Suamiku Sakit Mental

Suamiku Sakit Mental
*Episode 103


__ADS_3

Satu tahun kemudian, Sean akhirnya sadar dari koma yang dia alami. Namun, setelah sadar dari koma, Sean masih ingin menjatuhkan talak pada Marisa. Walau sempat di larang oleh mama angkatnya, dia tetap saja tidak bisa bersama Marisa lagi.


Talak dijatuhkan, Marisa akhirnya menjadi janda yang tidak bisa apa-apa. Dia pun hidup dengan sangat tersiksa. Selain kehilangan kaki, pita suara juga tidak punya. Dia juga kini sudah menjadi janda yang hanya bisa menumpang di rumah orang tua.


Sementara anaknya, kini Sean asuh sebagai anak angkat. Karena ternyata, Sean tidak bisa punya anak. Anak itu bukan anaknya. Tapi, anak orang lain yang mereka adopsi. Makanya mereka bawa ke luar negeri agar tidak ada yang tahu kalau mereka sudah mengadopsi anak. Rencana itu Marisa berikan agar Sean tidak malu.


Tapi niat sebenarnya adalah, dia ingin membuat Sean semakin menyayanginya. Karena setelah menikah, Sean sama sekali tidak sama dengan yang dia bayangkan. Sean terlalu ramah pada semua perempuan, tidak hanya pada dirinya saja. Maka dari itu, dia berniat untuk mengambil hati Sean dengan cara tetap bertahan, bahkan dengan menutupi kekurangan yang Sean miliki.


Namun pada akhirnya, Marisa kalah juga karena cinta bukan soal apa yang kita berikan sebelumnya. Melainkan, karena hati yang tulus dalam mencintai. Lagipula, niat yang salah telah menjerumuskan Marisa ke dalam ke hancuran. Hingga sekarang, dia hanya bisa menyesali diri.


Sementara Sean, setelah sadar dari koma, dia jauh berubah. Dia tidak sama dengan Sean yang dulu lagi. Dia lebih cendrung pendiam. Tidak banyak bicara, dan terkesan sangat dingin sekarang.


....


Sementara itu, dunia bahagia kini sedang Jesi rasakan. Kehidupan rumah tangga yang manis sedang menghampiri keduanya. Keluarga kecil Jesi dan Jona telah pun lengkap dengan hadirnya calon buah hati yang kini ada dalam kandungan Jesi. Dan, sebentar lagi, buah hati mereka akan lahir ke dunia.


Selama kehamilan, Jona terkesan semakin keras dalam menjaga Jesi. Bahkan, hampir semua perhatian juga kasih sayang ia berikan. Sampai-sampai, sikapnya sedikit terlalu berlebihan. Karena bagi Jona, istri dan calon anaknya adalah prioritas utama bagi hidupnya saat ini.

__ADS_1


Semua yang Jesi inginkan, tentu saja ia sediakan. Bahkan, dia rela menghabiskan waktunya hanya untuk menjaga Jesi saat Jesi mengalmi sakit-sakitan di awal pertama kehamilan.


Beruntungnya, Jona selalu dapat dukungan dari sang papa. Papanya tidak pernah membantah sikapnya yang berlebihan pada Jesi. Jangankan membantah, menegur saja tidak. Karena dia sepenuhnya mendukung sikap Jona. Meski pekerjaan Jona tinggalkan, bagi kedua belah pihak keluarga, itu bukan hal yang berat. Malahan, mereka pikir kalau itu adalah hal yang wajar. Karena Jesi sebagai wanita hamil, memang harus mendapatkan perhatian yang lebih.


Sementara Jesi, dia tentu saja merasa sangat-sangat beruntung. Dulu, dia kekurangan kasih sayang. Sedangkan sekarang, dia telah kelebihan kasih sayang. Dunia memang adil, karena roda kehidupan pasti akan berputar.


....


