
"Mas Alex..." Ayna tak dapat menahan tawanya. Melihat suaminya itu bergumal dalam selimut. Setelah tadi sempat meluncurkan serangan beracun.
Alex mendengus kesal. Ia sangat malu pada Ayna. Di saat penting seperti tadi, bisa-bisanya gas beracun itu menguap ke permukaan tanpa permisi.
"Mas Alex... sudah nggak bau lagi kok." Ayna masih terkekeh, sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Alex tah makan apa, hingga baunya luar biasa.
"Sayang..." Kepala Alex menyembul keluar selimut. Ia bertambah kesal, Ayna masih saja menertawakannya.
"Kamu terus tertawa, ya?" Alex segera menarik Ayna padanya. Membuat Ayna berada di atas tubuh pria itu.
"Sudah puas tertawanya!" Alex menarik hidung Ayna dengan gemas.
"Mas Alex, Mas Alex... sudah bunyi, bau lagi." Ayna masih saja terkekeh.
"Sayang..." Alex jadi kesal. Hal seperti itu kan wajar terjadi. Tapi, Ayna masih saja menertawakannya.
"Yang tadi... masih mau lanjut, Mas?" Tanya Ayna manja.
Mendengar itu Alex mengangguk.
"Tapi... nggak pakai bau lagi ya." Ucap Ayna sambil kembali tertawa.
"Ayna..." Alex gemas dan segera membalikkan tubuh Ayna.
Setelah Ayna di bawah kuasanya, pria itu segera menyosor bibir seksi nan menggoda sang istri.
Ayna memeluk leher Alex erat, merasakan rasa candu bertukar saliva.
Tangan pria itu mulai aktif, meraba-raba paha sang istri. Naik... naik... dan semakin naik.
"Mas-Mas A-A-A-Alex..." Ayna sudah tak bisa berpikir jernih, sentuhan yang meraba di bagian intinya membakar gairah.
"Aku tak akan mengampunimu malam ini, sayang. Karena kamu sudah berani menertawakanku..." Alex pun tersenyum puas. Ia akan menghabisi Ayna malam ini.
###
Ayna bangun dan memegangi tubuhnya yang terasa remuk. Alex memang terlalu... sepanjang malam mereka berolah raga malam.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Ayna pun segera bangkit dari tempat tidur, sambil mencibir Alex yang masih berada di alamnya. Pria itu tersenyum-senyum dalam tidurnya. Entah apa yang dia mimpikan?
Ayna masuk ke kamar mandi, dan melihat di wastafel ada tumpukan gelas. Ayna juga mengambil botol obat yang berada di samping gelas tersebut.
Tangan Ayna gemetaran memegang botol obat tersebut. Obat kuat pria dan obat kuat wanita, begitulah tertera dalam kemasan. Ini pasti ulah suaminya.
"Mas Alex...!!!" Teriak Ayna panjang.
"Ay... ada apa?" Tanya Alex khawatir. Begitu mendengar teriakan Ayna, Alex tersentak bangun.
"Kenapa, sayang? apa kamu terluka?" Tanya Alex khawatir memeriksa tubuh sang istri.
"Mas Alex... itu apa?" Tanya Ayna menunjuk wastafel dengan bibirnya.
Alex melihat ke arah yang ditunjuk bibir Ayna.
"Apa itu, Mas? pantas semalam makan malam nggak ada minumnya. Apa jangan-jangan Mas Alex, mau memberikanku obat kuat itu?" Tanya Ayna dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Iya." Alex mengangguk lalu menggeleng." Nggak, kok."
"Mas Alex, ayo jujur..." Ayna yang kesal mencubit perut Alex.
__ADS_1
"Niatnya gitu, Ay. Supaya kamu on terus, jadi nggak minta ampun."
"Mas Alex..." Mendengar alasan Alex, Ayna bertambah kesal.
"Sayang, maaf..." Alex berlari, istrinya mengejar untuk kembali mencubitinya.
"Mas Alex..." Ayna mengejar Alex yang berlari mengelilingi kamar hotel itu.
"Sayang, aku kan nggak jadi ngasih minuman itu sama kamu."
"Bohong."
"Suer." Alex mengangkat tanda V dengan tangannya.
"Untuk apa minum obat kuat lagi. Bahkan tadi malam itu kamu begitu liar, hot dan menggairahkan, lho. Serius."
"Mas alex..." Pekik Ayna kembali akan mencubit Alex.
Tapi Alex segera memegangi tangan sang istri dan memeluknya.
"Sayang, ayo kita mandi bareng. Dari pada pagi-pagi kamu marah-marah." Bujuk Alex.
"Nggak mau." Ayna menggeliat agar pelukan Alex terlepas.
