
"Apa pengakuanku tidak layak dijadikan sebagai bukti? Katakan sekarang juga, pak Dimas! Jangan buat aku berubah pikiran. Aku masih waras dengan ingin mengakui semua ini. Sungguh, apa yang sedang terjadi sangat menyiksa aku sekarang. Jangan buat aku kehilangan kewarasan sehingga aku memilih bunuh diri di kamar ini."
Manusia itu memang sangat rumit. Tidak mudah dipahami, juga tidak sulit untuk dimengerti. Terkadang, sekuat tenaga membela diri agar terhindar dari kesalahan yang sudah diperbuat. Namun, juga bisa langsung berubah pikiran setelah rasa bersalah itu menggerogoti hati dan perasaan.
Ungkapan Sesilia barusan membuat pak Dimas dihujani dengan seribu perasaan bingung. Tidak tahu harus melakukan hal apa saat ini, karena dia sedang diserang oleh penyakit dilema. Harus setuju, atau menyelidiki dulu. Takutnya, ini hanya tipuan. Itulah yang sedang pak Dimas pikirkan sekarang.
"Nyonya ... apa ... apa nyonya yakin dengan apa yang Nyonya katakan barusan? Nyonya sungguh ingin melakukan apa yang Nyonya katakan tadi?" Pak Dimas berucap dengan sangat hati-hati supaya tidak menyinggung hati Sesilia.
Seselia langsung mengangkat wajahnya untuk melihat pak Dimas. "Aku sudah membulatkan tekad, pak Dimas. Aku akan menyerahkan diri ke polisi. Akan aku akui semua kesalahan. Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahan yang telah aku perbuat."
"Meskipun itu tidak akan mengubah keadaan. Jona tidak akan sembuh karena aku tidak bisa menemukan di mana istrinya berada. Tapi setidaknya, rasa bersalah yang aku rasakan tidak akan terlalu dalam menyiksa hatiku."
__ADS_1
"Jona ... aku mama yang egois, Nak. Tidak bisa membuat kamu bahagia, tapi malah merenggut kebahagiaan yang sudah kamu dapatkan. Maafkan mama, Jona. Papamu benar, mama tidak layak jadi seorang mama buat kamu. Karena mama terlalu memikirkan diri mama sendiri."
Sesilia terus bicara sendiri tanpa menghiraukan keberadaan pak Dimas. Hatinya yang terluka, mungkin sekarang baru terasa. Setelah dikucilkan, setelah kehilangan kasih sayang dari keluarga, dan setelah apa yang dia pikirkan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Setelah itulah Sesilia baru sadar akan kesalahan yang telah dia perbuat.
....
Sesui dengan apa yang Sesilia inginkan. Dia dibawa ke kantor polisi hari itu juga. Di sana, dia mengakui semua yang telah dia perbuat pada Jesika. Pengakuan itu membuat beberapa pertulimbangan yang sebelumnya polisi berikan, langsung dilenyapkan. Dan Sesilia pun di masuk ke dalam sel sebagai tersangka atas pembunuhan berencana.
Sementara itu, hasil dari pengakuan Sesilia semakin memperberat hukuman Mila. Karena dalang utama dibalik kejahatan itu adalah Mila. Otak pembunuhan berencana sepenuhnya ditumpahkan pada Mila.
Dan karena kasus itu, geng hitam bisa dibekuk semuanya. Preman yang telah lama menjadi incaran polisi, kini sudah berhasil ditangkap. Dari anak buah, hingga sampai ke ketua geng sekalian. Semuanya telah pupus tanpa ada satupun yang tersisa.
__ADS_1
Karena hal tersebut, ketua geng hitam menyalahkan Mila. Dengan dendam yang sangat besar, dia ingin membuat Mila membayar apa yang sudah menimpa dirinya beserta semua anak buah.
"Akan aku buat kau membayar mahal semua ini, perempuan sialan!" ucap ketua geng ketika mereka pertama masuk ke dalam sel tahanan.
Mila yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya di menundukkan kepala. Dan, apa yang ketua geng itu katakan ternyata benar adanya. Ancaman itu bukan hanya sekedar ancaman, melainkan, sungguh benar-benar terlaksana.
Entah bagaimana caranya, setelah beberapa hari ancaman itu si ketua geng ucapkan, Mila mulai mendapat perlakuan buruk dari teman satu selnya. Dia di siksa setiap hari. Dipukuli dengan keras oleh beberapa teman yang tinggal di dalam sel tersebut.
Bahkan, Mila juga jarang bisa menikmati makanan yang dia punya dengan baik. Karena setiap kali waktu makan tiba, dia selalu menerima sisanya saja. Atau bahkan, tidak ada makanan sama sekali yang bisa dia makan.
Tubuhnya yang langsing, kini sudah kurus kering akibat keadaan itu. Yang lebih memprihatinkan lagi, di sekujur tubuhnya terlihat memar akibat bekas kekerasan.
__ADS_1
Karena hal itu juga, dia diasingkan dari sel yang sebelumnya dia huni. Sekarang, dia tinggal di sel sendiri. Namun, saat mama Jona masuk ke dalam penjara, mama Jona ditempatkan di satu sel yang sama dengan Mila.
Awalnya, mereka berdua langsung saling tatap. Sama-sama kaget dengan apa yang mereka lihat. Mila terkejut, tapi sekaligus bahagia. Karena akhirnya, mama Jona yang sudah bekerja sama dengan dia, kini ikut masuk ke dalam penjara. Sedangkan mama Jona, dia kaget karena melihat Mila yang sangat-sangat jauh berbeda dari yang dia kenal sebelumnya.