TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Sedikit Pencerahan.


__ADS_3

Masih terdiam di meja ini, sampai akhirnya pelayan kafe menyadarkan ku. ketika menyidangkan pesanan kami berdua.


Pesanan kami sudah tersaji dan segera ku teguk ice cappucino yang tersaji.


"bang Bernat...."


Suara yang familiar dan ketika menoleh sumber suara itu, dan ternyata adalah Risa dan Diana.


Entah apa yang di bisikkan oleh Risa kepada temannya itu, lalu Diana langsung menarik tangan Togu dan memilih meja yang agak jauh.


Risa langsung duduk dan kami berhadapan, lalu gadis cantik itu melambaikan tangannya ke arah pelayan.


"jus terong belanda nya, dua porsi dan jadikan satu porsi.


Es nya dikit aja, dan gula nya pisah ya, spaghetti bolognese satu, dan satu lagi udang saos asam manis ya."


Setelah pelayan itu mencatat pesanannya lalu pamit, ketika hendak minum dan Risa mengambil ice kopi itu dari tangan Ku.


"ngak boleh kebanyakan minum kopi bang, ntar aja abang minum jus terong belanda itu ya."


Ucapnya seraya menyeruput kopi itu dan tanpa merasa sesuatu yang aneh dan segan.


"itu sudah abang minum loh."


"kenapa emangnya bang? Risa yakin kok kalau dalam keadaan sehat."


Jawab nya dengan entengnya dan semakin menyeruput kopinya hingga habis setengah.


Semua permasalahan yang terjadi di rumah dan langsung hilang ketika melihat senyuman dari Risa.


"buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, itulah pribahasa yang tepat menggambarkan keluarga kami yang sekarang."


"memang sudah banyak hal yang Risa dengar dari bude tentang abang, dan itu sangat luar biasa menurut Risa.


Semua yang diucapkan bude memang benar adanya, dan bang Bernat adalah pria yang luar biasa.


tapi Risa ngak arti pribahasa yang abang maksud."


"kata orang-orang ya, sifat orang tuanya akan menurun ke anak-anaknya, sama seperti pribahasa yang barusan abang ucapkan."


"terus poin kemana ni bang? langsung aja bang, ngak usah berbelit-belit gitu."


Sebenarnya sulit untuk menjelaskannya, terlebih-lebih Risa adalah gadis yang aku sukai tapi tidak mungkin membuatnya dalam kebimbangan.


"ayah kandung itu punya istri lebih dari dua, atau mungkin lebih dari situ.

__ADS_1


itu artinya tidak ada kesetiaan dalam percintaannya."


"maksud bang Bernat itu, abang takut kalau melakukan hal sama gitu?"


"iya Risa, karena hal yang sama juga di lakukan oleh ke-tiga abang-abang Ku.


persis seperti arti dari pribahasa itu, jadi agak sulit untuk melangkah lebih ke jenjang berikutnya.


Jika tidak ada lagi kesetiaan dalam percintaan dan yang menjadi korban adalah anak-anaknya."


Seketika kami berdua terdiam, itu mungkin karena pesanan makanan sudah tiba meja kami.


"kita makan yuk, ntar kita sambung lagi obrolan kita."


Ucap Risa dan senyuman itu kembali menggetarkan hati ini.


Akhirnya ludes juga makanan yang kami pesan dan Risa menatapku.


"menanggapi peribahasa abang itu, sepertinya pribahasa itu ngak relevan lagi untuk saat ini.


Kita bahas dari buah terlebih dahulu ya, gini ni bang, secara otomatis buah itu akan jatuh karena adanya gaya gravitasi bumi.


dimana semua benda-benda akan di tarik ke permukaan, dan karena itulah kenapa kita bisa berpijak di dunia ini bang.


Bahkan sekarang buah itu di kasih penyangga agar tidak jatuh ke tanah, ketika sudah matang lalu di ambil kemudian jatuh ke pasar.


