TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Takut Jatuh Cinta.


__ADS_3

Setelah puas tertawa dan kemudian hening untuk sesaat.


"nanti perlahan-lahan kami akan mencoba untuk mencari solusinya.


Sekarang kita kembali ke urusan kita, antara pengacara dengan kliennya.


tapi sebelumnya itu, abang mau nanya nih sama mu dek.


apa benar kamu menyukai Risa? "


"Abang ini ikut-ikutan aja menggosip?"


"bukan gitu Bernat, cuman Tiara cerita sama abang.


Katanya kamu itu suka sama Risa, anak magang itu.


tapi sepertinya kamu mengalami hal sama seperti Tiara, trauma karena keluarga.


Cerita dong, siapa tau abang bisa bantu, ngak usah segan-segan gitu. dah kyak orang lain aja, katanya mengganggap abang sebagai abangnya sendiri."


hahahaha hahahaha hahahaha haha hahahaha haha haha hahahaha haha


Namanya pengacara pasti bisa dong memutar balikkan perkataan kita, ini dan seperti ini.


"iya bang, karena juga Bernat dah pernah curhat sama kak Tiara.


jujur ya, Bernat sudah menyukai Risa sejak pertama kali bertemu di rumah waktu itu.


Berdebar dan bergetar, itulah yang kurasakan dan semakin yakin kalau Bernat menyukai dan mulai mencintai nya.


Tapi....


Bernat takut jika...."


"jika seperti bapak mu dan juga abang-abang mu itu?"


Bang Jidan tersenyum ketika aku mengganguk dan memang itu membuatku kwatir, takut tidak bisa setia pada satu cinta.


Seperti yang dilakukan oleh ayah kandung Ku dan juga seperti ketiga abang-abang ku itu.


"jika seandainya itu terjadi, dan kesengsaraan akan menjadi malapetaka dan korbannya adalah istri dan anak-anak nantinya."


"Bernat..... Bernat.....


Kamu cukup yakin aja akan hati mu untuk mencintai satu perempuan yang akan menjadi istri dan calon ibu dari anak-anak mu.


Untuk kasus bapak mu ini ya, yang mengaku sebagai lajang dan berhasil menipu almarhumah mamak mu dan juga mendiang kakek dan nenek mu.


Untuk kasus ke-tiga abang-abang itu, para perempuan yang di yang dinikahinya itu adalah perempuan-perempuan bodoh.

__ADS_1


Tertipu dengan penampilan dan mau-mau aja karena uang.


Khusus kamu adek awak, bahwa sudah banyak orang yang tau kalau kamu itu benar-benar lajang.


Anak muda yang hebat dan luar biasa dan juga tampan tentunya.


Tidak ada keraguan bagi Risa, karena sudah melihat mu dan juga kinerja serta performa mu.


Tidak ada caca cela bagimu anak muda, dan juga kamu masih was-was terhadap diri mu sendiri.


Silahkan buat benteng diri seperti yang abang lakukan, yaitu perjanjian pranikah.


Untuk berjaga-jaga di masa depan, akan cinta dan juga buah hati kelak nantinya.


tenang.....


ngak usah galau seperti itu anak muda, Tuhan telah menganugerahkan pikiran, akal dan juga budi pekerti serta kecerdasan dan emosional untuk kita.


Katakanlah akan cintamu dan hadapi ketakutan mu, rasa takutmu itu muncul untuk membuat mu tidak berdaya.


Rasa takut itu adalah pilihan anak muda, dan kamu bisa melawannya dan membuat keputusan yang tepat untuk melawan rasa takutmu itu."


Seketika hanya bisa terdiam dan terhenyak akan semua penjabaran dari bang Jidan.


"dek Bernat harus berpikir pelan-pelan ya, jangan buru-buru mengambil keputusan karena ini masalah hati dan masa depan yang panjang.


Pernikahan bukanlah perkara gampang, menikah dengan seseorang yang kita cintai dan itu artinya kita harus menikahi keluarganya juga.


