Suamiku Sakit Mental

Suamiku Sakit Mental
*Episode 62


__ADS_3

Sebisa mungkin, papa Jona melakukan segala mac bujukan agar Jona mau luluh. Dan pada akhirnya, usaha itu berhasil juga. Jona melemah ketika mendengar kalau papanya ingin bicara tentang Jesi.


Sementara itu, para pelayan yang lain bergegas membawa dua pelayan yang sepertinya sangat menyedihkan karena perlakuan yang sadis dari Jona segera meninggalkan kamar tersebut. Dan, papa Jona memberi kode buat Dana untuk memberikan Jona sebuah penenang agar dia bisa tenang selama beberapa saat.


Sementara itu, ketika dua pelayan di keluarkan dari kamar Jona. Para pelayan berpas-pasan dengan mama Jona yang baru tiba ke tempat tersebut.


Alangkah kagetnya Sesilia saat melihat kedua pelayan yang sedang terluka. Perasaan ngeri pun menyusup ke dalam hatinya saat ini.


Sesilia pun mempercepat langkah kakinya menuju kamar Jona. Saat tiba di kamar tersebut, Jona sudah pun tenang karena pengaruh obat yang Dana berikan. Dia sudah terbaring lelap di atas ranjangnya.


"Ada apa ini, Pa? Apa yang sudah terjadi di sini, Ha?" Sesilia langsung bertanya karena rasa penasarannya yang terlalu tinggi.


Saat pertanyaan itu papa Jona dengar, dia pun langsung mengangkat wajahnya untuk melihat sang istri. Dengan tatapan tajam penuh dengan marah, papa Jona melihat ke arah Sesilia.

__ADS_1


"Puas kamu sekarang, Ma? Kamu sudah berhasil merusak hidup anakmu untuk yang ke dua kalinya. Bahagia kamu sekarang, Sesilia! Bahagia kamu, bukan!?"


Pertanyaan dengan nada tinggi papa Jona layangkan. Sesilia yang ada di depan pintu hanya bisa menatap sedih sekaligus takut dengan nada tinggi yang suaminya berikan barusan.


"Pa .... "


"Cukup sandiwara mu, Sesilia! Cukup! Aku sudah muak dengan semua sandiwara yang kamu mainkan. Obsesi gila mu untuk menguasai hidup putramu kini sudah terpenuhi. Jadi, selamat atas usaha yang sudah berhasil kamu jalankan dengan hasil yang sangat baik, Sesilia!"


"Papa ngomong apa sih, Pa? Mama tidak melakukan apapun. Semua yang mama lakukan untuk putra mama itu semua yang terbaik. Mama .... "


"Aku menyesal telah menikah dengan perempuan seperti kamu dulunya, Sesilia. Andai aku menikah dengan orang yang tepat, mungkin hidup anakku tidak akan tersakiti seperti ini." Papa Jona berucap lagi. Kini, nada ucapannya bukan hanya bernada sedih, tapi juga penuh dengan penyesalan.


Tentu saja hal itu sangat melukai hati Sesilia. Bagaimana tidak? Suami yang sudah hidup bersamanya selama puluhan tahun, kini mengungkapkan ungkapan penyesalan secara terang-terangan di hadapannya hati istri mana yang tidak sakit.

__ADS_1


Dengan mata yang berlinangan, Sesilia menatap suaminya.


"Apa yang barusan kamu katakan, Pa? Kamu menyesal telah menikah dengan aku. Bisa-bisanya kamu bilang aku bukan wanita yang tepat untuk kamu nikahi. Ingat, Pa! Aku sudah menemani kamu selama lebih dari dua puluh tahun. Dan anak yang kamu maksud itu adalah anakku. Jadi, bagaimana bisa kamu bicara seperti itu padaku, Pa? Bagaimana bisa?"


"Tentu saja aku bisa karena aku sudah tahu semuanya tentang kamu. Kamu bukan mama yang baik untuk Jona. Dia begitu terluka sekarang. Kamu selalu menjadi perusak kebahagiaannya. Itu semua kamu lakukan karena kamu pikir, apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik. Sampai-sampai, kamu melakukan segala cara untuk membuktikannya. Benar begitu, bukan?"


"Tidak, Pa. Aku tidak begitu. Aku .... "


"Cukup, Sesilia! Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu apa yang sudah kamu lakukan selama ini. Kamu sudah menyakiti Jesika. Kepergian Jesi adalah ulah kamu. Aku akan buktikan kejahatan yang sudah kamu perbuat. Dan, akan aku kirim kamu ke penjara agar kamu tahu, bagaimana rasanya sendiri."


Sontak saja, ucapan itu langsung membuat mata Sesilia membelakak. Dia kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak? Barusan, dia mendapat ancaman yang mungkin akan jadi kenyataan. Suaminya sendiri akan mengirim dia ke tempat yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ini adalah mimpi buruk yang sungguh luar biasa.


"Pa .... "

__ADS_1


"Aku tidak akan memaafkan kamu jika kesalahanmu terbukti benar, Sesilia. Aku akan memberikanmu hukuman yang berat. Tidak hanya menjobloskan kamu ke dalam penjara. Aku juga akan menceraikan kamu dengan talak yang mungkin tidak akan bisa membuat kita bersama lagi."


"Karena kamu adalah perempuan yang sungguh bukan seperti manusia. Kamu tidak pantas jadi mama untuk Jona."


__ADS_2