Takut Menikah

Takut Menikah
Jadi Perawan Tua


__ADS_3

Nadia kini sudah rapi dengan rambut panjangnya yang dicepol mengenakan setelan kaos dan celana jeans panjang tak lupa jaket levis membuat penampilannya semakin menawan.


Nadia turun dari tangga menuju meja makan, terlihat semua anggota keluarga sudah duduk di meja makan dan menyantap sarapan mereka.


Toni sebagai kepala keluarga duduk di kursi utama, di pinggirnya ada Rahma dan Dyo si bungsu. Sementara disebrang Rahma ada Lyla putri kedua Toni dari mendiang istrinya dulu Prasmita Andini yang meninggal karna serangan jantung.


Lyla Putri Rahadi merupakan siswi kelas 2 Menengah Atas di salah satu sekolah elit dikota B****. Lyla ditinggal ibunya ketika ia berusia 6 tahun, usia dimana anak sangat membutuhkan kasih sayang ibu, itu juga membuat dirinya terguncang dan sangat kehilangan, sehingga Awalnya ia tak menerima pernikahan kedua ayahnya karena takut dengan ibu tiri yang jahat dan merebut kasih sayang ayah seperti yang teman-temannya katakan. Namun setelah merasakan kasih sayang yang tulus dari Rahma ia seperti menemukan kasih sayang yang selalu ia rindukan mendiang sang ibu Prasmita. Sehingga kini bahkan Lyla menjadi anak yang sangat manja terhadap ibunya.


Nadia mengambil posisi duduk di samping Lyla. "Pagi semua". Ucap Nadia membuat semuanya kompak menjawab salam Nadia.


"Nadia kamu udah rapih mau kemana?" tanya Rahma sambil menyuapi Dyo.


"Mau balik Mih, udah kelamaan disini kasian anak-anak disana?" jawab Nadia sambil mengoleskan selai kacang pada rotinya.


"Yah, padahal Mamih mau ngenalin kamu sama anak temen Mamih yang dokter itu loh." Nadia hanya asyik dengan kunyahannya.


"Bohong tu mih, itu pasti cuma alesan buat ngindarin permintaan mamih." Sela Lyla membuat Nadia langsung menatap Lyla dengan tatapan tajam.


"Lagian sampe kapan sih kamu ngindarin terus, umur kamu itu udah lebih dari cukup untuk seorang perempuan." Rahma masih telaten menyuapi Dyo dengan sarapan nasi goreng.

__ADS_1


'Yaelah dibahas lagi' gumam Nadia.


"Iya kak jangan kelamaan entar jadi perawan tua loh." ucap Lyla sambil tersenyum mengejek kakaknya.


"Apaan sih dek pagi-pagi gini ngibarin bendera perang ya? Lagian orang tua lagi ngomong nyaut aja." Melihat Nadia menatapnya tajam seketika membuat Lyla menunduk sambil mengulum senyum takut-takut sang kakak marah.


"Lagian ya mih, artis aja diumur segini tuh masih pada lajang happy-happy, gak pusing-pusing mikirin nikah, agnes monica aja belom mau nikah nikah." ucap Nadia sambil memutar bola matanya.


"Perawan tua itu apaan sih mih?" pertanyaan Dyo membuat Nadia kembali memutar bola mata sambil menghela nafas.


"Nanti kalau Dyo udah besar Dyo akan tau." Jawab Rahma sambil mengelus kepala Dyo. "Iya itukan artis ngejar karir, nah kamu apaan?"


"Mih, liat tuh Kak Nadia! Kerudung aku kan jadinya rusak." ucap Lyla dengan wajah yang cemberut sambil membenahi kerudungnya.


"Kamu yang mulai." Balas Nadia balas Nadia sambil memelototkan matanya.


"Udah-udah jangan berantem didepan makanan famali." Rahma berusaha menengahi.


"Pih ngomong dong, nasehatin ni anak satu dari tadi mainin itu mulu udah Mamih bilang di meja makan ga boleh ada hp." Kesal dengan sang suami karna dari tadi hanya asyik sendiri.

__ADS_1


"Ini tablet mih, bukan hp. Tanggung ini lagi liat bursa saham buat persiapan lelang pasar saham besok. Lagian udahlah Nadia udah dewasa biarkan dia memilih jalan hidupnya kita hanya perlu mendoakan saja agar jodohnya didekatkan." Nasihat Toni yang tatapannya masih tertuju pada tabletnya sambil menghabiskan kopinya membuat Rahma hanya bisa menghela nafas tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan untuk putrinya.


'Yes, akhirnya ada yang belain juga.' gumam Nadia sambil mengepalkan tangannya tanda gembira.


"Udah ya Nadia mau siap-siap berangkat, keburu siang males panas." ucap Nadia yang kemudian menghabiskan jusnya dan beranjak dari kursinya.


"Kak, tunggu-tunggu anterin dong! Udah telat nih." ucap Lyla sambil buru-buru menghabiskan sarapannya.


"Ogah ya kan ada Mang Diman." ucap Nadia sambil memanyunkan bibirnya.


"Ntar macet, kan pake motor lebih cepet, tungguin ya.." Ucap Lyla dengan senyum manisnya sambil beranjak dari kursinya berlari menuju kamarnya.


"Ogah ya tadi aja ngejek-ngejek ngajak berantem sekarang ada maunya aja manis-manis." ucap Nadia yang kini duduk di sofa dan memakai sepatu sketnya.


...


Setelah mengantar Lyla Nadia kini sedang mengendarai motornya menuju kota B****** . Kini ia sedang bergelung dengan pikirannya sendiri memikirkan percakapan tadi pagi di meja makan.


'Apa iya ya gue bakalan jadi perawan tua, gue gini juga kan bukannya ga mau. Tapikan nikah itu ga bisa buru-buru gitu aja. entar kalo salah pilih jodoh terus gagal gimana? Gue kan maunya menikah sekali seumur hidup.'

__ADS_1


__ADS_2