"Ayolah sayangku." Tak peduli itu, Alex menggendong Ayna bagai koala. Dan membawa anak koala yang menolak itu untuk mandi.
Sejam kemudian, Ayna sudah mandi dan berganti baju. Ia melihat Alex yang masih sibuk menyisir rambut.
"Ay, aku cocok model rambut gimana? bela tengah, samping, cepak?"
"Botak." Ledek Ayna cepat.
"Botak saja, Mas." Ucap Ayna mengulum senyum. Bagaimana bentuk Alex jika pria itu botak, ya?
"Kalau aku botak, nanti kamu nggak bisa menjambak rambutku lagi dong... saat kamu mende-sah." Ledek Alex dengan wajah mesum.
Bantal pun melayang ke wajah Alex, untung pria itu segera menangkapnya.
"Mas, ayo pulang." Ayna segera berdiri.
"Hari ini aku libur. Mari kita kencan." Ajak Alex merangkul Ayna.
"Mau kemana?" Tanya Ayna.
"Kamu mau kemana?" Alex kembali bertanya. Pria itu mengelus kepala Ayna, seraya menghujani dengan kecupan.
"Ke pantai." Sudah lama Ayna tidak pergi ke pantai. Ia ingin pergi ke pantai bersama suaminya.
"Hmm... pantai ya? baiklah, ayo kita pergi ke sana."
###
"Mas..." Teriak Ayna bahagia, menikmati deburan ombak di pantai.
"Mas, sini..." Dari dalam air Ayna melambaikan tangan pada pria yang duduk di bawah pohon kepala.
Pria itu hanya bisa tersenyum, melihat wanita yang begitu senang bermain air di pantai .
"Ayo... Mas Arga." Paksa Ayna menarik Arga, agar jangan berteduh terus. Mereka sudah di pantai dan harus menikmati ciptaan Tuhan.
__ADS_1
"Iya, iya..." Arga pun menuruti Ayna masuk ke dalam air.
Ayna yang iseng mencipratkan air ke wajah Arga.
"Ayna..." Arga pun membalas Ayna. Mereka pun saling bermain air sambil tertawa-tawa.
Arga menghembus nafasnya kasar. Ia datang ke pantai untuk menenangkan diri, tapi malah kenangan saat bersama Ayna, yang masih terekam jelas.
Sudah beberapa hari ini ia memantau Ayna, tapi tak menemui titik terang. Ayna seperti hilang ditelan bumi.
Setelah Ayna pergi begitu saja saat itu, Arga masih terus memantaunya. Berharap Ayna bisa melihat ketulusannya.
Arga kembali menghembuskan nafas kasar, 2 minggu cutinya sia-sia sudah.
'Ay... apa aku harus merelakanmu?' Arga menatap laut. Sejauh mata memandang, hanya lautan yang terbentang.
"Mas... jangan siram aku terus."
"Biarin saja, kamu iseng sih."
Ayna dan Alex sedang bermain air di pantai. Mereka saling menyipratkan air, lalu berlari dan tertawa bahagia.
Alex mengejar Ayna dan memeluk wanita itu, seraya memutar-mutar tubuh istrinya. Deburan ombak sedang pun menerpa tubuh mereka.
"Aduh, Mas." Ayna mengusap matanya.
"Kamu nggak apa?" Tanya Alex khawatir sambil mengusap wajah cantik itu.
"Sudah, nggak apa Mas. Tadi kelilipan."
"Sini..." Alex akan membantu dengan meniup mata Ayna.
"Sudah, Mas. Nggak apa kok." Ayna menahan pria itu.
Alex membuka lebar mata Ayna.
"Aku mencintaimu." Ucapnya lalu meniup mata Ayna. Lalu melakukan hal seperti itu pada mata Ayna yang satu lagi.
"Apaan itu, Mas?" Tanya Ayna menggeleng. Ada-ada saja kelakuan suaminya.
"Anggap saja itu mantra. Biar kamu makin cinta dan sayang padaku." Senyum Alex mengambang tulus, membuat hati Ayna berdebar.
"Sayang..." Alex jadi gemas, Ayna kembali menyiprat dirinya.
"Awas kamu ya, Ay!!!" Sambil tertawa membalas keisengan istrinya.
'Ayna...' Batin Arga melihat wanita yang sedang bermain air bersama seorang pria.
Arga mengucek matanya, mungkin pemandangannya salah. Lantaran tadi sempat memikirkan Ayna.
Arga meremas tangannya. Rasa marah, cemburu, tidak senang, kecewa seolah jadi satu paket komplit. Apalagi saat melihat dengan jelas, Ayna begitu sangat bahagia bersama suami dadakannya tersebut.
"Aku harus membuat perhitungan..."
.
.
.
__ADS_1
Happy weekend😊😊