Takut Menikah

Takut Menikah
Ada Yang Nyariin


__ADS_3

Nadia telah sampai di kota tujuannya, ia menyalakan klakson motornya membuat salah seorang pegawainya membuka pintu garasi sehingga memudahkannya meletakkan kendaraannya.


Nadia turun dari motor memasuki pintu yang menghubungkan garasi dan bengkelnya. "Assalamu'alaikum"


"Wa alaikum salam, ah teteh kirain teteh ga akan balik lagi? ucap Winda salah satu pegawainya yang menghampiri kemudian berjingkrak memeluk Nadia.


"Kenapa ngarepin saya ga balik lagi?" ucap Nadia sambil tersenyum. Winda pun melepaskan pelukannya.


"Bukannya gitu teh, tapi teteh meni lama pulangnya tumben-tumbenan"


"Heem kemarin ada acara keluarga jadi agak lama, Sales ada yang nagih ga?" tanya Nadia sambil melepaskan jaketnya dan meletakkannya dikursinya kemudian duduk di meja kerjanya membuka laci memeriksa beberapa faktur.


"Ada teh, dari PDR tapi saya bilang nanti aja nunggu jatuh tempo soalnya tetehnya lagi ga ada." Jawab Winda sambil menghampiri Nadia menyerahkan sebuah buku "Ini daftar stok of name bulan ini."


"Emang PDR temponya kapan?" tanya Nadia.


"Hari ini katanya mau kesini lagi." ucap Winda


" Oh iya tolong telponin sales Felix ya pesen oli matic 0.8 L sama 1 L masing-masing 12 karton sama oli 4 tax super 15 karton."


"Iya teh." Winda beranjak dari meja kerja Nadia menuju kursinya di kasir dan melaksanakan apa yang Nadia perintahkan.


Nadia pun kini menghitung jumlah uang di kas, dan memisahkan beberapa sesuai jumlah tagihan faktur ditinggal selama 4 hari saja rasanya pekerjaan menumpuk.

__ADS_1


...


Waktu makan siang dan istirahat pun telah tiba beberapa pegawai bergantian beristirahat dan beberapa montir masih memperbaiki motor pelanggan.


Haris salah satu montir yang sekaligus sahabat Nadia dari SMA menghampiri Nadia dengan membawa secangkir kopi hitam ditangannya dan duduk di depan meja kerja Nadia. "Heh ngelamun kesambet loh." ucap Haris sambil mengusap wajah Nadia.


"Ih jorok banget sih, kotor tau." Nadia cemberut menepis tangan Haris.


"Ih mana ada, lagian udah cuci tangan juga, niih liatin." Haris membentangkan kelima jari tangannya di depan wajah Nadia dan ditepis kembali oleh Nadia.


"Gue lagi bete tau Mamih terus aja ngomongin nikah, pake acara-acara jodoh-jodohin segala lagi, nyebelin mana pada bilang perawan tua lagi." Nadia mengembungkan pipinya dan menidurkan kepalanya dibantali tangannya sementara Haris hanya tersenyum sambil menyeruput kopinya.


"Emang benerkan? Gue malahan heran sama lo selama 4 tahun disini gue kaga pernah tuh liat lo deket sama cowok. Jangan-jangan sekarang lo berubah jadi lesbian lagi." ucap Haris sambil menyalakan rokoknya. Nadia kesal memelototkan matanya dan memukul lengan Haris.


"Sembarangan lo gue normal tau."


"Kawin-kawin emang kambing, lo juga sama belom."


"Bedalah gua kan cowok langkah gua masih panjang. Dah jangan cemberut tu bibir udah mau ngalahin bebek aja, ntar cantiknya ilang"


"Bodo ah"


Haris hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat tingkah Nadia. Tak lama Winda datang membawa dua buah kantung keresek.

__ADS_1


"Pesanan dateng." ucap Winda sambil meletakkan keresek yang dibawanya. "Nih sirsak punya teteh, A Haris jeruk, ini mangga punya aku." Winda membongkar isi dalam keresek dan membagikan masing-masing satu bungkus nasi padang.


"Yang lain udah semua?" tanya Nadia.


"Udah semua teh."


"Disini makannya biar enak." Nadia membawa makanannya dan duduk dilantai diikuti oleh Haris dan Winda.


Kini mereka masing-masing menyantap makan siang mereka sambil saling melemparkan candaan.


"Oh iya teh kemarin ada yang nanyain teteh, orangnya cakep dari setelannya kayaknya orang kantoran." ucap Winda sambil mengunyah makanannya.


"Hem, siapa sales?" Nadia menoleh kepada Winda.


"Kayaknya bukan deh soalnya pake mobil, kalo ga salah namanya,,, Ariya."


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." Nadia tersedak hingga terbatuk-batuk membuat Haris segera memberikan sebotol air mineral.


"Makanya kalo makan pelan-pelan."


Nadia segera meneguk air tersebut tanpa henti hingga tinggal setengah lagi.


'Deg' Nadia menelan ludah kasar.

__ADS_1


"A-Ariya?"


...


__ADS_2