TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Istri Bang Firman


__ADS_3

Kedua putrinya bang Firman di panggil kakeknya agar menjauhi ayahnya sendiri dan sorot tatapan kecewa terpancar dari mata ayah mertua nya itu.


"baiklah, seperti yang jelaskan bahwa saya adalah tetangga Bernat dan sekaligus kepala lingkungan yang sudah bertahun-tahun tinggal di sana.


Jika bapak ibu bertanya mengenai warga dan hartanya yang terlihat, saya mengetahuinya.


Kedua orangtuanya mereka ini hanya menikah secara siri, alasannya klasik karena tidak ada biaya untuk ke KUA, padahal cukup bayar tiga ratus ribu aja.


Alasannya sebenarnya bukan itu, tapi karena ayah mereka ini sudah punya istri yang Syah.


Sebagai pegawai negeri, tidak memungkinkan untuk pengajuan pernikahan nanti bisa ketahuan sama istri pertama.


Jadi atok mereka kasihan kepada almarhumah ibunya mereka, sehingga mereka tinggal di rumah atok mereka.


Itu bukan rumah atau harta orang tua mereka, tapi harta kakek dan nenek mereka.


Anak-anak kakek dan mereka ada empat orang, tiga perempuan dan satu laki-laki.


Anak pertamanya adalah almarhumah ibu mereka ini.


Kakek dan nenek mereka ini sudah memberikan warisan kepada anak-anaknya yang lain berupa pendidikan yang tinggi dan juga modal usaha serta rumah tinggal yang layak.


Karena Bernat dan Jepri adalah cucunya yang paling baik dan mulai, alhasil almarhum kakek dan almarhumah nenek mereka membuat wasiat.


Wasiat itu adalah memberikan rumah berserta lahan kosong dibelakang rumah itu yang merupakan satu sertifikat.


Diberikan kepada Bernat sebagai hadiah karena menjadi teman terbaik setelah anak-anaknya sukses.


Lalu om mereka yang bernama Bayu, serta kedua ibunya bernama Sinta dan Dian, menyetujui wasiat itu.


Mereka adalah waris pertama dari kakek dan nenek mereka ini.


Tidak ada harta lain selain rumah peninggalan kakek dan nenek mereka ini, jika ada tambahan harta yang lain milik Bernat dan Jepri, itu adalah hasil usaha mereka berdua.


Bernat dan Jepri adalah pengusaha muda yang kaya raya kok, iya gampang lah beli properti atau apapun itu yang mereka suka.


Apa yang dikatakan oleh suami kamu itu tidak benar, dan suami itu adalah manusia yang tidak bisa bersyukur atas hidmat dan rejeki yang telah diperoleh nya.


Sepeda motor butut suami itu, di beli oleh Bernat.


apalagi yang ingin kalian ketahui?"


Susana tiba-tiba hening setelah mendengarkan penjelasan dari pak Bima.


"Aulia.....

__ADS_1


bapak rasa semuanya sudah jelas, sekarang terserah kamu aja, bapak ngak salah kan membuat perjanjian pranikah itu?


Bapak sudah punya firasat yang tidak baik terhadap suami ini, Aulia adalah putri pertama bapak.


Bapak mengetahui banyak hal tentang mu, hanya menginginkan yang terbaik untukmu."


"terimakasih atas perhatian dan cinta kasih bapak, menjadi janda tidaklah membuat Aulia gentar pak.


Janin yang ada dikandung Aulia sudah berumur hampir tujuh bulan, dengan mengurus perceraian mungkin masih sempat lahir."


Sanggahan dari Aulia, istri pertama bang Firman.


Terdengar suaranya bergetar dan air matanya mengalir dari mata yang berkaca-kaca itu.


"bang Firman....


Mungkin masih banyak rahasia lain yang kamu sembunyikan, bahkan keluarga sendiri abang sangkal.


Mungkin saja nanti abang menyangkal kedua putri mu ini, dan juga anak yang aku kandung ini, dan saya tidak mengetahui apa lagi rahasia mu.


Mungkin saja kamu masih punya istri ketiga, yang harus menjadi beban ku.


