SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 60 - HARI BAHAGIA


__ADS_3

Hari ini menjadi hari bersejarah, yang begitu membahagiakan bagi Ayna. Ia kembali berdiri diatas pelaminan.


Ayna ingat saat itu, saat dimana ia berada di atas pelaminan dengan seorang pria asing. Dan sekarang ia berdiri bersama seorang pria asing, yang begitu sangat dicintainya. Waktu telah merubah semuanya. Termasuk perasaannya.


Ayna sangat bersyukur untuk setiap hal yang telah dihadapinya. Bersyukur juga ia dipertemukan dengan Alex disaat yang tepat.


Ia menatap wajah Alex dengan perasaan yang sulit dijabarkan. Rasanya seperti campur aduk.


"Kenapa menangis, sayang?" Tanya Alex mengusap air mata Ayna yang membasahi pipi.


"Siapa yang nangis? aku sangat bahagia lho, Mas. Lihatlah, fotoku itu sangat cantik." Ucapnya menunjuk foto prewed yang terpampang di pintu masuk aula tersebut.


"Iya, kamu sangat cantik. Dan aku juga begitu sangat tampan."


"Mas Alex..." Panggil Ayna sambil mengeratkan genggaman tangan mereka.


"Kenapa?" Tanya Alex menatap Ayna dalam.


"Terima kasih. Terima kasih untuk semua. Terima kasih untuk cinta dan-"


"Sayang... jangan lanjutkan." Alex menyela ucapan Ayna dengan pelukan erat.


"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu. Karena sudah mencintai diriku ini."


"Aku mencintaimu, Mas."


"Aku sangat mencintaimu, Ayna."


"Tidak. Cintaku yang lebih besar."


"Cintaku padamu yang sedalam samudera."


"Cintaku tak terhingga."


Keduanya tersenyum sambil melirik sekitar. Mereka melupakan kondisi terkini saat ini. Para tamu undangan sudah mengantri untuk bersalaman. Tapi terhalang keromantisan keduanya.


"Mas, yang salah." Bisik Ayna sangat malu. Tapi memang saat bersama suaminya, Ayna jadi sulit berpikiran jernih.


"Kamu juga salah." Jawab Alex melebarkan senyumannya. Ia mencubit pipi Ayna geram.


'Ayna... sangat beruntung.' Rani memandangi interaksi kedua sejoli itu dari jauh. Tatapan mata keduanya saling mencintai. Alex mencintai Ayna, begitu juga sebaliknya. Bikin iri saja yang melihatnya.


"Jo... kapan anak orang dilamar? jangan dipacari saja tahunya." Ledek Dafa melihat ekspresi Rani saat melihat Alex dan Ayna.


"Apaan sih, Bang Dafa ini?" Rani membuang wajahnya segera. Ia jadi malu, Dafa bertanya langsung pada Jo.


"Jadi kapanlah Jo, kau menikahi Rani?" Tanya Dafa dengan wajah serius.

__ADS_1


"Kenapa kau yang sibuk? dia santai saja." Jawab Jo sinis. Ada saja yang dikomentari temannya satu itu. Yang ujung-ujungnya pasti diakhiri ledekan.


"Itulah kau, Jo. Tak mengerti wanita. Wanita itu butuh kepastian, kapan pria itu akan membawanya ke tahap serius. Iya kan, Ran." Jelas Dafa penuh ketegasan.


Rani mengangguk lalu segera menggeleng cepat.


"Kan, kau lihat itu.."


"Ja-jangan didengar Bang Dafa." Sanggah Rani segera. Ia melihag tatapan mata Jo yang sulit diartikan.


"Alex sudah menikah, seharusnya sebagai asistennya, hal seperti itu segera menular padamu." Dafa senang sekali, ia makin meledek temannya.


"Kau sendiri? jangan mengomentari orang lain saja tahunya.." Jo jadi kesal.


"Aku ini seorang pencari cinta. Jadi sudah terbiasa hidup menjelajah. Tenang saja, aku akan menikah jika saatnya tiba."


"Terserahmu lah."


###


Senyum di wajah Ayna begitu sangat merekah, saat berfoto dengan keluarganya dan keluarga besar Alex.


Ayna tak peduli dengan tatapan tidak suka dari keluarga besar Alex. Selama Alex, Papa dan Mama menyayangi dirinya. Tatapan itu bukan masalah. Ayna tinggal dengan kedua orang tua Alex, bukan keluarga besar itu.