Ada cerita yang bermakna dari teman kuliahnya Risa.


Sepasang suami-istri yang telah dikaruniai anak laki-laki empat orang dan anak perempuan dua orang.


Ayahnya adalah pemuka agama yang di hormati oleh banyak orang, sementara sang ibu adalah tenaga medis yang di kenal baik sama warga.


Dua anaknya laki-laki menjadi buruh buronan dan satu anak perempuan jauh dari kehidupan normal dari kehidupan wanita bermartabat.


Jika memang seperti pribahasa abang itu, seharusnya anak-anak dari pasangan suami-istri itu adalah anak-anak seperti kedua orangtuanya.


Kita ngak harus berpatokan pada suatu keadaan tertentu.


Satu lagi ni cerita ya bang, sepasang suami-istri yang sudah memiliki empat anak, dan kemudian lahir lagi anak ke lima sementara keadaan keluarga sangat memperhatinkan dari segi ekonomi.


Kemudian dua anak dari keluarga itu di adopsi oleh keluarganya sendiri dari pihak laki-lakinya atau pihak suami.


Ngak terlalu kaya tapi berkecukupan lah, hanya belum di karuniai anak aja.


Setelah anak-anak itu dewasa, dan yang dinyatakan berhasil adalah anak yang adopsi.

__ADS_1


mungkin kategori keberhasilan anak, berbeda-beda dari segi persepsi seseorang.


Anak-anak yang di asuh oleh kedua orangtuanya, dan semuanya dinyatakan bandit lah.


Sementara anak-anaknya yang di adopsi, satu jadi tentara dan satu lagi menjadi dokter.


Bisa di ambil kesimpulan dari dua keluarga tersebut, bahwa didikan dan pola asuh serta kasih sayang dan juga faktor lingkungan.


Hal-hal tersebut bisa merubah pola pikir seseorang dan itu membuat adanya perbedaan.


Ada yang berhati malaikat dan juga ada kebalikan nya.


Cocok abang rasa?"


"Risa....


pulang yuk, mama ku dah ngomel aja nih. katanya mau arisan di rumah."


Diana yang berteriak memanggil Risa dan datang bersama Togu, membuat kami berhenti ngobrol.


Akhirnya kami putuskan untuk pulang bersama, sesampainya di rumah dan lega serta beruntung karena tamu yang tak di undang itu sudah pulang.


"kesal banget sama perempuan itu bang?"


"kesal karena apa Riyan?"


"perempuan itu teriak-teriak di depan rumah, kalau hak suaminya di tahan sama abang, untung ada pak Bima, kalau ngak dah habis itu jadi makan siang angkatan perang kira."


"angkatan perang? maksudnya apaan Riyan?"


"habis jadi santapan anak adopsi nya Togu, karena pak Bima, makanya perempuan itu selamat."


"ceritanya gimana sih?"


"ketika tadi abang sama Togu pergi lagi, nah perempuan itu berteriak-teriak dan mengatai abang sebagai orang yang rakus dan tamak.


karena kesal akan teriakan nya, akhirnya angkatan perang kita, Riyan lepas dan langsung mengejar perempuan itu.


langsung dikeroyok dan hampir di lumpuhkan oleh si jagoan itu.


Pak Bima teriak untuk menyudahi para jagoan, dan para jagoan masuk lagi ke belakang.


Lalu perempuan itu dinasehati oleh pak Bima dan warga yang lain tadi.


kesal bang, orang mau tidur siang di ayunan bawah pohon dan dia teriak-teriak kyak orang kesurupan yang memakai pengeras suara."

__ADS_1


Begitulah ocehan dari Riyan, yang mengoceh ketika melihatku sampai di dapur dan aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman.


Seperti itulah keluarga ku saat ini, random dan susah untuk di jelaskan yang membuat kepala ini pusing.


__ADS_2