SUAMI RANDOM

SUAMI RANDOM
BAB 47 - SUPRISE


__ADS_3

Warning 21+


\=\=\=\=\=\=\=


"Mas Alex..." Pekik Ayna kesal.


"I-iya sayang." Alex segera berlari menghampiri istrinya.


"Aku buka ya penutup matanya."


"Dasar... nggak sabaran kamu." Alex duduk di tepi tempat tidur, ia membuka penutup mata Ayna.


Ayna tersenyum. Saat penutup mata itu dibuka, wajah suaminya yang dilihat setelah kegelapan.


"Ayo..." Alex mengenggam tangan Ayna. Membantunya untuk bangkit.


"Mas Alex..." Ayna takjub dengan suprise suaminya. Ia melihat sekeliling. Penuh dekorasi yang memberikan kesan romantis.


"Silahkan ratuku." Alex menarik kursi dan mempersilahkan Ayna duduk.


"Terima kasih, Mas Alexku sayang." Jawab Ayna tak dapat menyembunyikan wajah bahagianya. Alex memperlakukannya begitu spesial.


"Kapan Mas mempersiapkan semua ini?" Tanya Ayna penasaran. Mereka mulai melahap makanan yang terhidang.


"Dari tadi siang."


"Hmm... pantas Mas terlambat pulang."


"Aku ingin memberikan suprise untukmu." Wajah Alex juga tersenyum lebar.


"Gimana? kamu suka?" Tanya Alex.


Ayna mengangguk. "Aku suka, Mas."


Mereka kembali melahap makanan dengan perasaan yang berbunga-bunga.


'Seperti ada yang kurang?' Alex merasa ada yang kurang, tapi apa itu?


"Mas, minumnya mana?" Tanya Ayna, makan tak minum rasanya aneh.


Alex menepuk jidatnya. Minumannya sudah dia buang, karena telah dimasukkan obat itu.


"Se-sepertinya mereka lupa. Bentar aku hubungi mereka." Alex jadi gugup. Ia terpaksa jadi menyalahkan pihak hotel. Jika Ayna tahu niat terselubungnya, istrinya pasti akan ngambek.


Tak lama bel pintu berbunyi dan Alex segera membukanya.


"Kenapa kalian lupa menyediakan minum? istriku bisa tersedak." Ucap Alex melirik Ayna. Menganggap jika memang pihak hotel yang salah.


Pihak hotel meminta maaf atas keteledoran staffnya.


Alex meraih nampan itu, dan menutup pintu setelah pihak hotel pergi.


"Maaf, sayang..." Alex memberikan gelas minumnya. Ia jadi merasa bersalah, Ayna segera menenggak air itu. Pasti istrinya begitu kehausan.


Setelah makan malam romantis selesai, Alex bangkit dari duduknya.


"Mas, ngapain?" Ayna bingung melihat Alex yang tiba-tiba saja berlutut.


"Ayna... sebelumnya aku minta maaf." Ucap Alex begitu serius.


Deg

__ADS_1


Perasaan Ayna jadi tak enak. Alex mau bicara apa. Kenapa minta maaf padanya?


"Selama ini..." Alex tiba-tiba gugup. Teks panjang yang telah di hafal, tiba-tiba nge-blank dari pikirannya. Ia lupa kata demi kata yang telah dirangkai sedemikian rupa.


Ayna bergelut dengan pikirannya. Apa yang mau Alex katakan. Apa mengenai pernikahan mereka?


Atau Alex minta maaf, karena selama ini ia masih mencintai wanita lain???


Pikiran Ayna mulai bercabang bahkan menunjukkan tunasnya.


"Se-selama ini aku nggak melakukan hal sesuai seharusnya. Jadi malam ini, aku..."


Alex mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menunjukkan cincin permata.


"Sayangku... apa kamu mau menikah denganku?"


Ayna menutup mulutnya, wajahnya sudah merona. Ia cukup lega, ternyata Alex melamarnya.


"Mas, kitakan sudah menikah." Jawab Ayna malu.


"Anggap saja ini formalitas, sayang."


"Jadi aku harus jawab apa?" Tanya Ayna dengan nada manja.


"Tergantung perasaan kamu saat ini. Kalau kamu terima, aku akan jadi pria pa...ling bahagia."


"Kalau nolak?" Ayna sengaja meledek Alex.


"Kamu mau menolakku?" Tanya Alex dengan wajah kesal. Tiba-tiba ia kesal dengan pertanyaan Ayna.


"Misal, Mas..."


"Mas..." Ayna mengulurkan tangannya.


