
"Waouuuuu.....
Risa berujar dan memegang punyaku yang sulit aku kendalikan dan sudah tegak sempurna.
Lalu istriku bangkit dan melepaskan handuknya dihadapan ku, sekarang tubuh mungil nan indah itu sungguh membangkitkan gairahku.
Tidak bisa mengontrol diri lagi dan langsung aku rebahkan tubuh istriku dan berada diatas tubuhnya yang indah.
Cumbuan demi cumbuan dan itu membuatnya semakin menggeliat dan aku sudah tidak bisa menahan lagi.
Perlahan-lahan aku memasukkannya ke dalam punya istriku, awal susah karena terlihat Risa kesakitan dan pada akhirnya.
bluss.....
Masuk semuanya dan perlahan terasa ada yang mengalir, tapi karena sudah di atas puncak dan aku melakukannya.
ahhhhhh.......
Suara kami berdua secara bersamaan dan seluruh tubuh ku bergetar hebat dan ada kenikmatan yang luar biasa.
Perlahan-lahan aku cabut dan ternyata sudah penuh dengan darah yang agak kental, dan itu membuatku kwatir.
"sayang....
kok darah? apa ada yang sakit sayang?"
Risa malah tersenyum dan kemudian menarik tubuhku hingga wajah kami berdua berdekatan.
"bang sayang, Risa ngak apa-apa kok. itu namanya selaput dara keperawanan Risa yang berhasil aku persembahkan untuk suamiku tercinta.
Aku selalu menjaga kehormatan ku sebagai wanita untuk aku persembahkan kepada laki-laki yang menjadi suamiku dan itu kamu bang Bernat."
Seketika itu juga aku langsung mencium bibirnya yang ranum.
"terimakasih atas cinta suci sayang, dan terimakasih sudah menerima abang dengan kekurangan Ku.
I love sayang Ku."
Masih dalam keadaan tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh kami dan Risa tersenyum dengan begitu manis nya.
"kita bersih-bersih ke kamar mandi yuk."
"gendong..."
Pinta nya dengan begitu manja nya dan aku langsung menggendong tubuhnya ke kamar mandi.
Setelah membersihkan noda darah dan kami melakukan lagi di bathtub dan kemudian berlanjut ke ranjang.
Pada akhirnya kami berdua lemas dan sama-sama mencapai kenikmatan yang tiada tara.
__ADS_1
Istri ku menyandarkan kepalanya di dadaku dan keningnya menjadi sasaran untuk aku cium.
"Abang jago juga ya dalam permainan ranjang, sudah seperti ahlinya saja."
"semua itu terjadi begitu saja sayang, dan itu murni karena abang sangat mencintaimu dan ingin memberikan kepuasan untuk Mu."
"thank you sayang, dan Risa benar-benar puas dan lemas.
Abang luar biasa dengan rudal abang yang waouuuuu besarnya serta goyangan yang sempurna, membuat Risa merem melek bang."
Kami berdua sama-sama tertawa dan hanya Selimut tebal ini yang menutupi tubuh kami berdua.
"sayang....
kapan memesan hotel ini? dan siapa supir itu sayang?"
"ini semuanya ide adek-adek mu bang, mereka bertiga yang merencanakan semua ini untuk kita berdua.
Supir itu adalah pegawai abang juga, dan bertugas khusus untuk mengantar kita kemari.
berhubung juga supir itu adalah warga sini, dan sekalian pulang kampung.
Nantinya akan pulang bersama kita lagi, dan lusa."
"oh begitu...."
Dinginnya malam dan lelahnya tubuhnya setelah kenikmatan yang tergapai dan kami berdua tidur dengan berpelukan.**
"sayang....
bangun.... eh sayang.... bangun....."
Tiba-tiba saja Risa menarik tubuhku hingga aku berada di atas tubuh nya dan tangan nya yang nakal merogoh nya.
