Takut Menikah

Takut Menikah
Karenina di temukan?


__ADS_3

Ryan mengkerutkan keningnya ketika melihat orang yang Ririn temui. Ada seorang laki-laki dengan badan yang kurus, di belakang laki- laki itu ada seorang lagi yang berdiri. Laki-laki itu terlihat sangat sagar dengan badan tegap. Ryan tidak bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka karena mereka bica dengan bisik-bisik tapi dia bisa merekam gambar dengan jelas. Ryan lalu melihat Ririn mengeluarkan amplop coklat dari tasnya dan memberikan pada laki-laki kurus itu.


Sepertinya percakcapan mereka selesai saat laki-laki itu meninggalkan Ririn seorang diri. Dengan tenangnya, wanita itu menikmati secaking kopi yang baru saja di sajikan pelayan.


Melihat tidak ada lagi hal penting, Ryan segera keluar dari cafe itu dan bermaksud mengikuti laki-laki kurus itu dan bodyguardnya.


“Ada apa?” tanya William yang melihat Ryan buru-buru masuk dan melajukan mobilnya.


“Orang di depan itu, Saya melihat wanita yang masuk tadi memberika amplop yang saya yakin berisi uang kepada laki-laki yang ada di mobil itu” jelas Ryan dengan tergesa-gesa. Sementara itu, William yang sudah merasa mendapatkan titik terang menghubungi polisi dan mengatakan kalau saat ini dia sedang mengikuti mobil yang mencurigakan.


Tidak lupa juga William menghubungi orang-orang di perusahaan untuk melacak mobil yang sedang dia ikuti. Dia memberi perintah tegas agar jangan sampai kehilangan mobil itu.


Sementara itu Karenina yang berhasil melepas ikatan tangannya mencoba mengetuk-ngetuk pintu tapi tidak ada yang mendengarnya. Dia berteriak menangis meminta tolong tapi tetap tidak ada yang mendengarnya. Karenina jatuh lemas di belakang pintu. Sudah dua hari dia di kurung di tempat itu, pakaiannya juga sudah lusuh dan perutnya perih menahan lapar.


“Will... kau dimana, tolong aku” Karenina menekuk tubuhnya, dia merasa sangat kedinginan.


“Tante Rina, tolong lepaskan aku, aku takut, aku lapar... hiks hiks hiksss.”


Di rumah kontrakan, Merry dan Rara juga terus berdoa agar Karenina segera di temukan dan keadaannya baik-baik saja. Mereka tidak bisa bekerja, makan atapun minum sam sekaali. Mereka juga sama khawatirnya dengan William.


“Kira-kira Karenina ada dimana yah?” pertanyaan konyol Merry hanya di taggapi Rara dengan helaan nafas.


“Kalau benar Tante Rina yang melakukan ini, aku akan mendatangi dia di lampung. Aku akan bikin perhitungan sama dia” kata Merry lagi. Mereka terus berdiskusi dan bertanya-tanya siapa orang yang ingin menykiti Karenina.


Setahu mereka, Karenina bukan orang jahat yang judes yang suka menyakiti hati orang lain. walaupun kadang bicaranya asal, tapi itu hanya candaan yang tidak layak di masukkan ke dalam hati.


“Apa mungkin saingan bisnis Anggoro?” tebak Rara.

__ADS_1


“Kata Adhit, baru-baru ini ada perusahaan besar yang S&M kalahkan dalam tender besar. Mungkin mereka sakit hati dan menculik calon istri William untuk balas dendam” sambung Rara.


“Benar juga” Merry menanggapi, setuju dengan tebakan Rara.


“Tapi kenapa yang mereka culik Karenina, setahuku William punya adik perempuan. Kenapa bukan adik perempuan William yang mereka culik”


“Benar juga sih.” Merry dan Rara hanya bisa asal menebak saja. Mereka akan tahu siapa dalangnya saat Karenina sudah di temukan.


Situasi di gedung S&M sedang heboh melihat Sebastian kembali menangani urusan perusahaan, para pegawai bertanya-tanya di manakah sang Direktur Utama beserta asistennya. Apa mungkin dia di pecat Ayahnya sendiri. Tapi sejauh ini semua yang William lakukan sudah sesuai standar perusahann. Dia bahkan menaikkan omset perusahaan beberapa bulan terkahir. Jadi ke mana William.


“Mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan, aku akan kembali memimpin perusahaan. Kalau ada yang kalian butuhkan, kalian boleh mengatakannya langsung padaku” kata Sebastian dalam sebuah rapat darudat.


Perusahaan sebesar S&M tntu membutuhkan pemimpin dan tidak bisa di tinggalkan begitu saja, sementara William tentu tidak akan bisa duduk tenang di kursinya selama Karenina belum di temukan.


Tidak ada yang berani bertanya di mana William, Sebastian pun enggan mengatakan apa yang terjadi pada anaknya itu. Biarlah masalah hilangnya calon istri anaknya menjadi urusan keluarganya saja.


Di sisi lain, mobil yang William ikuti berhenti di sebuah rumah besar yang di jaga beberapa bodyguard. William bertanya-tanya apakah Karenina ada di dalam rumah itu, bagaimana keadaannya sekarang.


“Kalau memang kau yang melakukan ini pada Nina, aku pasti akan menjebloskanmu ke penjara” kata William dengan penuh amarah.


“Tuan, anda mau ke mana?” Ryan memegang tangan William yang akan keluar dari mobil.


“Menurutmu aku akan ke mana, hah. Aku akan masuk ke dalam rumah itu dan mencari calon istriku” seru William yang sudah tersulut amarah.


“Anda tidak lihat orang-orang itu, anda hanya akan terluka kalau berani masuk ke sana” kata Ryan dengan suara yang sangat memohon. Tidak mungkin mereka berdua bisa menang melawan orang-orang yang jumlahnya ada lebih dari sepuluh itu.


“Saya sudah menghubungi orang-orang kita, sebentar lagi mereka akan sampai” bujuk Ryan. Wiliam mengalah, dia menarik tangannya yang masih di pegang Ryan.

__ADS_1


Mereka terus mengawasi rumah itu, mereka yakin di situlah tempat Karenina di sembunyikan.


“Kemana mereka?” William berteriak tidak sabaran.


“Sebentar lagi, tuan” tidak lama, beberapa mobil berhenti tepat di depan rumah itu. Tanpa aba-aba, mereka menyerbu masuk ke dalam. Tidak butuh waktu lama, orang-orang William berhasil melumpuhkan semua bodyguard yang menjaga di depan rumah.


Melihat itu, William dan Ryan segera turun dan menrobos masuk ke dalam rumah di dampingi puluhan oramg yang tadi melumpuhkan para bodyguard di depan pintu.


Beberapa orang muncul entah dari mana, tapi kembali dengan mudah di lumpuhkan orang-orang William.


“Siapa kalian?” tanya laki-laki kurus yang tadi Ryan lihat duduk di cafe bersama Ririn.


Tanpa banyak kata, William mendekat dan menarik kerah baju laki-laki yang sudah pasti adalah boss para bodyguard itu.


“Di mana calon istriku” teriak William meninju perut laki-laki itu.


“Aku tidak tahu, siapa calon istrimu”


“Ryan, perlihatkan dia rekamannya” William mendorong tubuh kurus itu hingga terpental, dengan cepat dua orang William menariknya dan memegang tangannya.


“Anda di suruh wanita ini apa, kenapa dia memberikan uang pada Anda” Ryan memperlihatkan rekamannya dan membuat bos itu panik.


“Aku hanya di bayar, tolong jangan sakiti aku” katanya memohon agar William melepaskannya.


“Katakan dulu di mana wanita yang anda culik itu, baru kami akan melepaskan anda”


“Baik-baik, aku akan katakan”

__ADS_1


Bos mafia itu lalu menyebut sebuah tempat di mana Karenina di sekap. Orang-orang William membawa boss mafia itu mengikuti mereka sebagai petunjuk arah sekaligus sebagai sandra kalau dia berbohong.


Saat mereka keluar, polisi pun berdatangan dan mengamankan semua orang-orang yang sudah bertumbangan itu dan sebagian lagi mengikuti Willian yang akan menuju lokasi yang akan di arahkan oleh sang penculiknya.


__ADS_2