Suamiku Sakit Mental

Suamiku Sakit Mental
*Episode 68


__ADS_3

Bentakan itu membuat ketua geng marah. Plak! Sebuah tamparan dia hadiahkan ke wajah Mila dengan keras. Sangking kerasnya, sudut bibir Mila langsung berdarah akibat tamparan tersebut.


"Kamu! Beraninya kamu menampar aku!" Mila yang terbiasa manja, tentu saja langsung bertambah emosi karena tamparan itu.


"Kenapa? Kamu pikir aku akan memperlakukan kamu seperti ratu, Mila? Jangan mimpi kamu! Perempuan mur-- ahan seperti kamu tidak layak aku jadikan ratu. Karena awalnya, aku juga sudah dapat sisa saja. Jadi, mana mungkin aku bisa menjadikan kamu yang hanya sisa orang sebagai ratuku."


Ucapan itu sontak langsung menyentuh hati Mila. Rasanya, sungguh sangat sakit sekali. Pria bajingan seperti ini saja bisa mempermasalahkan asli atau palsu. Murni atau bekas.


Tiba-tiba, dalam hati dia berkata.


'Bagaimana kalau dia mendapatkan Jesika kemarin? Apa dia akan memperlakukan Jesi sebagai ratu? Karena aku yakin, kalau Jesi pasti masih murni.'


'Sial! Kenapa aku malah mikir Jesika disaat seperti ini? Apa dia tidak bisa kalah dari aku walau hanya satu kali? Kenapa aku yang selalu kalah? Kenapa hanya aku hah? Ini tidak adil! Sangat-sangat tidak adil!' Mila menjerit dalam hati. Tapi tidak bisa melakukan apapun.


Selanjutnya, dia terpaksa menerima apa yang pria bajingan itu inginkan. Melakukan hal menjijikan di tempat terbuka yang mengakibatkan banyak mata yang tertarik akan hal gila yang mereka lakukan.


Alhasil, ada sebagian anak buah yang usil dengan hal tersebut. Mereka langsung membuat vidio karena tidak ingin melewatkan apa yang Mila lakukan.


....

__ADS_1


(Catatan: "Jangan berpikir yang jauh ya. Karena author kalian gak bisa bikin dosa berjamaah terlalu kuat. Cuma bisa yang seperti ini aja biar pikiran gak rusak. Mohon maaf jika mengecewakan. He he he .... Mohon pengertiannya yang banyak yah semua.")


....


Beberapa waktu berlalu. Mila akhirnya selesai melakukan adegan panas dengan si ketua geng. Dan, sebagai imbalannya, dia mengetahui apapun yang ingin dia ketahui dari si ketua geng. Termasuk, soal kakaknya yang mengalami kecelakaan.


Tentunya, Mila semakin membenci Jesika ketika dia tahu kalau Jaka mengalami kecelakaan karena menolong Mila. Diapun semakin mengutuk Jesi setelah mengetahui hal tersebut.


Sementara itu, Jaka yang kini berada di perkampungan sudah bisa menguasai diri. Berkat bantuan si cantik jelita anak ketua kampung, dia bisa sedikit lebih baik meski masih mengkhawatirkan keadaan Jesika.


Dia pun sudah bisa bercerita pada si cantik apa yang sebenarnya telah terjadi sebelum mereka mengalami kecelakaan. Si cantik yang baik hati mendengarkan semua cerita Jaka dengan sangat antusias. Sesekali, dia memberikan anggukan pelan. Atau juga tanpa sadar, tangannya memegang tangan Jaka hanya untuk menenangkan hati pria itu.


"Oh ya, siapa nama kamu? Jika aku boleh tahu." Gadis itu berucap lembut sambil tersenyum.


"Aku ... Jaka."


Perkenalan yang hangat. Di sela-sela kecemasan yang Jaka alami, dia juga bisa merasakan kehangatan yang membuatnya merasa tenang.


Untuk Jaka sendiri, ternyata dia hanyut cukup jauh. Jika ingin kembali ke rumahnya, Jaka membutuhkan waktu dua hari perjalanan. Entah kenapa? Meski merasa cemas akan keadaan Jesika, tapi Jaka tidak ingin memaksakan diri untuk pulang secepatnya. Ditambah larangan dari tuan rumah, dia semakin yakin untuk tetap tinggal di situ beberapa saat lagi.

__ADS_1


...


Vidio panas Mila ternyata menyebar dengan cepat di internet. Salah satu anak buah yang usil, ternyata sengaja memasukkan vidio itu karena merasa kesal atas penolakan Mila yang tidak ingin dia ajak melakukan hal yang sama dengan yang Mila lakukan dengan bos mereka.


Alhasil, Mila langsung terkenal di masyarakat karena kelakuan kotornya. Vidio nya menyebar, Mila terus dihujat oleh para ibu-ibu. Apalagi, ibu-ibu yang tinggal satu jalan dengan Mila saat ini.


Plak! Plak! Plak!


Tiga tamparan hangat Emily berikan untuk Mila. Sungguh, gadis malang yang merasa dirinya tidak salah itu langsung menatap tajam ke arah sang mama yang sudah menamparnya.


"Apa kamu sudah benar-benar gila, Mila!? Bisa-bisanya kamu mencoreng nama baikmu sendiri. Kamu .... " Emily tidak punya kata-kata untuk dia ucapkan. Karena sangking kesalnya, dia sampai kehabisan kata-kata untuk diucapkan.


"Kenapa mama malah menyalahkan aku, Ma!? Ini semua karena salah Jesika. Salah mama juga yang tidak ingin membantu aku menyingkirkan Jesi dari rumah ini sejak dia masih kecil. Coba saja mama singkirkan dia saat dia masih bayi, hidup anak mama tidak akan jadi seburuk ini."


"Lancang kamu, Mila! Berani-beraninya kamu menyalahkan mama atas kesalahan yang kamu buat sendiri."


"Ini memang kesalahan mama. Kesalahan papa yang terlalu baik jadi manusia. Main pungut anak orang. Jangan-jangan, itu anak haram papa dengan perempuan lain. Mama saja yang bod- oh. Mau papa bohongin."


"Mila!"

__ADS_1


__ADS_2