SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 85 - ALDO ATAU PENGUNTIT ?


__ADS_3

"Aldo?"


'Aldo? Sialan!!!' Alex mencibir melihat tamu yang datang. Ia segera menyembunyikan tubuh Ayna di belakangnya.


"Kenapa kau bisa datang ke sini?" Tanya Alex tak senang. Pria ini benar-benar penguntit profesional.


"Aku tidak punya urusan denganmu. Aku mau bicara dengan Ayna." Arga menatap Alex dengan aura permusuhan. Tahunya Alex itu hanya ikut campur saja.


Sementara Ayna di belakang punggung sang suami, berkali-kali menghembuskan nafas. Tak percaya, Arga melakukan segala cara untuk bisa bertemu dengannya. Termasuk berbohong dengan mengatakan namanya Aldo.


"Tidak ada lagi yang perlu kau dan istriku bicarakan. Pergilah dari sini, sebelum aku menyuruh security untuk menyeretmu." Ancam Alex segera.


"Hei... Apa kau bisa diam?" Arga merasa Alex terlalu banyak bicara. Ia datang untuk bertemu Ayna, kenapa pria penikung itu yang melarangnya.


"Kau..." Alex geram mendengar perkataan Arga, ia melangkah maju ingin menghajar pria itu. Tapi, Ayna malah menahan tubuhnya.


"Ay..." Panggil Arga. "Ayna... Aku ingin bicara sama kamu. Aku ingin meluruskan masalah kita." Arga berharap Ayna akan mendengarkannya.


Alex tersenyum sinis. Sang istri hanya diam saja di belakang punggungnya. Sepertinya Ayna tidak mau bicara pada Arga.


"Apa kau sudah lihat? Istriku tak mau bicara padamu!"


"Ay... Kamu jangan takut padanya. Aku akan membebaskan kamu dari sini." Arga yakin Ayna dikekang oleh suaminya itu. Selama ini wanita itu pasti hidup seperti di penjara.


Alex pun segera memanggil security rumah. Arga harus segera diusir dari rumah ini.


"Aku mau bicara dengan Ayna..." Bentak Arga sambil menepis tangan security yang memeganginya.


"Bawa dia." Pinta Alex.


"Ayna... Aku mohon. Kamu harus mendengarkanku." Arga benar-benar berharap, Ayna bicara dengannya.


Ayna pun memberi isyarat pada Alex, membuat suaminya menatap Ayna tidak suka. Tah untuk apa lagi istrinya itu bicara dengan sang mantan.


Alex duduk di samping Ayna. Walaupun ia marah karena Ayna masih mau bicara dengan Arga. Tapi jika meninggalkan mereka, itu tidak boleh dibiarkan juga.


"Aku mau bicara empat mata denganmu." Ucap Arga menatap lembut Ayna. Mengisyaratkan agar Ayna menyuruh pria pengganggu itu pergi.


Walau ubun-ubun Alex rasanya sudah panas saja, ia masih berusaha tenang. Wajah datarnya melihat Ayna dan Arga bergantian. Ia akan melihat apa yang diinginkan istrinya saat ini pada sang mantan. Apa Ayna juga ingin berbicara empat mata dengan Arga?


Alex ingin melihat dan mendengar semua itu langsung dari mulut Ayna.


"Mas Alex, akan tetap di sini." Ayna ingin Alex berada di sisinya.

__ADS_1


Alex tersenyum samar, sang istri ternyata masih menganggap dirinya.


"Ay, aku mau bicara masalah kita. Tak baik orang luar mendengar."


Orang luar? Alex menghembus nafas kasar. Bisa-bisanya dia dibilang orang luar. Yang orang luar itu Arga kali.


"Mas Alex suamiku. Apapun yang mau kamu katakan, katakan di depannya juga. Dia harus mendengar. Aku tak mau merahasiakan apapun darinya." Ayna berbicara dengan tegas.


Mendengar itu Alex jadi mengulum senyum. Tadinya tanduk sudah muncul di kepala Alex, tapi sekarang tanduk itu sudah bertambah dengan ada pitanya.


Berbeda dengan Arga, pria itu memasang wajah tak senang. Ayna malah membiarkan Alex tetap tinggal.


"Ay, kembalilah padaku." Arga menuturkan maksudnya.


Ayna menghembuskan nafas kasar.


