
Beberapa saat saling tatap dengan bibir yang sama-sama mengukir senyum. Jona pun akhirnya mengalihkan pandangan dari Jesi. Selanjutnya, dia langsung berjongkok di hadapan Jesi dengan satu tangan yang diangkat ke atas.
Cincin berlian dengan permata hijau tua pun terlihat dengan sangat jelas dari tangan Jona. Jesi yang kaget, tentu tidak bisa berkata apa-apa sekarang.
"Menikahlah denganku, Nona! Akan aku serahkan semua cinta untukmu," kata Jona dengan lantang.
Jesi yang bahagia tidak bisa menahan diri. Dia pun langsung menjatuhkan air mata bahagia sambil mengangguk pelan. Anggukan itupun langsung membuat para pelayan yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua langsung bertepuk tangan dengan meriah. Kebahagiaan itu juga membuat mereka bahagia.
Kediaman Wijaya pun jadi riuh akan hal itu. Hampir semua pelayan ternyata saat ini sedang berada di taman. Mereka sangat menantikan momen bahagia ini. Kelopak bunga pun mereka taburkan ketika Jona menyematkan cincin ke jari manis Jesi.
Cincin berlian yang waktu itu sempat tertunda untuk Jona sematkan di jari Jesi, kini sudah tersampaikan. Walau sebelumnya, cincin itu pernah hilang karena Jona yang lupa akan dunianya akibat kehilangan Jesi. Tapi, kalau sudah jodoh memang tidak akan tergantikan. Cincin ditemukan, Jona pun bisa menyampaikan niatnya dengan leluasa.
__ADS_1
Jalan hidup memang tidak ada yang tahu. Kedepannya seperti apa, juga masih rahasia. Karena kehidupan adalah roda yang terus berputar, maka jangan takut untuk terus berharap. Karena ketika kamu menderita saat ini, kebahagiaan besar pasti sudah menantimu di depan sana. Sedangkan saat kamu bahagia, jangan lupa akan dunia sekitarmu. Karena setiap bahagia, sudah pasti akan ada kesusahan di depan.
....
Pernikahan yang mewah akhirnya terlaksana juga. Dua keluarga bersatu untuk merayakan pernikahan kedua pewaris tunggal mereka. Terlihat sekali kebahagiaan di antara wajah-wajah kedua keluarga, terkecuali, Sean dan Marisa tentunya.
Karena pernikahan mereka berdua dulu tidak semewah pernikahan Jona dan Jesika. Soalnya, Sean memang anak orang terkaya nomor satu di kota ini. Meski anak angkat, dia diperlakukan sama seperti anak kandung oleh kedua orang tua angkatnya. Tapi, untuk Marisa yang hanya anak dari keluarga sederhana, tentu tidak bisa melakukan banyak persiapan. Mereka hanya bisa mengandalkan dari sebelah pihak saja.
Tidak tanggung-tanggung. Pernikahan Jona dan Jesi diadakan dengan dua tempat yang berbeda. Selama dua hari, pernikahan itu terjadi dengan sangat meriah. Hampir semua kalangan pembisnis besar datang. Tidak hanya dari kota tempat mereka tinggal, tapi juga dari kota sekitar yang pernah menjalin kerja sama dengan kedua keluarga.
Sementara itu, Sesilia yang dapat berada dalam jeruji besi hanya bisa menangisi nasibnya. Dia bahagia akan pernikahan mewah itu, tapi tidak siap untuk datang. Karena dia terlalu malu akan rasa bersalah yang sedang dia alami.
__ADS_1
Meskipun dia dapat keringanan untuk menyaksikan hari bahagia sang anak. Tapi dia hanya memilih menyaksikan dari layar saja. Karena dengan begitu, dia tidak perlu memperlihatkan wajahnya pada dunia luar.
Untuk Mila, dia terus meringkuk di dalam selnya dengan hati yang sakit. Kabar Jesi menikah dengan acara yang paling meriah membuat Mila semakin merasa sakit saja. Bukan hanya hatinya yang sakit, tapi seluruh jiwanya juga ikut sakit. Tidak tahu apa lagi yang harus dia keluhkan saat ini. Yang jelas, dia sangat tersiksa akan kehidupan dibalik penyesalannya.
Namun, kebahagiaan Jesika juga kebahagiaan Jaka. Meski dia sangat mencintai sang adik, bukan sebagai adik, tapi dia sangat bahagia akan pernikahan Jesi saat ini. Dia datang bersama Meta. Orang paling dekat dengan Jaka sekarang.
Sudah banyak yang Meta lakukan untuk Jaka selama ini. Bahkan, sebelum pernikahan ini saja, Meta sudah membantu Jaka bertemu Jesi.
Pertemuan yang hangat, yang pernah Jaka dan Jesi rasakan. Bahkan, sangking bahagianya Jesi, dia sampai mengatakan kalau Jaka harus menjadikan Meta sebagai istri. Karena apa yang Meta lakukan selama ini, itu sangat besar.
Namun, Jaka hanya tersenyum saja. Cinta yang dia miliki, yang tidak akan pernah mendapat balasan itu membuatnya tidak tahu harus melabuhkan hati pada siapa lagi sekarang. Karena selain Jesi, ada orang lain yang pernah membuatnya merasa nyaman. Tapi itu sayangnya bukan Meta. Melainkan, Junika yang pernah menolong dia.
__ADS_1
Tapi, kehadiran Meta juga membuatnya merasa nyaman. Entah itu nyaman karena memang ada benih cinta, atau itu perasaan nyaman hanya karena merasa hutang budi saja. Namun yang pasti, dia masih tidak ingin memutuskan prihal hidupnya saat ini. Karena melihat kebahagiaan Jesi sekarang, itu sudah cukup buat Jaka.