TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Tali Persaudaraan Yang Putus.


__ADS_3

Sudah dua minggu kami resmi menjadi suami-istri, tapi bang Jidan belum juga menikahi kak Tiara.


Semua itu karena adek-adek nya kak Tiara, dan pada akhirnya mereka berdua di gugat oleh bang Jidan atas persetujuan dari kak Tiara.


Merasa sudah lelah dengan perbuatan adik-adiknya dan pada akhirnya harus bertindak keras.


Mungkin karena berurusan dengan pihak kepolisian, dan pada akhirnya kedua adiknya kak Tiara menyerah dan mintak ampun.


Tapi kak Tiara sudah terlanjur sakit hati yang berkepanjangan dan emosi nya tidak terkontrol lagi.


Pada akhirnya melaporkan adik-adiknya dengan tuduhan penipuan dan penyerobotan hak orang lain.


Sering berjalan waktu dan pada akhirnya kedua adiknya itu ditetapkan sebagai tersangka, dan ternyata sudah ada korban lainnya yang ikut melaporkan kedua adiknya itu.


Semakin cepat penyelidikan terhadap kedua adik-adiknya kak Tiara, karena desakan korban lainnya.


Lima laporan atas kasus penipuan dan pada akhirnya masuk ke persidangan dan kak Tiara sudah tidak perduli lagi.


Entah dari mana ayahnya kak Tiara, mengetahui kalau kedua anak laki-lakinya sedang berhadapan dengan pihak berwajib.


Ayahnya memohon-mohon kepada Tiara, agar menolong adik-adiknya dan tidak juga di indahkan oleh kak Tiara.


Sempat ayahnya kak Tiara menyumpahi nya, dan mengatai kak Tiara manusia yang egois dan tidak punya hati nurani.


Seperti dulu lagi, bagi ayahnya kak Tiara. bahwa kedua anak laki-lakinya itu tidak pernah bersalah dan selalu menjadi prioritas nya, yang membuat kak Tiara muak dengan ayahnya.


Pada akhirnya ayahnya kak Tiara meninggal dunia setelah menyampaikan permintaan maaf nya kepada kak Tiara.


Sang ayah meminta maaf, karena selama tidak bisa berbuat adil terhadap nya.


Ternyata itu hanya siasat atau strategi ayahnya, agar kak Tiara membantu adik-adiknya lepas dari jeratan hukum.


Sudah ngak mempan lagi untuk kak Tiara, karena sudah hapal dengan skenario ayahnya.


Hembusan napas terakhirnya adalah permintaan maafnya dan meminta Tiara untuk tetap membantu adik-adiknya.


Tapi tidak lagi ada kata ampun dari kak Tiara, seperti pribahasa yang menyatakan.


Air susu dibalas air tuba, dan itulah yang dirasakan oleh kak Tiara.


Sudah terlalu sakit dan perih, akan perbuatan kedua saudaranya itu.

__ADS_1


Seharusnya kedua laki-laki nya itu yang menjadi tempatnya berlindung tapi malah sebagai parasit baginya.


Kak Tiara yang menyekolahkan mereka berdua hingga Sarjana dan sudah memberikan modal kerja, tapi malah menyakiti kak Tiara dengan cara yang sangat pedih.


Sebagai anak perempuan dan anak yang paling dalam keluarga, kak Tiara sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga Nya.


Kedua saudara laki-lakinya itu membuang ayahnya setelah mendapatkan harta warisan dan lagi-lagi Tiara yang mengasihi ayahnya.


Berkali-kali adik laki-laki nya membuat Tiara terluka dan menderita dan tetap di bela sang ayah dan kemudian sang ayah dibuang dan Tiara yang mengasihi ayahnya.


Cukup sudah semua yang dilakukan Tiara, dan akhirnya memutuskan tali persaudaraan terhadap keluarga sendiri.


Demikian juga dengan Ku, sudah tidak ada lagi rasa persaudaraan yang melekat dalam jiwaku.


Semuanya sudah pupus dan hancur berkeping-keping, cinta dan kasih sayang yang kuberikan dibalas dengan kehancuran dan kepedihan.