Kita sebagai laki-laki yang akan menjadi kepala keluarga dan harus siap menafkahi keluarga.


Terutama istri, harus siap memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya."


"terimakasih ya bang, karena sudah memberikan nasihat dan juga solusi.


ntar Bernat pikirkan pelan-pelan dan akan melawan rasa takut."


"mantap anak muda, baiklah kita kembali ke urusan kita ya.


Pertama sekali abang mau ucapkan selamat ya, karena usaha mu sudah berbentuk Perseroan Terbatas atau PT dan itu artinya usaha mu sudah berbadan hukum.


Ijin bangunan untuk pengembangan pabrik pengolahan daging halal sudah keluar dan semua administrasinya sudah kelar.


Dalam map ini semua izin-izin nya dan PT. BERNAT, siap melebarkan sayapnya.


Pabrik pengolahan mentega sudah siap untuk beroperasi dan yang paling luar biasa, bahwa para karyawan sudah tersedia tinggal pelatihan saja anak muda.


Pengaruh mahasiswa-mahasiswi itu memang luar biasa, dan kita siap melebarkan sayap."


"waouuuuu......

__ADS_1


Abang memang is the best, dan rencananya Bernat ingin membuka sayap di Lampung bang, karena bang Yusuf sudah menemukan lokasi yang cocok dan siap berinvestasi."


"iya Bernat, abang juga sudah tau dan karena itulah abang dan tim mempercepat semua kepengurusan perizinan.


Seperti curhatan ketiga adik-adik Mu, yaitu Togu, Riyan dan Juna.


Alangkah lebih baiknya untuk adek awak ini pindah sementara ke Lampung sampai semuanya disana rampung dan siap beroperasi.


Rumah yang ditempati sekarang buat aja jadi kantor utama administrasi."


"itulah yang ada dalam pikiran ku bang, dan tepat di sampingnya itu rencananya mau di buat kantor khusus untuk abang dan tim.


Karena adek-adek juga sudah punya rumah masing-masing dan sudah saatnya mereka mandiri."


"okey dan itu sangat luar biasa anak muda, abang kan sudah menandatangani perjanjian kerja sama kita, bahwa abang dan tim sebagai pengacara dan penasihat hukum PT.BERNAT.


Abang dan Tim, masih bisa kah mengambil klien lagi?"


"wajib dong bang, biar ada tambahan penghasilan, lagipula emangnya bisa pengacara menolak klien?"


Seketika itu juga bang Jidan memeluk ku dengan erat dan kemudian melepaskan pelukannya.


"terimakasih ya Bernat."


"sama-sama bang."


Berhubung karena sudah mengantuk dan kami memutuskan untuk istrihat.


Malam ini bang Jidan akan menginap disini, karena besok pagi kami langsung berangkat ke kantor untuk bertemu dengan bang Yusuf.


Di ranjang ini masih terngiang akan nasihat dan saran dari bang Jidan.


Kenapa aku harus takut akan seperti ayah kami dan juga abang-abang ku? itu mereka bukan aku.


Lagi pula Risa sudah menyatakan cintanya padaku, aku hanya perlu memastikan hatiku yang goyah ini.


Selama ini aku hanya memelihara rasa takut itu, takut kalau abang-abang tidak bisa melanjutkan kuliahnya dan sebagainya.


Benar kata mendiang bang Jepri, sudah saatnya untuk bahagia dan sesuai nasihat nenek bahwa harus menatap ke depan dan bukan ke belakang.


cinta harus dinyatakan, jangan disembunyikan dengan ketakutan yang tidak berwujud.


Mereka yang membuat ketakutan untuk menjalani hidup, dan ini harus di akhiri agar tercipta kebahagiaan.


Mereka hanya memikirkan diri sendiri, dan sudah saatnya bangkit.


Memulai hidup baru dan bahagia, dan harus bisa memberikan yang terbaik untuk hidup yang lebih baik.


Maju terus dan pantang mundur, jangan lupa bahagia.

__ADS_1


Risa....


Tunggu abang dek, dan semoga kita berjodoh.


__ADS_2