Wanita itu juga tak peduli dengan tatapan iri dari pihak keluarga besarnya. Selama ini mereka tidak tahu siapa Alex. Yang mereka tahu hanya pria dadakan yang tak jelas asal usulnya, yang kebetulan muncul di saat itu.


Keluarga besar Ayna hampir shock saat mengetahui kebenaran itu. Menurut mereka Ayna sangat beruntung bisa menikah dengan pria seperti Alex.


'Seharusnya aku yang di sana.' Mona hadir di acara itu. Hatinya seperti ditusuk ribuan duri. Seharusnya ia yang berada di sana bukanlah Ayna.


Mona meremas tangannya erat. Kini, semua orang tahu jika Alex sudah menikah. Dan istrinya Alex adalah Ayna. Kenyataan yang mengesalkan bagi Mona.


"Selamat." Mona ke pelaminan untuk menyalami pengantin.


Alex mengangguk tanpa membalas Mona.


"Terima kasih, ya. Sudah menyempatkan waktu untuk datang. Semoga cepat menyusul." Ayna sengaja mengatakan hal seperti itu, agar Mona tidak berpikir untuk menjadi seorang pelakor nantinya.


Mona pun segera pergi dari mereka. Ia tak boleh menangis di depan Ayna.


Tak jauh dari sana, seorang pria mendengus kesal melihat kemewahan pesta tersebut. Ayna pasti sangat bahagia. Suami dadakannya itu menjadikan mantannya itu seperti seorang putri istimewa.


'Ay-Ay... apa kamu benar-benar bahagia dengannya?'


Arga masih tak percaya jika Ayna sudah berpaling. Ia beranggapan rasa cinta mereka yang pernah terjalin 5 tahun, akan membuat Ayna memaafkan dan kembali padanya.


'Ay... kamu harus bahagia denganku saja.' Arga pun berlalu pergi tanpa menyalami pengantin.

__ADS_1


Hal itu hanya akan membuatnya sakit hati. Arga ingin menghancurkan pesta ini saja, tapi bagaimana dengan Ayna? wanita itu pasti akan semakin membencinya. Yang bisa Arga lakukan hanya mencari perhatian Ayna lagi. Lalu membuatnya berpaling dari pria itu.


'Wow... ini lebih-lebih dari Arga.' Batin Aca.


Aca datang ke pesta itu, untuk memastikan. Dan ia sangat iri melihat kebahagiaan Ayna.


Pesta yang begitu mewah, tak seperti dirinya saat menikah dengan Arga, Hanya seadanya saja.


Suami Ayna tampan dan sangat tajir. Jabatannya bukan seorang manajer, tapi pewaris tunggal sebuah perusahaan besar.


Ayna benar-benar beruntung. Ia mendapatkan paket komplit.


'Aku harus menghancurkanmu seperti kau menghancurkanku.'


Ayna tak boleh hidup bahagia setelah menghancurkan dirinya. Wanita bernama Ayna itu harus didorong terjun ke jurang, agar dapat merasakan sakit hatinya saat ini.


'Ay... kita lihat saja.'


###


"Ay, selamat ya." Rani memeluk sang teman. Ia merasakan rasa bahagia Ayna.


"Terima kasih. Kapan kalian nyusul?" Tanya Ayna sambil melirik Jo. Kata suaminya, Jo dan Rani sudah menjalin hubungan hampir 4 tahunan. Hubungan mereka cukup lama.


"Iya, kapan kalian nyusulnya?" Tanya Dafa menyambung.


"Kami masih lama lagi kok." Jawab Rani canggung.


"Jangan sudah lama-lama pacaran, nikahnya sama orang lain." Sindir Dafa melirik Alex.


"Nanti hanya penyesalan yang ada." Dafa masih meledek kedua temannya.


"Lebih baik kau diam saja, Daf." Jo kesal segera menutup mulut Dafa.


Sementara Rani tampak bingung dengan percakapan mereka.


"Rani, kalau Jo tidak berniat menikahimu. Aku bersedia jadi suamimu." Ucap Dafa.


"Jangan bicara sembarangan." Jo kesal memiting leher Dafa.


"Ran, aku serius. Kalau Jo nggak jelas, datanglah pada Bang Dafa."


"Kau jangan jadi tukang tikung."


"Tikung-tikung, kau kira aku mau balapan?"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2