
HARAP BIJAK DALAM MEMBACA !!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Pak, istri anda masih membutuhkan perawatan." Perawat merasa sangat kasihan melihat pasien yang terduduk diam di kursi roda. Dan pria itu, tetap tega memaksa membawa pulang istrinya dengan kondisi yang seperti itu.
"Tolong hati-hati, Pak."
Arga tak mau merespon, ia pun mendorong kursi roda keluar dari kamar pasien. Ia harus cepat-cepat membawa Ayna segera keluar dari rumah sakit ini, sebelum Alex datang.
Arga yakin Ayna akan baik-baik saja. Ia juga sudah membawa obat-obatan yang diperlukan Ayna dalam perjalanan mereka nanti.
'Aku tak akan melepaskanmu lagi, Ay. Setelah ini berlalu, kita akan hidup bahagia selamanya. Aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.' Arga sudah membayangkan dan merencanakan hidup bersama Ayna di sebuah tempat yang jauh dan terpencil. Bersama anak-anak mereka nantinya.
Arga terus mendorong kursi roda. Sebenarnya ia sangat tidak tega melihat kondisi Ayna yang sekarang. Wajah Ayna yang kian makin pucat dengan tubuh yang begitu lemah.
Ada rasa kekhawatiran di hati Arga. Rasa takut jika terjadi sesuatu pada Ayna.
Tapi ego itu menguasainya. Ia harus mendapatkan wanita itu kembali. Dan cara satu-satunya, membawa Ayna pergi jauh bersamanya.
'Tolong bertahan sebentar ya, Ay. Begitu kita keluar dari sini, kamu akan minum obat.'
Arga berhenti di lorong, ia melihat beberapa pria berpakaian serba hitam masuk area rumah sakit. Pirasatnya mengatakan itu pasti orang-orang yang dibayar Alex, untuk mencari Ayna.
"Tutup seluruh akses rumah sakit ini. Jangan biarkan seorang pun keluar dari sini." Pinta salah satu dari mereka.
'Sialan. Aku harus segera pergi. Jangan sampai mereka menemukanku dan membawa Ayna.' Arga tak boleh membiarkan itu terjadi.
Arga memutar arah, memutar kembali kursi roda.Ia mendorong Ayna cepat, tujuannya kini menuju pintu belakang rumah sakit ini.
Pria itu makin mempercepat laju dorongnya, membawa wanita yang sudah tak berdaya.
Dengan menghembuskan nagas lega, Arga berhasil keluar dari pintu belakang dan akan menuju parkiran tempat mobilnya berada.
Saat telah mendorong ke parkiran, Arga mengumpat sejenak. Ia melihat beberapa orang yang sudah berjaga di depan mobilnya. Ia kelamaan pergi dari rumah sakit ini. Jika saja perawat itu tak banyak tanya, pasti ia sudah berhasil keluar.
Arga jadi bingung sendiri bagaimana membawa Ayna ke luar, tanpa ketahuan.
Ia pun mendorong Ayna masuk kembali ke dalam rumah sakit. Ia akan mencari pintu darurat saja.
Arga mengelilingi lorong, bersembunyi dari orang-orang itu. Maju dan mundur mendorong kursi roda Ayna. Ia melakukan segala cara agar tidak ketahuan.
__ADS_1
"Itu dia. Tangkap!!! jangan biarkan dia kabur lagi." Pinta seorang pria yang menjadi ketua, saat melihat Arga mendorong-dorong wanita di kursi roda.
"Lepaskan aku." Pekik Arga.
Dengan mudah orang-orang bayaran itu menangkap Arga. Ia memelintir tangan Arga dan menendang kakinya. Membuat Arga tersungkur ke lantai.
"Lepaskan aku. Istriku sedang sakit. Apa yang kalian lakukan? Aku akan menuntut kalian." Arga mengancam orang-orang itu.
"Bawa nona segera ke dokter." Pria itu memerintahkan anggotanya, saat melihat Ayna yang terkujur lemas.
Dengan cepat seorang dari mereka mendorong kursi roda Ayna. Membawa wanita itu untuk mendapatkan perawatan.
"Beraninya kau menculik istri orang. Apa kau tak lihat dia sedang sakit??" Pria itu menekan kepala Arga dengan kakinya.
