Takut Menikah

Takut Menikah
Calon ibu mertua


__ADS_3

“Kenapa sembunyi”, Kata laki-laki itu menunduk melihat Karenina yang sedang berjongkok di balik meja front office.


“Farel, kamu bikin kaget aku aja”, katanya memanyunkan bibirnya. Farel terkekeh, dia mengeluarkan ponsel dari saku jacketnya ingin mengambil gambar Karenina dan mengirimkannya pada William.


“Kau mau apa?” Karenina dengan cepat mengambil ponsel Farel. “Jangan macam-macam yah”, katanya sok galak. Sampai hari ini, Karenina masih berfikir kalau Farel memang adalah seorang supir.


“Kenapa kamu ke sini, William nggak suruh kamu jemput aku kan?” katanya.


“Aku memang ke sini mau jemput kamu”, kata Farel.


“Jemput aku? Memangnya mau kemana?” Karenina menautkan alisnya.


“Nanti kamu juga akan tahu”, kata Farel lagi.


‘Farel mau bawa aku kemana, apa jangan-jangan William mau kasih kejutan. Tapi diakan lagi ada di luar kota, atau dia bohong kalau lagi di luar kota, tapi diakan tidak pernah bohong sama aku’.


“Nggak usah khawatir, kamu akan aman ikut sama aku”, Farel seolah bisa membaca kebingungan Karenina. Bagaimana tidak bingung kalau tiba-tiba seorang laki-laki yang mengaku sebagai supir mengajaknya pergi tanpa memberitahukan tujuannya.


“Aku nggak mau”, tolak Karenina dengan tegas. Di sana sudah ada Susi dan beberapa orang lain yang memperhatikan mereka. Farel dengan gaya celana jeans dan jacketnya berhasil membuat wanita-wanita itu tidak berkedip menatapnya. Mereka tidak tahu bahkan Karenina juga tidak tahu kalau Farel sudah menikah dan punya seorang anak.


“Kenapa, kamu takut?” Farel menarik sudut bibirnya, dia melihat Karenina sangat lucu dengan wajah setengah bingung dan setengah penasaran.


“Aku lagi sibuk, dan aku juga nggak mau ikut sama kamu. kalau kamu memaksa, aku adukan kamu sama William”, katanya sok mengancam. Farel malah terkekeh sambil geleng-geleng kepala.


“Sebenarnya aku mau minta tolong, kamu jelasin sama istriku kalau aku tidak selingkuh denganmu. Dia beberapa kali melihatku bersamamu, dia berfikir kalau kita ada hubungan yang serius”, bola mata Karenina membulat dengan sempurna, dia terkejut bukan main mendengar ada seorang wanita yang menuduhnya menjadi pelakor.


Farel sudah memasang wajahnya dengan mode serius, mencoba meyakinkan Karenina agar mau ikut dengannya.


“Aku nggak mau, nanti istri kamu tarik rambutku, terus cakar mukaku”, Karenina membayangkan adegan yang biasa dia lihat di sosial media di mana istri sah datang melabrak selingkuhan suaminya.


“Tenang saja, dia cuma mau bicara baik-baik sama kamu. Tidak akan menyakiti kamu”. Karenina memperhatikan wajah serius Farel, dia diam sejenak.


“Baiklah, tapi aku nggak mau ketemu di tempat sepi. Aku mau bicara di tempat yang ramai supaya kalau istri kamu ngamuk ada yang tolong aku”, katanya. Farel tersenyum penuh kemenangan.


‘Huh, akhirnya dia mau ikut juga’.


“Kamu beneran sudah punya istri”

__ADS_1


“Aku malah sudah punya ekor, satu”


“Kenapa nggak pernah cerita?”


“Kamu nggak pernha tanya”. Karenina menaggaruk kepalanya “Benar juga sih”, katanya


Farel membawa Karenina menuju sebuah ruang privat di sebuah restoran mewah. Karenina menahan tanga Farel saat laki-laki itu akan membuka pintu sebuah ruangan yang sudah di reservasi sebelumnya.


“Kenapa?” tanya Farel.


“Kenapa di sini, aku kan tadi bilang di tempat yang ramai”


“Berisik” katanya. Farel membuka pintu ruangan privat itu dan menarik lengan Karenina dengan sedikit paksa.


“Tante” sapa Farel pada wanita paruh baya yang sudah duduk dengan begitu anggunnya di salah satu sisi sofa yang ada di ruangan itu.


Wanita paruh baya itu berdiri melihat tamu yang dia tunggu sudah datang. Dia mendekati Karenina dan memutarinya, mengamatinya dari atas ke bawah lalu kembali dari bawah ke atas.


Karenina terkejut bukan main melihat wanita itu. ‘Jadi istrinya Farel itu Nyonya Mutiara, berarti mereka dong yang selingkuh. Astaga, William pasti akan kecewa kalau dia tahu ibunya selingkuh dengan supirnya sendiri’.


“Kamu yang namanya Karenina”, Mutiara mulai bertanya.