Damar di vonis hukuman mati, sementara Anggi, Firman dan ayah mereka di vonis hukuman penjara seumur hidup.


Sementara istri ayah mereka atau ibu tiri mereka dan adik tirinya di vonis mati, karena melakukan perencanaan pembunuhan.


Sama sekali aku tidak perduli, dan tidak akan pernah menolong mereka lagi demikian dengan anak-anak mereka dan keluarga-keluarga istri-istri mereka yang banyak.


Sudah ku putuskan tali persaudaraan terhadap mereka.


Lebih baik memelihara anjing daripada memelihara mereka.


Anjing di pelihara bisa membalas budi, tapi tidak dengan mereka yang pernah menjadi saudara Ku.


Tidak ada gunanya bersaudara dengan mereka, karena hanya penderitaan yang mereka datangkan.


Teramat sakit dan sakit itu sudah membekas di hati ini, pernah ku coba untuk memaafkan mereka tapi malah penderitaan yang semakin dalam dan semakin menyakitkan.


Mereka yang sebenarnya keluarga Ku, malah menjadi parasit yang sangat-sangat merugikan dan sangat membahayakan.


memang benar kalau darah lebih kental dari air, tapi tidak berlaku dengan persaudaraan Ku.


Malah orang lain yang tidak ada hubungan darah, tapi bisa menjadi saudara yang saling melengkapi dan saling melindungi.**


Pada akhirnya bang Jidan berhasil menikah dengan kak Tiara dan pesta ada yang meriah nan unik.


Membuat persaudaraan kami semakin erat satu sama lainnya.

__ADS_1


Bang Jidan dan kak Tiara sudah resmi menjadi suami-istri dan hal yang mengejutkan adalah bahwa ketika adik-adik akan segera menikah dengan sahabat-sahabat istriku.


Togu yang duluan menikah dengan Diana, di pernikahan Togu dan Diana, dan kabar bahagia juga menyertai keluarga kecilku karena sebentar lagi aku menjadi seorang ayah.


Iya.....


Risa sudah hamil tiga bulan, dan itu merupakan kebahagiaan bagiKu.


Lalu menyusul Riyan dengan Naura dan kemudian Juna dengan Ekavira.


Mereka menikah hanya berselang beberapa minggu secara berturut-turut.


Naura yang aslinya dari Palembang, dan orangtuanya Naura meminta mereka tinggal di Lampung.


Berhubung PT. BERNAT ada di Lampung dan aku menyerahkan pengelolaan kepada Riyan dan juga Naura istrinya.


Sementara Togu dan istrinya bertugas untuk mengelola pabrik pengolahan daging dan juga pengolahan keju dari susu sapi.


Untuk Juna dan dia tetap memimpin peternakan yang dibantu oleh istri nya.


Semuanya bisa terkontrol dengan sempurna, yang membuat peternakan semakin meningkat.


Tapi ada kabar dari kak Clara, istri pertama si Damar.


Clara lebih memilih menikah lagi dan meninggal anak-anaknya di panti asuhan.


Tapi aku ngak perduli, sebab mereka bukan lagi siapa-siapa ku, tekad ku sudah bulat untuk memutuskan tali persaudaraan kepada mereka-mereka yang pernah ku anggap sebagai saudara ku.


Anak laki-laki telah lahir di keluarga kecilku ini, aku mencium kening Risa sebagai tanda penguat dan ucapan terimakasih ku kepada nya karena telah berjuang untuk melahirkan anak kami.


Berjuang agar kami tetap bisa bersama-sama sampai menua nantinya.


Bahagia dan tidak ada rasa beban, memutuskan persaudaraan dengan mereka yang pernah aku anggap sebagai saudara.


Setelah memutuskan tali persaudaraan dan jiwaku semakin tentram.


Tidak ada lagi beban yang membuat terus-menerus terbebani dengan tingkah dan perbuatan mereka.


Bersama Tiara, istriku yang kucintai dan juga anak kami yang baru lahir dan bertekad akan mencintai keluarga Ku sampai hayat hidup ini.


Tidak akan kubiarkan siapapun yang menggangu anak dan istriku.

__ADS_1


Karena aku mencintai istri dan anak-anakku.


__ADS_2