Takut Menikah

Takut Menikah
Aku Gak Mau Rusak Reputasi Kamu


__ADS_3

Di Polsek


Nadia sudah menyelesaikan permasalahan Haris. Haris sudah dibebaskan sementara 2 orang sales gadungan dari perusahaan Helix kini dituntut atas tindakan penipuan dan pemerasan.


Semuanya bermula dari kedatangan 2 orang yang marah-marah beralibi menagih hutang oli sebesar 25 jt karna Nadia dikatakan tidak membayar tagihan faktur. Winda dan Haris yang mengetahui Nadia tidak pernah berhutang merasa ada unsur penipuan bersitegang dengan sales tersebut. Haris beserta pegawai lain yang tidak dapat menahan emosi pun mengamuk dan mengeroyok korban. Hingga akhirnya dibawa pihak berwajib namun ternyata sales tersebut memutar balikkan fakta karna mengatakan bukti valid berupa beberapa struk faktur pembayaran dan surat-surat yang lainnya.


Berkat usaha Brian pengacara keluarga Rahadi semuanya telah selesai. Kini Nadia, Brian, Haris beserta pegawai lainnya berada di luar Polsek hendak pulang ke tempat masing-masing.


"Kak Brian, makasih ya berkat Kakak semuanya udah selesai. Maaf kalo udah ganggu waktu Kakak." Ucap Nadia sembari sedikit membungkukan badannya pada Brian. Mereka berbicara sambil berjalan menuju parkiran.


"Sama-sama, lagipula untung kakak masih disini. Gimana kabarnya Om Toni?"


"Papih masih koma besok pagi harus dioperasi." Ucap Nadia


"Kakak turut prihatin. Semoga semuanya lancar, maaf Kakak belum bisa kesana. Setelah urusan disini selesai Kakak kesana."


"Amiin.. Iya gak papa semua ngerti kok kakak sibuk."


Brian melihat jam tangannya. "Maaf ya, Kakak harus berangkat lagi." ucap Brian ketika telah sampai di mobilnya.

__ADS_1


"O iya. Gak papa duluan aja, sekali lagi makasih ya ka. Hati-hati di jalan" Nadia tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Brian.


Brian pun berangkat duluan menuju mobilnya kemudian melambaikan tangannya pada Nadia dan melajukan mobilnya pergi. Sementara Nadia bersama Haris dan kawan-kawan hendak menuju mobil Nadia yang terparkir agak jauh karna posisinya berada di ujung.


Tadi sebelum ke Polsek Nadia mampir ke bengkelnya untuk membawa berkas-berkas asli tanda kerjasama dengan perusahaan Felix sambil mengganti motornya dengan mobil karna Nadia yakin pulang dari Polsek pasti rame-rame.


Semua orang sudah naik mobil, saat Nadia hendak membuka pintu mobil tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.


Grep!


"Siapa laki-laki tadi?" ucap laki-laki itu.


"Kak Ariya?" Nadia kaget kenapa juga harus bertemu dengannya disini. Nadia berusaha melepaskan tangan Ariya namun Ariya mencengkram tangan Nadia begitu kuat sehingga Nadia kesakitan.


"Jawab dulu, siapa laki-laki tadi dan kenapa kamu bisa ada disini!" Ariya mempererat cengkramannya.


Melihat Nadia sedang kesulitan Haris dan kawan-kawan turun dari mobil langsung berjalan ke arah Ariya dan melepaskan tangan Ariya dari Nadia lalu mendorong kasar tubuh Ariya hingga terhuyung mundur beberapa langkah.


"Heh! lo jangan kasar dong sama cewek!" ucap Haris emosi sambil menunjuk sipelaku.

__ADS_1


"Ris, udah ga papa ini masalah gue. Lo tunggu aja di mobil." ucap Nadia berusaha memisahkan kemudian menepuk tangan Haris agar tidak terbawa emosi. Bisa berabe jika Haris emosi apalagi ini masih diarea kantor polisi. Baru aja keluar masa harus bermasalah lagi.


"Tapi Nad." Protes Haris namun Nadia mendorong Haris kembali masuk mobil.


"Udah tunggu aja, gue gak akan lama." Ucap Nadia sambil kembali lagi ke posisi Ariya.


"Ada yang berusaha nipu dibengkel temen-temen emosi akhirnya mereka diamankan disini dan laki-laki tadi adalah pengacara" ucap Nadia.


"Kenapa kamu gak cari aku?" tanya Ariya, namun Nadia hanya menatap heran dan diam tak menjawab.


"Udah dulu ya, aku mau pulang." ucap Nadia sambil berlalu dari Ariya.


"Nad, tunggu." Ariya meraih tangan Nadia menahan kepergian Nadia dengan tatapan sendu.


"Jangan kayak gini kak, nanti ada yang lihat. Aku ga mau rusak reputasi kakak." Nadia kembali melepaskan tangan Ariya.


Sebagai pengacara terkenal dari keluarga terpandang mudah bagi Ariya untuk dikenali. Nadia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan. Mengingat bagaimana Ibunya Ariya menghinanya membuat Nadia tidak ingin berhubungan lagi dengan Ariya. Saat itu Nadia masih belum resmi menjadi keluarga Rahadi, Ibunya Ariya mengatakan Nadia hanyalah perempuan rendahan yang hanya akan merusak reputasi keluarganya Ariya jika ia berhubungan dengan Ariya. Semenjak saat itu Nadia benar-benar menghindari Ariya.


Ariya begitu lesu mendengar penuturan Nadia, perkataan Nadia begitu menusuk. Ariya hanya bisa menatap sendu kepergian Nadia. Ariya menyadari apa yang ia dan keluarganya lakukan telah membuat luka yang begitu dalam untuk Nadia. Tapi egoiskah ariya jika ia menginginkan Nadia kembali. Ia benar-benar tidak bisa tanpa Nadia.

__ADS_1


Sudah ia coba menjalani hubungan pertunangan selama bertahun-tahun dengan Clara tapi nyatanya ia tetap merasa hampa, saat berhubungan dengan Clara ia seperti cangkang yang kosong, ia tetap tidak bisa melupakan Nadia. Hingga akhirnya Ariya memutuskan pertunangan bahkan saat kedua pihak keluarga mulai merencanakan pernikahan. Ia berharap semoga Nadia masih mau kembali padanya.


...


__ADS_2