Saya harus menggadaikan SK PNS ku hanya untuk modal mu membuka klinik hewan itu, walaupun tidak pernah menghasilkan apapun."


"sebentar kak, kakak bilang menggadaikan SK PNS untuk modal membuka klinik hewan. sementara ayah ku menggadaikan ruko yang menjadi klinik itu untuk modal klinik itu dan sisanya untuk menebus seseorang dari penjara.


Jika kakak ngak pernah menerima hasilnya dan demikian juga dengan saya, lalu hasil dari klinik itu untuk siapa?"


Istri kedua bang Firman memotong pembicaraan istri pertama nya, dan mereka sama-sama menatap tajam ke arah bang Firman.


Sementara bang Firman terdiam dan tidak sepatah katapun yang keluar dari mulut dokter hewan itu.


"jawab Firman....."


Kedua ayah mertuanya membentak Firman yang mendesaknya untuk memberikan keterangan.


Drrrt..... drrrt.......


Tiba-tiba handphone bang Firman bergetar, handphonenya yang diletakkan diatas meja dan dengan sigap kak Shela mengambil handphone itu.


"nama perempuan yang tertera di layar ini, tolong Bernat jawab panggilan ini, karena suara mu mirip dengan suara abang mu."


Pinta kak Shela, dan mereka berdua mendesak ku untuk menjawab panggilan itu.


Mengaktifkan loud speakernya dan terdengar suara perempuan yang panik.

__ADS_1


'gimana ini bang? Rado harus segera operasi, sudah dapat uang nya?


Istrimu yang kaya itu raya sudah mentransfer uang nya?'


'belum, ini masih membujuk nya.'


'cepat lah bang, kalau ngak sama istri kedua mu aja, si Aulia itu.


Aku lihat banyak emas perhiasan nya, ambil aja ntah berapa gitu, untuk jaminan anak kita di operasi.


Nantinya bujuk lah istri ketiga mu itu, kedua orangtuanya istri ketiga itu bodoh dan bisa di tipu.


Cepat bertindak bang, Rado segera di operasi. atau aku pake aja sisa dari penjualan anjing itu?


atau begini bang, aku jual aja beberapa anjing ras dari klinik abang itu, ada yang beli dengan harga tinggi?


karena abang ngak menjawab, terpaksa Rida bertindak, ini demi rado.'


tut....tut.....tut......


Sambungan telepon berakhir dan tatapan taj dari ayahnya kak Shela begitu tajam ke arah Firman.


"hebat kamu ya Firman, bisa-bisanya kamu mengatai ayahku orang bodoh.


Sekarang ini saya mintak cerai, saya tidak mau menjadi bank berjalan untuk mu dan anak mu yang lain itu.


Mulai besok kamu tidak bisa praktek di klinik itu, karena gedung itu milik ayahku dan peralatan nya adalah hasil menggadaikan ruko itu.


Kamu tidak pernah membayar cicilannya, itu aku bayar.


Rumah yang di kontrakan itu akan segera berakhir masanya, besok saya akan meminta kepada mereka untuk segera mengosongkan rumah itu, karena akan saya pakai untuk membuat gudang."


"jangan Shela, nanti istri dan anakku mau tinggal dimana?


Abang bilang itu rumah saya pribadi, dan meminta mereka untuk tinggal disana."


"pantas ya itu tidak pernah ada uangnya, rupanya untuk istrimu."


Sepertinya permasalahan semakin dalam dan berlarut ini, kapan lagi kami pulang. terlihat perdebatan ini semakin alot.


Kak Shela sudah bernada tinggi kepada bang Firman karena merasa di tipu dan di khianati.


"maaf sekali, ini sudah larut malam. saya, bang Jepri dan juga pak Bima kepala lingkungan kami dan rekan nya butuh istirahat.


Boleh kami pulang?"

__ADS_1


"ngak......"


Jawab kedua istrinya bang Firman secara kompak, sementara bang Jepri sudah mulai ngantuk entah beberapa kali bang Jepri menguap karena sudah ngantuk.


__ADS_2