Takut Menikah

Takut Menikah
Nyesel Minta Maaf


__ADS_3

Pasien sudah memasuki x-ray tube sementara dr.Arga berada di ruang kontrol dihalangi dinding kaca untuk mengamati proses jalannya test. 30 menit berlangsungnya test, dr.Arga keluar ruangan membawa data hasil test, sementara pasien dibawa oleh perawat ke ruang rawat.


"Lang, kita ke ruangan gue." ucap dr.Arga pada Elang yang nampak menunggu di depan ruangan test bersama Nadia.


Elang dan Arga memang merupakan teman akrab sedari kecil dikarenakan ayah merekapun bersahabat sedari dulu. Jadi bukan tidak mungkin apabila mereka terlihat sangat akrab dan tidak canggung satu sama lain.


Arga, Elang dan Nadia berjalan menuju poli ahli bedah saraf. Terdapat beberapa ruangan sampailah di ruangan bertuliskan dr. Arga Bagaskara Sp.BS mereka masuk ke ruangan dan duduk ditempat yang telah disediakan. Arga membuka dan menunjukan lembar hasil x-ray.


"Ini hasil dari CT-Scan." Ucap Arga


"Gimana hasilnya Ga?" ucap Elang.


"Hasilnya menunjukkan terjadi pembengkakan dari gumpalan darah di sebelah sini, itu yang menyebabkan Om Toni koma." jelas Arga sambil menunjuk pada gambar berbentuk tengkorak di bagian kepala belakang.


"Ini adalah ukuran normal, tetapi pada kasus Om Toni terlihat ini membesar dan mendekati otak kecil jika dibiarkan dapat menyebabkan kelumpuhan. Maka kita harus melakukan operasi kraniotomi atau yang disebut bedah otak untuk mengeluarkan gumpalan darah tersebut." Jelas Arga sambil menunjukkan dua foto x-ray.


"Jika itu yang terbaik lakuin aja, gue percaya sama lo." Raut wajah khawatir terlihat jelas pada wajah Elang.


"Gue bakalan jadwalin operasinya besok pagi. Jadi lo kalian ga perlu khawatir semoga semuanya lancar." ucap Arga


"Amin." ucap Nadia sementara Elang hanya termenung.


"Dah selesai gue sekarang harus visit lagi trus pulang." ucap Arga sambil beranjak dari kursinya, Nadia pun beranjak dari kursinya dan mengusap pundak Elang agar tersadar dari lamunannya.


Mereka bertiga keluar dari ruangan, Arga dan Elang berbincang sementara Nadia menunduk sambil meremas tangannya.


'Gue musti minta maaf, tapi gimana bilangnya ya. Duh gimana ini?' gumam Nadia dalam hati.

__ADS_1


"Ehmm.. Dok." Panggil Nadia membuat keduanya menoleh. Nadia kemudian menunduk masih meremas-remas tangannya.


"Dok, saya minta maaf karna tadi udah salah sangka dan kasar sama dokter. Saya benar-benar ga sengaja." Ucap Nadia sementara Arga hanya berwajah datar tanpa menoleh lagi pada Nadia.


"Hemm." Hanya satu katu yang di ucapkan Arga.


"Lang, gue permisi musti visit lagi." ucap Arga sambil menepuk pundak Elang dan berbelok ke arah jalan lain.


Nadia hanya menatap punggung Arga yang berlalu begitu saja tanpa menghiraukan dirinya.


"Kak, kayaknya dr.Arga marah banget ya, dia gak maafin aku ya." Nadia menunduk matanya mulai berkaca-kaca.


"Dia pasti maafin kamu kok, tenang aja dia emang orangnya kayak gitu, cuek. Udah yuk." Bujuk Elang yang menenangkan Nadia kemudian menggenggam tangannya.


Di ruang rawat, Nadia dan Elang berada kini.


Drrttt.. drtt.. drrrt..


"Hallo" ucap Nadia


"..." Nadia terlihat cemas meremas rambutnya lalu mengusap wajahnya dan menghela nafasnya kasar Elang hanya mengkerutkan dahi dan memperhatikan perubahan mimik wajah Nadia bertanya-tanya


"Oke kakak kesana sekarang, kamu tenang aja kakak kamu pasti bebas. oke?" ucap Nadia


"..." Nadia menutup teleponnya dan bergegas membereskan ransel kecilnya.


"Kenapa Nad?" Tanya Elang

__ADS_1


"Ada masalah di bengkel, kakak bisa gak telepon kak Brian dia masih di B******* gak? Aku mau minta tolong." Ucap Nadia sambil berlalu ke kamar mandi.


Elang berdiri dan mengikuti Nadia kini ia menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Iya tapi masalah apa? Kamu jangan bikin kakak khawatir."


"Haris ditahan katanya ada yang mau nipu, Haris ga bisa nahan diri, jadinya sekarang dia dituduh penganiaayaan." Nadia sedikit mengeraskan suara karena sedang membasuh wajahnya kemudian mengeringkannya dengan handuk kecil yang tersedia setelah itu keluar dari kamar mandi.


Nadia meraih ranselnya yang berada di sofa dan mengenakannya. Nadia menghampiri Elang dan mencium punggung tangannya.


"Aku berangkat dulu ya." ucap Nadia.


"Ga mau dianter sopir?" tanya Elang khawatir


"Ga usah biar cepet".


"Ya udah hati-hati ya." Ucap Elang sambil mengusap rambut Nadia. Nadia pun berangkat meninggalkan ruangan. Elang pun membuka ponselnya dan menghubungi seseorang.


Nadia berjalan terburu-buru sambil sesekali berlari-lari kecil. Tiba-tiba


Dukk..


Nadia menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul di persimpangan koridor hingga terjatuh. Saat keduanya bangkit ternyata yang ditabraknya adalah dr.Arga.


"Maaf dok, maaf saya terburu-buru." Nadia meminta maaf sambil mengatupkan tangannya dan menggosok-gosok.


dr.Arga menepuk-nepuk tangannya dan bajunya untuk membersihkan diri karena jatuh.

__ADS_1


"Isshh. Kamu tuh ya. Makanya kalo jalan liat-liat" dr. Arga berlalu sambil masih menepuk-nepuk pakaiannya. Nadia hanya mendelik kesal menghentak-hentakkan kaki dan meremas-remas tangannya gereget.


'Issshh.. jadi cowo rese banget sih. Nyesel gue minta maaf!" batin Nadia.


__ADS_2