Takut Menikah

Takut Menikah
Hari pernikahan Karenina dan William


__ADS_3

Hari pernikahan tiba, rumah Anggoro sudah di sulap bak ballroom hotel. Karenina terlihat sangat cantik dengan gaun putih dan mahkota di kepalanya sementara William terlihat sangat tampan dengan jasnya.


Tidak lupa dengan teman-teman Karenina yang tampil mempesona dengan gaun indah mereka, juga ada Malik dan Rina dengan baju pasangan mereka yang elegan.


Rumah mewah itu di penuhi oleh tamu-tamu yang datang dari berbagai kalangan, relasi, karyawan S&M, keluarga dan masih banyak lagi. Karenina sengaja meminta pesta di adakan di rumah karena itu adalah pernikahan impiannya.


Orang-orang sudah antri untuk memberi selamat kepada sang pengantin, hingga saat giliran Stevi memberi selamat, dia harus kecewa ketika pelukannya di tolak William. Malu dan marah bercampur menjadi satu apalagi melihat Karenina yang tersenyum puas melihat adegan itu.


Setelah selesai menerima ucapan selamat dari tamu undangan, Mutiara meminta izin pada William untuk membawa Karenina berkeliling untuk mengenalkan menantunya pada semua koleganya. Karenina lalu ikut mertuanya itu untuk di perkenalkan secara umum.


“Sekolah di mana” tanya salah satu keluarga William. Karenina sungguh bosan mendengar pertanyaan itu, yang selalu keluarga atau kolega William tanya adalah hal-hal yang berhubungan dengan status sosial.


“Karenina hanya sekolah di dalam negeri, bukuan lulusan universitas bergengsi” Mutiara yang menjawab melihat Karenina meliriknya untuk bertanya apakah dia boleh mengatakannya. Dia takut jawabannya mempermalukan keluarga suaminya.


“Tapi” Mutiara ternyata belum selesai dengan jawabannya. “Dia adalah wanita yang bisa meluluhkan William, wanita baik yang di sayangi keluarga Anggoro. Kami tidak perduli dia sekolah dimana atau siapa orang tuanya, kami tidak butuh itu. Yang kami butuhkan adalah seorang wanita yang mencintai anak kami dan bukan harta kami.”


Jawaban Mutiara membuat wanita yang seumuran dengannya itu menelan ludahnya, dia bermaksud memojokkan Karenina mengenai status sosialnya yang berbeda jauh dari William. Tapi di luar dugaannya Mutiara akan membela menantunya itu.


Cerita tentang Karenina yang berasal dari kalangan biasa sudah menyebar di seluruh keluarga besar Anggoro. Merka semua sangat menyayangkan William harus menikah dengan wanita yang tidak sederajat dengan mereka. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakan kepada Sebastian dan Mutiara mengapa tidak menjodohkan saja anak mereka sehingga mereka bisa tetap menjaga kualitas keturunan mereka.


Kembali ke meriahnya pesta, Mutiara mengembalikan Karenina kepada William. Dia muak harus menjawab semua pertanyaan orang tentang asal usul menantunya.


Semua orang terlihat sangat menikmati pesta itu, makanan dan minuman yang berlimpah membuat semua orang punya banyak pilihan apa yang ingin mereka makan.

__ADS_1


Sampailah pada puncak acara dimana Sebastian naik ke atas panggung untuk memberikan sepatah kata untuk sang pengantin.


“Selamat malam semua, terima kasih sudah menyempatkan waktu kalian untuk menghadiri acara sederhana yang kami buat untuk pernikahan putra kami” Sebastian memulai kata-katanya.


“Pertama-tama, ijinkan saya untuk memberi selamat kepada penganti baru kita” ucapan selamat dari Sebastian di iringi riuh tepuk tangan dari para undangan.


“Semoga pernikahan kalian menjadi yang pertama dan terakhir, kalian akan saling menemani hingga maut memisahkan kalian. Untuk William, semoga akan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadapa keluarga” para tamu undangan dengan khidmat mendengar sambutan Sebastian. Tidak ada suara riuh yang terdengar.