###


"Mas Alex, terima kasih banyak untuk semuanya." Ucap Ayna terharu menatap pemandangan malam dari hotel berbintang itu.


"Aku yang seharusnya mengatakan hal itu." Alex memeluk tubuh Ayna dari belakang. Perlahan menyatukan jari-jari mereka.


"Mas, jangan pernah meninggalkanku, ya?" Ayna bergetar mengatakan itu. Ia pernah ditinggalkan Arga begitu saja, seolah apa yang telah mereka lewati tak berarti.


Bagaimana jika suatu hari Alex akan meninggalkannya juga?


"Aku tak akan meninggalkanmu, sayang. Kita akan selalu bersama menjalani hidup ini, dengan anak-anak kita nantinya." Alex tak akan melepaskan Ayna, wanita itu pilihannya. Maka mereka harus bersama selamanya.


"Mas... kalau nanti aku sudah tua, ubanan, kerutan, apa Mas Alex akan tetap mencintaiku?"


"Aku akan tetap mencintaimu, sayang. Apapun penampilanmu."


"Nanti kalau Mas lihat yang ketat, belok matanya." Cibir Ayna.


"Iya."


"Mas Alex..." Ayna jadi kesal.


"Kan cuma lihat sekilas. Itu siapa."


"Mas Alex, ganjen."


Alex jadi tertawa, istrinya sudah berpikir berlebihan.

__ADS_1


"Sayang, aku mencintaimu..." Alex perlahan membalikkan tubuh istrinya.


"Aku hanya mencintai kamu, hanya kamu dan cukup kamu." Ungkap Alex tulus. Menatap mata Ayna yang berkaca-kaca.


Ayna sangat bahagia, ia berharap pernikahan yang dijalani dengan Alex akan langgeng untuk selamanya. Dapat menjalani pernikahan dipenuhi cinta dan kasih sayang.


"A-aku mencintaimu, Mas." Ucap Ayna gugup. Hatinya selalu berdebar-debar pada pria di hadapannya itu.


Alex mengelus wajah Ayna. Wajah yang selalu membuat rindu setiap tak melihatnya.


Nafas Alex begitu terasa di wajah Ayna.


Perlahan Alex mendekatkan wajahnya. Entahlah, padahal sudah terlalu sering ia melakukannya. Tapi setiap akan memulai selalu dilanda kegugupan.


Pria itu melingkarkan tangannya erat di tubuh Ayna, saat kedua bibir mereka saling bertemu dan bertegur sapa.


"Sayang, aku menginginkamu..." Ucap Alex disela-sela pagutannya.


Wajah yang sudah memerah itu mengangguk pelan. Ia juga menginginkan pria itu.


Alex segera menggendong Ayna dan meletakkan di tempat tidur.


"Mas, ini apa sih?" Tanya Ayna risih. Tempat tidur itu dipenuhi kelopak bunga.


"Kamu nggak suka?" Tanya Alex menatap Ayna yang berada di bawah kuasanya.


"A-aku nggak-nggak mau ada yang menganggu kita nanti, Mas." Ayna membuang wajahnya, tah kenapa dia ceplos mengatakan hal seperri itu.


"Sebentar ya." Alex mengerti, ia pun bangkit dan segera membersihkan kelopak mawar dari tempat tidur. Saat Ayna akan bangkit, Alex tak mengizinkannya. Ia memindahkan Ayna ke tempat yang sudah dibersihkannya. Dan membersihkan bagian yang masih dipenuhi kelopak bunga.


Alex kembali mengungkung Ayna. Ia ingin segera memulai malam dengan des-ahan.


"Mas, bo-boleh aku di atas?" Tanya Ayna dengan wajah tersenyum genit.


Alex mengangguk dan perlahan membalikkan tubuh Ayna. Kini Ayna yang berada di atas tubuh Alex.


Jemari Ayna terulur membuka satu persatu kancing kemeja pria itu dan mencampakkannya asal.


Pria itu tersenyum smirk, Ayna tampak begitu liar malam ini.


Ayna memulai menkecup seluruh wajah Alex, tanpa melewatkan satu bagian pun.


Pria itu tampak pasrah dan ikhlas menerima pemberian Ayna. Terserah saja apa yang mau Ayna lakukan padanya.


Perlahan bibir Ayna mulai menjelajah. Melewati leher, dada tegap Alex dan Ayna juga menkecupi perut suaminya yang selalu dicubitinya.


Alex menutup kedua matanya, tubuhnya meremang seperti disetrum aliran listrik. Ayna sudah menyentuh dan membangunkan adik kecilnya. Tapi tiba-tiba...


Tut...


Tut...


Tut...


"Mas Alex... bau tahu!!!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2