
Jesi pergi dengan hati yang sedikit tenang. Ucapan papa mertuanya mampu membuat dia merasa sedikit terbebas dari rasa sakit yang mama mertuanya buat.
Sementara itu, di restoran tempat di mana makan malam akan diadakan, Jonathan sedang menanti kedatangan istrinya dengan tidak sabar. Semua telah dia siapkan dengan sangat baik. Malam ini, dia akan melamar sendiri perempuan yang sangat berharga dalam hidupnya saat ini. Perempuan yang dia anggap obat dari semua luka yang dia punya sebelumnya.
Jona tersenyum lebar. "Malam ini, akan jadi malam yang sangat membahagiakan buat kita, Je. Aku akan lamar kamu dengan romantis malam ini," ucap Jona terus mempertahankan senyumannya.
Jona melihat cincin berlian yang sangat indah di depannya. Dia tersenyum. Cincin berlian yang sengaja dia tempah beberapa waktu yang lalu. Di desain sebegitu cantik agar Jesika merasa kalau dia begitu spesial bagi Jona.
Cincin itu dibuat dengan permata hijau tua. Mengkilat di bawah sinar lampu dengan ditambah beberapa permata putih. Jona menciptakan cincin itu karena dia tahu, Jesika suka dengan warna hijau tua.
Itu dia ketahui ketika dia membuka ponsel usang yang sudah dia hancurkan, lalu dia minta orang memperbaiki ponsel itu bagaimanapun caranya. Karena dia tahu, Jesi begitu sedih saat dia menghancurkan ponsel tersebut. Ya meskipun ponsel usang itu tidak kembali seperti semual, tapi semua data dan semua file yang ada di dalamnya bisa diselamatkan dengan seutuhnya.
Malam ini, Jona juga akan memberikan Jesi hadiah berupa ponsel yang sudah dia perbaiki itu. Sebisa mungkin, dia akan membuat wanitanya merasa bahagia. Demi kebahagiaan Jesi, apapun akan dia lakukan.
__ADS_1
Di sisi lain, mama Jona dan Mila sedang ngobrol hal serius di samping rumah. Sepertinya, mereka sedang membahas sesuatu yang besar sekarang. Semua pelayan di larang datang ke tempat tersebut dengan alasan, mama Jona ingin menenangkan pikiran setelah pertengkarannya dengan sang suami.
"Kamu yakin kalau orang-orang ini bisa kita andalkan, Mila?" Mama Jona berucap sambil memandang lekat wajah Mila.
"Tentu saja, Tante. Aku bukan hanya yakin, tapi sangat yakin malahan. Mereka semua adalah orang yang bisa kita percaya. Selain kerjanya bagus, mereka juga sangat setia. Mereka bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia. Pokoknya, kita aman jika bekerja sama dengan mereka." Mila berucap mantap penuh dengan keyakinan.
"Bagus sekali kalo begitu. Kita akan pakai mereka untuk menjalankan rencana yang kita punya. Tapi ... apa mereka bisa bergerak cepat? Aku tidak ingin terlambat soalnya."
"Terlambat? Maksud tante?" Mila agak kebingungan dengan apa yang mama Jona katalan barusan. Dia menyipitkan matanya meminta mama Jona menjelaskan kata-kata yang sudah membuat hatinya bingung barusan.
"Aku tidak ingin Jesi bertemu Jona malam ini, Mila. Jika itu terjadi, publik akan bertanya-tanya siapa Jesika sebenarnya. Malam ini, Jesi harus segera menghilang supaya mereka tidak jadi bertemu di tempat umum."
"Tapi ... sekarang kita sudah tidak punya waktu lagi. Jesi sudah pergi, mungkin sebentar lagi, dia dan Jona akan saling bertemu di restoran yang sudah Jona siapkan." Mama Jona berucap dengan nada putus asa. Sepertinya, dia sudah pasrah karena merasa tidak punya kesempatan lagi untuk menghalangi pertemuan Jesi dengan anaknya di tempat umum.
__ADS_1
Berbeda dengan mama Jona, Mila malah tersenyum manis. Sepertinya, apa yang menjadi masalah buat mama Jona, tidak berpengaruh buat Mila.
"Tante tenang saja. Untuk itu, aku jamin kalau orang yang kita punya bisa melakukan dengan cepat. Tante tahu, mereka siap dua puluh empat jam menjalankan tugas dari aku. Jadi, mereka akan bergerak secepat mungkin ketika aku perintah."
Ucapan itu seketika membuat wajah mama Jona cerah. Matanya berbinar karena sangat senang.
"Benarkah apa yang kamu katakan, Mila? Kalau begitu, lakukan sekarang juga! Jangan sampai kita terlambat."
"Soal uang, kamu jangan cemas. Berapapun yang mereka minta, aku akan berikan. Asalkan, rencana yang kita punya berjalan lancar tanpa ada hambatan. Dan tentunya, dengan hasil yang sangat memuaskan." Mama Jona berucap lagi dengan penuh semangat.
Mila pun melakukan apa yang mama Jona katakan. Dia segera menghubungi orang-orang yang sebelumnya sudah dia siapkan untuk menyingkirkan Jesika secara diam-diam.
Meskipun mamanya tidak mengizinkan dia melenyapkan Jesika, tapi Mila tetap berniat melakukan hal tersebut. Karena bagi Mila, Jesika adalah masalah besar yang tidak akan pernah berakhir jika tidak ia musnahkan untuk selama-lamanya dari atas muka bumi ini.
__ADS_1
'Maafkan aku, Ma. Aku tidak bisa mendengarkan apa yang mama katakan. Karena Jesika harus tetap dilenyapkan. Dia adalah masalah besar bagi aku. Karena itu, walau mama melarang, aku tetap akan melakukan apa yang menurut aku benar.'
'Menyingkirkan Jesika adalah hal paling benar menurut aku, Ma. Karena itu, aku akan melakukannya. Meskipun mama bilang, mama harus menjaga wasiat dari papa.'