SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 62 - MASALAH VIDEO


__ADS_3

"Lihat apa Ran?" Tanya Mona melihat temannya begitu fokus pada layar hp. Ia ikut melihat apa yang Rani lihat.


"Wow... bisa begitu? dasar wanita licik." Ujar Mona dengan wajah tak senang.


"Aku dapat kiriman. Ternyata selama ini begini alasan mereka menikah. Mereka menikah dadakan." Rani masih menatap layar ponselnya.


Mona mengambil ponsel Rani dan mengirim video itu ke ponselnya.


'Wah... luar biasa kau, Ayna.' Batin Mona menggeleng setelah menonton video itu.


Ternyata sebelumnya Ayna bukan mau menikah dengan Alex. Dari video itu sepertinya pernikahan Ayna dibatalkan. Mungkin karena tak ingin membuat malu keluarga, Ayna tetap ingin menikah dengan mengemis hingga menunjuk pria secara asal.


"Ran, kalau Jo bersedia menikah dengan Ayna. Bagaimana itu? Ayna bisa-bisanya mencoba menikungmu." Mona tampak memanasi Rani.


Rani diam berkutat dengan pikirannya. Saat itu Ayna menunjuk Jo. jika Jo bersedia, bagaimana dengan dirinya? Tapi Rani juga masih bingung, kenapa Alex bersedia, padahal yang ia tahu pria itu masih menyukai Mona.


'Aku harus tanya Jo.' Rani segera bangkit.


"Hei... kau mau kemana?" Mona melihat Rani yang segera pergi.


Mona kembali menatap ponselnya. Ia tampak menekan-nekan ponsel.


'Apa yang kau harapkan? dasar tukang tikung.'


###


Rani melihat Jo yang masih sibuk di kantor. Sudah pukul 7 malam dan kekasihnya itu masih berkutat dengan pekerjaannya.


Jo harus lembur, karena Alex mengambil cuti panjang. Ia jadi menemani Jo lembur. Agar pekerjaan pria itu segera selesai.


Rani merasa tak enak menanyakan tentang video itu. Tapi ia masih sangat penasaran.


"Ayo, pulang." Ajak Jo menepuk pundak Rani.


"I-iya." Jawab Rani tersadar dari lamunannya.


Jo dan Rani pun bergegas keluar kantor.


"Kamu kenapa? banyak pikiran? dari tadi aku lihat kamu banyak melamun?" Tanya Jo sambil menggandeng Rani menuju parkiran.


'Pasti kepikiran ucapan Dafa.'


Rani menggeleng cepat.


"Ada apa?" Jo ingin tahu Rani kenapa.


"Ini..." Rani menunjukkan ponsel pada Jo.


Pria itu fokus menonton video tersebut dari ponsel Rani.


"Apa pak Alex menikah dengan Ayna karena ini?" Tanya Rani pelan.

__ADS_1


Jo segera membawa Rani dalam mobil dan menceritakan semuanya.


"Kasihan sekali, Ayna. Kenapa ada pria yang begitu tega?!" Rani tak habis pikir, bagaimana perasaan Ayna saat itu. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya berada di posisi Ayna.


"Pernikahan itu hampir batal. Aku saja terkejut saat Ayna mengajakku menikah." Jo jadi teringat saat itu. Baru juga masuk pintu, ia sudah diajak menikah.


"Jadi kenapa pak Alex mau menikahi Ayna?" Rani masih penasaran.


"Dia... dia menyukai Ayna saat pandangan pertama." Ucap Jo. Bagaimana pun Alex saat itu begitu sangat bahagia dengan pernikahannya.


"Tapi Mona?"


"Alex sudah patah hati padanya." Bisik Jo.


Rani menatap bingung. Bukannya saat itu mereka masih dalam masa pendekatan.


"Aku juga nggak tahu pastinya. Tapi aku melihat tagihan Alex sebelum menikah dengan Ayna. Dia memboking sebuah restauran untuk acara lamaran." Jo sudah menebak-nebak apa yang terjadi dalam kepalanya.


"Apa saat itu pak Alex akan melamar Mona?"


Jo menaikkan bahunya, ia tak tahu cerita cinta temannya tersebut.


"Aku harus memberitahu Alex tentang video ini."


"Benar, jangan sampai Ayna menontonnya."


###


"Apa-apaan ini? Alex!!!" Jerit Mama dari ruang tamu. Wanita paruh itu sangat kesal melihat ponselnya.


