
"Nadia sampai kapan kamu akan melajang? Lihatlah teman-teman sebayamu bahkan sudah menikah semua, bahkan mereka sudah memiliki anak. Kamu kapan?" ucap Rahma sang ibu sambil membereskan pakaian yang berserakan di lantai kamar sang anak.
Nadia yang baru bangun dari tidurnya, mendengar omelan sang ibu hanya bisa menutup telinga.
"Mamih apaan sih? Pagi-pagi udah bahas nikah aja, emang gampang?" ucap Nadia yang kemudian menenggelamkan kepalanya di bawah bantal.
"Habisnya kamu dikenalin sama yang ini ga mau, sama yang itu ga mau, mau cari yang gimana lagi?" ucap sang ibu sambil duduk di pinggiran ranjang.
"Nih yah ada satu lagi yang mau mamih kenalin, dokter anaknya sopan ganteng lagi, mau ya Mamih kenalin?"
Melihat tak ada jawaban dari Nadia, Bu Rahmapun memukul pantat Nadia. "Kamu denger mamih ga sih?"
__ADS_1
Nadiapun seketika bangkit dari tidurnya. "Mamih apaan sih? Berhenti ya jodoh-jodohin aku emang aku kambing apa?" ucap Nadia sambil beranjak ke kamar mandi.
Melihat itu Rahma pun hanya menggelengkan kepala dan menghela nafas. Entah harus bagaimana lagi diusianya yang sudah 25 tahun Nadia sepertinya enggan untuk menikah.
Nadia Ayu Sediya gadis cantik yang memiliki hidung mancung, mata bulat serta bulu mata yang lentik, bibir tipis nan sensual dan juga wajah yang lonjong membuat parasnya seperti gadis berdarah indo-latin. Padahal dirinya tidak memiliki darah blasteran.
Nadia sepertinya tidak pernah menargetkan menikah ada dalam tujuan hidupnya. Bukan tanpa sebab Nadia tidak ingin menikah, melihat ibunya yang 2 kaki gagal dalam pernikahan membuatnya tak bisa mempercayai laki-laki.
Rahma tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dan bersanding dengan cinta pertamanya yaitu Toni Rahadi. Toni Rahadi duda beranak 2 merupakan pemilik Rahadi Group pengusaha sukses yang memiliki Mall di berbagai daerah di negara ini.
Rahma yang saat itu hanya berprofesi sebagai karyawan swasta dinikahi oleh seorang pengusaha membuat hidupnya dan hidup Nadia seketika berubah tak pernah kesusahan dan memikirkan lagi bagaimana hidup mereka dari bulan ke bulan yang hanya mengandalkan gaji sang ibu dari pabrik.
__ADS_1
Meski begitu Nadia tak ingin menggantungkan hidupnya pada ayah tirinya. Saat kuliah ia tetap menjalankan kuliahnya dijalur beasiswa karna tak ingin merepotkan ayahnya. Alasannya karna ia sudah dewasa ingin mandiri dan bagaimanapun Toni adalah ayah dari orang lain ia hanyalah anak sambung.
Sempat ia mempercayai dan menjalin sebuah hubungan dengan seorang laki-laki tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecawaan. Hubungannya kandas karna perbedaan tingkat sosial. Meski sang laki-laki pujaan sangat mencintai Nadia namun apa daya laki-laki itu tidak bisa memperjuangkan cinta Nadia di hadapan keluarganya.
Kini Tak sedikit laki-laki yang jatuh hati padanya, bagaimana tidak wajahnya yang cantik dengan tinggi semampai dan juga kepribadian yang baik terhadap orang lain membuat laki-laki tertarik padanya. Akan tetapi sikapnya yang cuek dan jutek terhadap laki-laki membuat mereka mundur teratur.
Bahkan untuk menjalin hubungan saja sepertinya tidak pernah terpikirkan oleh Nadia.
Rahma hanya bisa mengelus dada merasa bersalah pada anaknya, karna kegagalan dalam rumah tangganya Nadia banyak mengalami kejadian yang tidak seharusnya ia alami. Sepertinya Nadia trauma dan takut pada pernikahan.
Mungkin jika dulu ibunya tidak salah memilih jodoh Nadia tidak akan seperti ini.
__ADS_1