Arga kesakitan akibat perbuatan pria itu. "Dia itu calon istriku. Alex sialan itu yang menikungku-"
"Berisik!!!" Pria itu makin menekan kepala Arga. "Bawa dia."
Pria itu memerintahkan anak buahnya membawa Arga.
Arga tak bisa memberontak, terlalu banyak yang memegangi dirinya. Saat ia mencoba melepaskan diri, mereka memelintir tangannya lagi.
Tak lama mobil yang di naiki Alex dan Jo telah berhenti di depan mereka.
Darah Alex mendidih saat melihat pria bernama Arga itu. Ia pun bergegas turun dari mobil.
"Breng-sek ... Di mana istriku?" Alex sudah tak bisa menahan emosinya lagi. Ia pun menghajar Arga bertubi-tubi.
"Aku akan membunuhmu, jika terjadi sesuatu padanya."
"Lex, Lex, tenanglah." Jo menahan, Arga yang sudah babak belur dihajar temannya itu.
"Ayna... Selamanya akan menjadi milikku. Dia sudah menjadi milikku." Wajah sudah babak belur, tapi Arga masih bisa mengejek Alex dengan senyuman sinis, yang makin membuat Alex ingin menghajarnya.
"Diam kau!" Alex melepaskan pegangan tangan Jo dan kembali menghajar Arga.
"Aku akan membunuhmu." Alex ingin segera menghabisi Arga untuk selama-lamanya, agar tak ada lagi yang mengganggu Ayna.
"Lex, tenanglah. Kita temui Ayna dulu. Lihat kondisi Ayna sekarang." Jo mengingatkan Alex. Sekarang yang terpenting Ayna.
Alex menghentikan aksinya menghajar Arga. Ia baru sadar, karena meluapkan kemarahannya. Ia malah melupakan sang istri, bagaimana keadaan Ayna sekarang?
__ADS_1
"Di mana istriku?" Tanya Alex pada orang-orang itu. Wajah emosi pria itu tiba-tiba berubah jadi sendu.
"Kondisi Nona sangat lemah, jadi sedang diperiksa dokter." Salah satu dari mereka memberitahu.
Mendengar itu Alex segera berlari memasuki rumah sakit. Hatinya sungguh tidak tenang dan ia terus berdoa dalam hati. Berharap semoga sang istri baik-baik saja.
'Ay... Kamu harus baik-baik saja.'
###
Masih di parkiran rumah sakit. Jo menghajar Arga kembali. Ia mewakili Alex meluapkan kemarahan.
"Dasar kalian semua pengecut. Kalian berani mengkroyokku. Kalian semua sampah." Maki Arga pada Jo dan pria-pria yang memeganginya.
"Apa kau bilang?" Salah satu pria memukul perut Arga.
"Maaf, Bos." Ucapnya pada Jo. Mendengar ucapan Arga membuatnya marah.
Jo memegang dagu Arga, menatapnya tidak senang. "Beraninya kau menyakiti adik iparku." Ia pun segera menghempaskannya.
Mendengar cerita Alex, Jo menjadi sangat membenci Arga. Menurutnya Arga itu pria sampah yang pengecut. Ia ingat bagaimana, frustasinya Ayna saat itu. Saat Arga membatalkan pernikahan dengan Ayna.
Dan sekarang, Arga ingin kembali pada mantannya itu, disaat Ayna sudah bahagia dengan temannya.
"Kalian beri pelajaran sampah ini. Setelah itu bawa ke kantor polisi. Aku sudah melayangkan tuntutan." Pinta Jo lalu meninggalkan mereka. Membiarkan orang-orang itu memberi pelajaran pada Arga.
"Aku akan tetap merebut Ayna. Aku akan merebutnya. Ayna milikku, selamanya Ayna akan menjadi milikku..." Teriak Arga histeris mengiringi langkah kaki Jo, yang telah pergi.
"Ayna itu milikku." Arga mengatakannya sambil tertawa-tawa. "Kalian tak akan bisa merebutnya dariku."
"Hajar dia. Buat dia setengah mati. Aku hampir dihabisi pak Alex, gara-gara pria bodoh ini." Geram pria itu, mengingat Alex yang memaki dan mengancamnya, saat mereka tadi tak bisa menemukan istrinya.
Dan...
Bagh, bugh, bagh, bugh...
.
.
.
__ADS_1