Alex merogoh ponselnya. Jo meneleponnya.


"Mama, kenapa?" Tanya Ayna khawatir.


Mama menggeleng. "Nggak apa, sayang. Kamu istirahat saja. Mama mau bicara dengan Alex sebentar." Bujuk Mama.


"Iya, Ma. Apa Mama mau Ayna ambilkan minum?" Ayna menawarkan.


"Tidak usah, kamu istirahat sana." Ucap Mama lembut. Ia harus merahasiakan dari menantunya. Mama yakin Alex bisa menyelesaikannya.


Ayna mengangguk dan segera melangkah menuju kamarnya.


"Siapa yang berani merekam dan menyebarkan ini???" Alex meremas tangannya, melihat video itu. Saat dimana Ayna yang begitu putus asa mengajaknya menikah. Saat-saat terberat Ayna.


"Wah, beruntung banget. Tunjuk-tunjuk dapat pria tajir."


"Kasihan sekali. Mungkin aku lebih memilih mengakhiri hidup jika di posisi itu."


"Perempuan nggak punya malu."


"Apa ini yang dinamakan cinderella zaman now."

__ADS_1


"Kehilangan manajer dapatnya CEO."


"Wanitanya seperti mulai stres."


"Mungkin itu yang dinamakan jodoh pasti bertemu."


"Kenapa seperti pengemis cinta sih?"


Beragam komentar bertebaran mengomentari video itu.


"Alex, kamu harus segera selesaikan. Mama nggak mau Ayna melihat ini semua." Ucap Mama yang tak mau menantunya bersedih. Komentar-komentar itu kebanyakan bernada negatif.


"Ayna mana, Ma?" Tanya Alex melihat sekitar. Istrinya tak ada di sekitarnya.


"Mama suruh dia istirahat di kamar." Tunjuk Mama ke lantai 2.


Alex pun segera berlari menuju tangga. Ia mengkhawatirkan istrinya. Bagaimana jika Ayna melihat dan membaca komentar-komentar itu di ponselnya.


"Sayang..." Panggil Alex begitu membuka pintu. Ia tak melihat Ayna berbaring di tempat tidur.


"Ayna..." Alex segera menghampiri Ayna yang berjongkok menundukkan kepala di samping lemari.


Apa yang Ayna lakukan sama persis seperti di taman saat itu. Hari dimana Ayna menangis sambil meneleponnya.


"Sayang, aku akan segera menyelesaikannya." Alex ikut berjongkok dan memeluk erat tubuh Ayna yang begitu gemetaran.


"Mas...a-a-aku..." Ayna tak bisa berkata-kata. Video tentangnya tersebar lagi. Kini bukan hanya teman kantornya saja yang tahu, tapi bahkan sudah menyebar cepat di seluruh negeri.


Banyak komentar-komentar menjudge tentang dirinya. Rata-rata ujaran yang tidak baik yang dilontarkan. Membuat mental Ayna seperti terjun bebas.


"Mas, aku malu." Ayna menangis dalam pelukan Alex. Ia sangat malu untuk video itu. Bagaimana jika kedua orang tuanya atau kedua orang tua Alex melihat itu? apa tanggapan mereka nanti?


Belum lagi keluarga besar mereka berdua. Video itu banyak dibagikan dengan berbagai judul.


"Tenanglah sayang." Alex menepuk-nepuk pundak Ayna pelan.


Tak lama ia menggendong Ayna, istrinya sudah tenang dan tidur. Alex meletakkan Ayna di tempat tidur dengan hati-hati. Ia menyelimuti tubuh Ayna. Lalu memberikan kecupan cukup lama di kening sang istri tercinta.


"Jo, cari tahu siapa saja yang menyebarkan video itu. Aku akan memberi mereka pelajaran." Pinta Alex sudah geram pada ponsel yang berada di telinganya.


Pria itu menghembuskan nafas panjang.


"Berani-beraninya mereka membuat istriku menjadi bahan gunjingan." Alex sudah bertekad, akan mencari orang pertama yang merekam dan menyebarkan video itu.


"Aku tak peduli berapa pun biayanya. Usut sampai tuntas." Ucap Alex lalu memutuskan panggilan ponsel itu.


'Apa itu kau? aku tak akan mengampunimu. Aku akan menghancurkanmu!!!' Alex sudah menebak siapa dalangnya.


Alex meremas tangannya, ia akan menghabisi orang itu tanpa sisa.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2