“Saya nggak ada hubungan apa-apa sama Farel”, Mutiara menautkan alisnya, dia melihat ke arah Farel, laki-laki itu hanya mengendikkan bahunya.


“Aku tunggu di luar ya” kata Farel meninggalkan Karenina dan Mutiara. Karenina menggeleng-gelengkan kepala seolah memohon pada Farel agar tidak meninggalkan mereka. Farel mengedipkan sebelah matanya pada Karenina dan keluar dengan senyum lebar.


“Silahkan duduk” kata Mutiara menunjuk salah satu sofa.


“Saya berdiri aja”, katanya masih takut.


“Saya nggak akan makan kamu”, kata Mutiara lagi. Karenina akhirnya duduk, dia duduk di sofa yang berlawanan dengan Mutiara.


“Sejak kapan kamu pacaran sama William?”


“Hah, anda tahu saya pacaran sama William. Saya nggak akan bilang kalau anda dan Farel….” Karenina tidak melanjutkan ucapannya, dia tahu sangat tidak sopan mengatakannya.


“Memangnya apa yang Farel bilang sama kamu?” tanya Mutiara.

__ADS_1


“Farel bilang kalau istrinya marah karena dia selingkuh, jadi dia minta saya untuk menjelaskan ke istrinya kalau kami tidak ada hubungan apa-apa. Saya dan Farel benar-benar tidak ada hub…”


“Jadi kamu fikir istri Farel itu saya?” Karenina hanya menunduk dan tidak menjawab.


“Dasar anak kurang ajar”, maki Mutiara.


“Saya mengajak kamu ketemu untuk membicarakan hubungan kamu dengan anak saya”, Karenina mengangkat kepalanya. Matanya dan mata tajam Mutiara yang menatapnya bertemu, Karenina kembali menundukkan kepalanya.


“Saya tidak tahu apa yang William sukai dari kamu, kamu terlihat sangat berbeda dengan kekasih William sebelumnya. Apa yang sudah kamu lakukan sama anak saya sampai dia tergila-gila sama kamu”. Karenina masih menunduk, dalam hatinya berharap William datang dan membawanya pergi dari hadapan ibunya seperti yang biasa dia lihat di drama.


Setelah bertemu langsung dengan Mutiara, dia jadi sangsi dengan sosok Mutiara yang dia tahu dari karyawan S&M. mereka selalu membangga-banggakan Nyonya besar S&M yang terkenal baik dan ramah. Semua itu berbanding terbalik dengan apa yang Karenina lihat sekarang.


Semua mungkin hanya pencitraan untuk menjaga nama baik perusahaanya. Padahal aslinya dia sama saja dengan Nyonya besar pada umumnya yang sombong dan arogan.


“Angkat kepala kamu, lihat mata saya dan jawab pertanyaan saya”, kata Mutiara lagi membuat Karenina semakin merasa terintimidasi.


“Sepertinya tidak ada gunanya bicara sama kamu seperti ini, saya akan lansung saja kalau begitu”, Mutiara berdehem membuat Karenina mendongak menatapnya.


“Berapa uang yang kamu minta sebagai ganti untuk meninggalkan William”, kali ini Karenina dengan berani melawan tatapan tajam Mutiara.


“Apa maksud anda”, kata Karenina. Suaranya tidak lagi bergetar, entah dia dapat dari mana keberanian yang datang tiba-tiba.


“Kamu jangan berfikir untuk menjadi bagian keluarga Anggoro, saya sudah tahu semua tentang kamu. saya yakin kamu mendekati anak saya hanya untuk uangkan. Saya akan memberikan kamu jalan pintas. Tinggalkan William dan kamu dapat uangnya. Bagaimana”


Tangan Karenina terkepal dengat erat, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapat penghinaan seperti ini.


“Dengar Nyonya yang terhormat, saya memang miskin jelek dan tidak seperti pacar William yang lain. Tapi saya juga masih punya harga diri, saya tidak akan menukar William dengan apapun”. Katanya dengan lantang.


“Apa kamu yakin tidak mau uangnya, William mungkin akan segera meninggalkan kamu begitu dia bosan, kamu akan rugi tidak mengambil uangnya”. Wajah Karenina sudah memerah, jika tidak ingat sopan santun dia mungkin sudah mencaci wanita paruh baya itu.


“Permisi”, Karenina memilih pergi dari pada meladeni Mutiara yang terus merendahkannya. Mutiara menatap punggung calon menantunya itu, dia lalu tertawa terbahak-bahak setelah Karenina menghilang dari pandangannya.


“Gadis yang lucu, pantas saja William jatuh cinta padanya”, katanya. Dia lalu merapikan dirinya dan ikut meninggalkan ruangan itu. 


*****


Aku sempat berfikir untuk tidak melanjutkan cerita ini karena jam pulang kerja yang tidak menentu, tapi komentar kalian seperti moodbooster buatku, jadi aku akan tetap melanjutkan ceritanya buat kalian yang masih menunggu kelanjutannya..

__ADS_1


I love you all, thank-you for your support 😘


__ADS_2