Enam bulan kemudian, Jesi melahirkan bayi perempuan nan cantik jelita. Anak itu mereka beri nama, Mikhayla Wijaya Kusuma Diningrat. Memang sangat panjang. Tapi, kedua keluarga sepakat, kalau cucu mereka harus memakai dua nama anggota keluarga agar terkesan tidak pilih kasih.


Jona dan Jesi tidak bisa berkata apa-apa selain pasrah dan menyetujuinya. Karena sudah keputusan dari kedua belah pihak keluarga. Ya mau tidak mau, harus setuju-setuju saja.


Kehidupan Jesi kini benar-benar bahagia.


Meski sudah punya anak, kasih sayang Jona untuk Jesi juga tidak sedikitpun berkurang. Bahkan, semakin bertambah. Kehangatan keluarga pub selalu terasa di setiap sudut rumah tersebut.


.....

__ADS_1


Selain itu juga, Jesi dan Jona tidak lupa memberikan kehidupan yang layak untuk anak sopir yang dulu pernah berkorban untuknya. Anak laki-laki yang kini sudah berusia lima tahun itu terus mendapatkan perlakuan khusus sebagai tanda terima kasih dari keluarga Jesi dan Jona.


Meskipun istri dari si sopir tidak bersedia menerima bantuan yang berlebihan, tapi Jona dan Jesi tidak akan lepas tangan. Rumah sederhana dengan halaman luas, dan lengkap dengan pembantu juga Jesi dan Jona sediakan. Pendidikan untuk anak satu-satunya yang masih kecil juga sudah Jesi dan Jona sediakan.


Karena perhatian itu, istri si sopir berjanji akan mengabdikan anaknya ke keluarga Wijaya kelak setelah dewasa. Sebelumnya juga istri si sopir dan keluarga Wijaya sepakat, jika ingin dia terima bantuan, maka jadikan anaknya sebagai pekerja di keluarga Wijaya setelah dewasa.


Sebenarnya, permintaan itu sedikit berat bagi Jesi. Mengingat, apa yang sudah si sopir lakukan untuknya sungguh sangat besar. Si sopir rela mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan nyawa Jesi. Tapi, istri sopir yang baik hati ini tidak ingin menerima bantuan begitu saja. Jadi, terpaksa Jesi terima permintaan itu. Menjadikan anak sopir sebagai pekerja setelah dewasa sebagai balasan atas kebaikan yang dia berikan.


Begitulah jalan hidup yang sesungguhnya. Setiap kebaikan akan dibalas kebaikan pula. Jangan takut untuk berbuat baik pada siapapun. Karena kebaikan itu pasti akan datang pada kita kembali. Jika tidak dari orang yang sama yang akan membalasnya, maka akan datang dari orang lain. Jadi, jangan merasa rugi untuk berbuat baik.


**SEKIAN**


______________________________________________


CATATAN.


*Sampai jumpa di karya berikutnya. Rencana, aku ingin bikin cerita tentang anak Jesi dan Jona dengan judul, KU JAGA HATIMU NONA MUDA. Tapi sebelum itu, aku ingin bikin cerita Jaka dan Meta terlebih dahulu. Judulnya, CINTA ATAU HUTANG BUDI. Karya ini akan menceritakan tentang Jaka, Meta, dan Junika. Gadis yang telah menyelamatkan Jaka waktu itu. Di karya ini juga akan ada peran Sean yah.

__ADS_1


Sampai jumpa di karya berikutnya. Semoga aja tidak ada halangan buat aku untuk menulis dua karya sambungan dari karya ini. Selamat menanti dengan sabar. Karena aku akan up paling lama satu minggu ke depan yah. Mohon bersabar. See you ... ta ta ....


"Oh ya. Semoga puas dengan akhir dari kisah Jesika dan Jonathan yang aku buatkan. Maaf jika terlalu banyak kekurangan dan terima kasih atas semua dukungan. I love you semuanya ... muach!"


__ADS_2