah duduk di kursi dan fokus pada berkas. Pria itu sedikit pun tidak melihat ke arahnya.


"Alex, aku-"


"Jika kamu tidak segera keluar, aku akan memanggil security."


Mona terdiam sesaat dengan air mata yang mulai menetes. Alex sudah berubah total.


Alex menghela nafas panjang setelah Mona pergi.


Tok


Tok


Tok


"Masuk."


Jo merasa merinding saat masuk di sambut dengan tatapan setajam silet dari pria itu.


"Jo." Ucap Alex tak senang.


"Ya Pak." Jawab Jo segera.


"Jangan biarkan siapapun masuk ke ruanganku kecuali kau. Handle semuanya, jika itu tamu penting segera beritahu padaku." Alex tak mau Mona atau siapapun sembarangan masuk ke ruangannya lagi.


Alex dulu memang memberikan akses bebas pada Mona di kantor ini. Tapi sekarang hal itu sudah tidak berlaku lagi. Mona harus tahu batasannya.


'Ay... aku merindukanmu.' Alex yang melihat foto ia dan ayna di meja, perlahan mulai merindukan istrinya.


Baru beberapa jam berpisah, rasa rindu ini sudah menghampirinya. Alex tersenyum menyadari sikapnya yang mirip seperti anak ABG yang baru jatuh cinta.


Alex menghembus nafas panjang. Ia harus menahan kerinduannya.


"Ok. Mari kita selesaikan ini." Alex merenggangkan tangannya. Ia akan menyelesaikan semua tanggung jawabnya di kantor dan akan pulang tepat waktu.


'Ayna sayangku, tunggu Mas Alexmu ini pulang ya.'


.


.


.


Terima kasih banyak untuk semua dukungannya🤗


Mobil tank bawa kayu, thank you😊


Tuk reader terlope-lope, selalu jaga kesehatan ya dan semangat selalu.

__ADS_1


__ADS_2