“Untuk Karenina, menantu pertama keluarga Anggoro. Selamat datang di keluarga besar kami, sekarang kau sudah menjadi bagian dari S&M group. Kau adalah Nyonya muda keluarga Anggoro, kedepannya kau harus bisa menjaga sikap dan perilakumu yang mencerminta keluarga Anggoro. Lebih dari itu, terima kasih sudah mencintai anak kami, terima kasih mau menerinya menajdi suamimu dan juga terima kasih masih bertahan untuk semua yang sudah kau lewati. Ayah dan Ibu akan menjadi orang pertama yang berdiri di depanmu setelah suamimu jika ada orang yang berani menyakitimu” beberapa orang terlihat menelan ludahnya mendengar ucapan Anggoro. Mereka baru saja berniat memberi ucapan selamat datang kepada Karenina dengan cara yang sedikit ektrem, tapi mendengar ucapan Anggoro membuat mereka tidak lagi berani berfikir untuk melakukannya.


“Selamat untuk kalian berdua” lanjut Sebastian.


Di sisi lain, Karenina tidak kuasa membendung air matanya mendengar apa yang Sebastian katakan. Dia terharu, Sebastian bukan hanya mengakuinya di depan umum tapi sudah secara tidak langsung melindunginya dari orang-orang yang tidak menyukainya, terutama tante dan sepupu William.


Acara sudah memasuki foto bersama, semua keluarga besar kedua pengantin sudah berfoto ssecara bergantian. Sekarang tiba giliran teman-teman Karenina. William terlihat pasrah saja ketika Karenina dan teman-temannya mengajak berfoto dengan berbagai macam gaya yang unik.


Tidak lupa teman-teman Karenina dari Dimension, mereka semua sudah sejak tadi berebut untuk foto bersama pasangan penagntin itu.


Acara akhirnya selesai dengan sukses tanpa kendala apapun, tentu saja pelayanan dan pengamanan di cek langsung oleh Mutiara. Tentu tidak akan dia biarkan kesalahan sedikitpun terjadi di pesta anaknya.


Pengantin langsung menuju hotel yang sudah di sediakan untuk beristirahat sekaligus menikmati malam pertama mereka. Riuh gemuruh mengantar mereka ke dalam mobil yang akan mengantar mereka menuju hotel.


Karenina bersandar di bahu William, dia sangat lelah dansudah tidak sabar merebahkan dirinya.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di hotel tempat mereka akan menghabisakan malam pertama. William melihat Karenina yang lelah langsung saja menggendongnya masuk ke dalam lift. Dia masih menggendongnya hingga mereka masuk ke dalam kamar yang sudah di sulap bek kamar negeri dongeng.


“Wahh...” kata Karenina dengan takjub. Ini bahkan lebih indah dari apa yang dia bayangkan.


“Kau suka?” tanya William memeluk Karenina dari belakang.


“Suka” Kata Karenina mengangguk-agguk “Suka banget” sambungnya.


Karenina rasanya tidak tega merusak bentunk love besar dari mawar merah itu di atas tempat tidur. Dia bahkan berjalan sangat hati-hati agar tidak merusak lantai yang sudah di hiasi mawar merah.


“Will, kau bawa ponsel” William mengangguk dan mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.


“Foto aku” masih dengan gaun pengantinnya, Karenna mengambil berbagai gaya di atas termpat tidur dan William dengan setia mengambil gambar istrinya. Dia juga mau saja saat Karenina mengajaknya berselfie dengan latar tempat tidur yang sangat cantik.


“Kalau di pikir-pikir, ini adalah foto selfie pertama kita”, kata Karenina melihat dengan puas hasil jepreten William. Namun saat masih asyik menggeser-geser layar itu, William mengambil kembali pinselnya dan melemparnya ke sofa.


“Will...” Karenina tidak berkutik saat William mendorongnya hingga tubuhnya jatuh di atas tumpukan mawar merah.


“Willl, kau merusak nya” bukannya berhenti, William malah kembali mendorong Karneina saat wanita itu berusaha untuk bangun.dan yang sangat mebuat Karenina kesal, William menyingkirkan bunga-bunga itu begit saja hingga berjatuhan di lantai.


“Aku akan meminta orang membuatkannya lagi untukmu besok, sekarang bukankahkita harus menikmati malam pertama kita, istriku sayang.”


‘Ah iya, benar. Malam pertama’

__ADS_1


Karenina lalu tersenyum manis, dia mengalungkan lenagnya di leher William yang sudah berada di atasnya.


“Ayo.”


__ADS_2