"Ayo, kita perbaiki hubungan kita lagi. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi." Arga berkata dengan nada bergetar. Ia benar-benar menyesal dan sangat berharap dapat kembali pada wanita itu. Tanpa Ayna, ia hanya seperti butiran debu.


"Aku tidak bisa." Jawab Ayna singkat segera menolak. Ia sudah memiliki Alex sekarang.


"Ay, aku janji. Aku memang tak sekaya pria penikung itu, tapi aku pasti akan membahagiakan kamu."


'Pria penikung?' Alex meremas tangannya. Bisanya dia dikatakan pria penikung.


Ayna memegang tangan Alex, melihat wajah Alex sekarang. Suaminya ingin mengkuliti Arga hidup-hidup.


Alex heran mendengar perkataan Arga. Arga bicara cinta? Apa pria itu mengingat cinta saat ia sedang berselingkuh.


"Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku mencintai suamiku. Aku sangat mencintai Mas Alex. Aku sangat mencintai dia. Dan aku tak bisa mencintai pria lain selain dia." Mata Ayna tak berkedip melihat Arga saat mengatakan itu.


"Tapi, Ay... Dia itu nggak cocok denganmu." Arga masih juga tak terima, mantannya mencintai pria lain.


"Aku mencintainya. Aku bilang aku sangat mencintainya. Aku... Mencintai Mas Alex." Ucap Ayna penuh penekanan.


"Ay..." Bukan ini yang mau Arga dengar.


"Jangan ganggu aku lagi. Apapun yang terjadi aku hanya mencintai dia. Aku tak mau berurusan lagi denganmu, tolong pergi dariku. Pergi jauh dari kehidupanku."


Arga menatap mata Ayna. Tatapan mata itu sangat dingin.


"Pergilah. Jangan mengganggu istriku lagi. Kau dengar, Ayna istriku menyuruhmu pergi. Hargai keinginannya." Alex mengerakkan tangannya mengisyaratkan Arga untuk segera pergi.


Arga bangkit dengan masih melihat mata itu. Bagaimanapun ia memelas membujuk Ayna, wanita itu tak akan kembali padanya. Tak ada lagi kesempatan untuknya. Ayna sudah membangun benteng yang tinggi, yang tak mungkin bisa dijangkaunya.

__ADS_1


"Semoga kamu bahagia, Ay." Arga pun bergegas pergi. Hatinya merasakan sakit. Perasaan menyesal yang mendalam. Ayna pasti sangat menderita karena perselingkuhannya, makanya wanita itu bersikap begitu.


"Sayang..." Alex meraih tangan Ayna, melihat istrinya diam saja setelah Arga pergi.


"Mas Alex..."


Lah, Ayna malah menangis.


"Arga nggak akan menggangguku lagi, Kan?" Ayna sangat bosan dengan kemunculan Arga, yang seperti bayang-bayang.


"Akan ku pastikan dia nggak akan datang lagi."


"Kalau dia datang lagi?"


"Aku akan menjebloskannya ke penjara. Atas kasus penguntitan. Bagaimana?" Alex menatap serius wajah Ayna. Apa istrinya merasa kasihan atau apa?


"Jika dia datang lagi, jebloskan saja ke penjara." Ayna sudah tak peduli lagi. Ia hanya ingin hidup tenang dan damai.


"Sayang, ayo kita tidur." Ajak Alex bangkit dari duduknya.


Ayna merentangkan tangannya.


Alex merasa aneh, mau apa istrinya itu.


"Gendong, Mas." Ucap Ayna sangat manja.


"Kesayanganku ini manja banget ya sekarang."


Dengan setengah berjongkok, Alex meraih tubuh Ayna. Bukan menggendong romantis, Alex menggendong ala koala.


Ayna memeluk erat tubuh Alex dan menyembunyikan wajahnya. Ia lupa jika mereka sedang berada di luar kamar. Tapi, untuk meminta turun dari gendongan suaminya, Ayna sangat tidak rela.


"Ayna, kenapa?" Tanya Mama khawatir.


Mendengar suara Mama, Ayna pura-pura tidur. Bisa malu dia.


"Dia sangat merindukanku, Ma." Jawab Alex santai.


"Astaga..." Mama menepuk jidatnya. Alex dan Ayna sama saja.


Bucin akut.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2