Memadu cinta lagi dan hanyut dalam kenikmatan cinta kami berdua, dan pada akhirnya kami terpuaskan dengan kenikmatan yang begitu dahsyat nikmat nya.
Bahkan kami melakukan ketika berada di kamar mandi dan akhirnya perut terasa lapar.**
Tiga malam dua hari, kami lalui sebagai suami-istri dan entahlah berapa kali kami bercinta dalam kenikmatan.
Kemudian kami pulang bersama supir yang tidak lain adalah pegawai ku sendiri.
Kali ini kami pulang berempat orang, karena supir yang masih muda itu membawa mama nya untuk tinggal di rumahnya di Medan.
Bermaksud untuk tinggal bersama karena hanya tinggal mama seorang diri di rumah masa kecilnya itu.
Mungkin lima jam dalam perjalanan dan kami langsung menuju rumah abang ipar, yaitu anak pertama dari bapak-ibu mertua.
Kami tiba di rumah itu sudah sore hari, lalu kami menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
Setelah basa-basi dan bercanda gurau, lalu abang ipar mengeluarkan uang dari tas ranselnya.
"Bernat dan Risa, inilah uang atau hadiah dari resepsi pernikahan kalian yang sangat meriah itu.
Luar biasa sekali, dari uang ini sudah di potong biaya-biaya lain saat resepsi pernikahan dan juga biaya lainnya.
Sekarang tersisa seratus sebelas juta rupiah lagi, dan untuk hadiah pernikahan lainnya masih berada di kamar ya.
hanya uang yang kami hitung, untuk membayar kekurangan keperluan resepsi pernikahan.
apakah kalian berdua keberatan?"
"kalau Bernat ngak keberatan sama sekali bang, saya berterimakasih kepada abang dan juga kakak yang sudah mengurus semuanya.
Terimakasih bang dan terimakasih ya kak, terimakasih atas semua bantuan nya.
Untuk sisa uang nya saya serahkan aja sama istiku."
Risa tersenyum seraya mengambil semua uang tersebut.
"bang sayang....
Risa ingin sekali memberikan hadiah kepada dua kakak ipar ku dan juga mama serta bude dan sepupu Ku.
Hadiah berupa kalung emas yang sama bentuknya dan sama gram nya.
Risa ingin membelinya dengan uang hasil dari resepsi pernikahan kita ini.
Karena mereka semua yang sudah bersusah payah dan penuh perjuangan untuk menguliahkan Risa dan selalu memberikan nasihat serta bimbingan."
"setuju, dan juga belikan sesuatu untuk ayah mertua ku ya.
Jika kurang maka pakailah kartu debit ini, pin nya tanggal saat abang melamar mu di hadapan bapak-ibu mertua ku."
Abang ipar dan istrinya tertawa melihat tingkah kami berdua, karena sudah seperti anak remaja yang sedang di mabuk asmara.
Lalu kami membuka hadiah-hadiah pemberian dari tamu undangan dan hadiah-hadiah merupakan peralatan rumah dan juga beberapa bakal kain yang sangat bagus dan berkualitas tinggi.
Karena itu adalah hadiah, maka kami membawa semua hadiah itu pulang ke rumah baru kami.
Togu, Riyan dan Juna. langsung sigap membantu kami untuk mengakut barang-barang tersebut ke rumah baru.
Sesampainya di rumah baru dan setelah meletakkan hadiah-hadiah di gudang, nantinya akan pergunakan secara bertahap.
Rumah sudah bersih dan rapi, semua itu adalah hadiah dari adek-adek untuk kami berdua.
Setelah adek-adek pulang dan kami lanjut menuju kamar pengantin kami yang sudah di rias oleh adek-adek.
Kembali kami memadu kasih di ranjang baru ini, dan kali ini Risa mengambil kendali.
__ADS_1
Katanya Risa mau mempraktekkan apa yang di baca nya di buku kamasutra.
Dari situlah aku tau, tentang ajaran buku kamasutra itu.