TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Pengalaman Yang Ngeri Dari Keluarga.


__ADS_3

Mengingat sekilas dari masa lalu, karena keterbatasan ekonomi sehingga mendiang bang Jepri tidak mendapatkan perawatan medis yang membuatnya berkebutuhan khusus.


Sementara mendiang kakek dan nenek, juga membutuhkan uang untuk membiayai pendidikan adek-adek mama.


Sementara ayah hanya memberi nafkah yang hanya bisa membeli lima kilogram beras setiap bulan nya.


Sementara ada lima anak dan satu istri yang harus diberi makan, uang segitu bisa sampai mana.


Setelah kelas tiga SD dan aku berinisiatif untuk membantu kakek kerja di peternakannya untuk membantu mama membiayai abang-abang sekolah dan juga biaya hidup.


Bersama kakek dan nenek, kami sudah bisa mengerjakan peternakan karena saat itu belum banyak ternak.


Sementara mama hanya bisa menjual telur di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Telur dari kandang dan hanya perlu mengembalikan modalnya kepada kakek tanpa untungnya.


Semua itu agar peternakan berjalan sebagaimana mestinya, karena ekonomi keluarga bergantung dengan peternakan.


"heii, kok melamun?"


Bang Antoni menegur ku, disela-sela lamunan yang teringat ke masa lalu.


"ngak bang, hanya teringat aja dengan sikap ayah kita di masal lalu."


"emangnya kepahitan apa yang terjadi?"


"banyak bang, Bernat dan almarhum bang Jepri tidak di akui oleh ayah kita itu sebagai anak kandungnya.


Kami berdua adalah anak tanpa ayah, biasanya disebut sebagai anak haram."


"bukan hanya kamu dan almarhum abang mu, tapi abang juga. akta kelahiran ku juga tanpa ayah.


Tapi setelah mama meninggal dunia, dirinya datang mengaku sebagai ayah kandung ku agar mendapatkan warisan dan tabungan mama.


Hebat kan?


Tapi tidak sepersen pun aku berikan, dan akhirnya dia datang mengogroti ku dan juga kakek sampai akhirnya meninggal.


Bagi pria laknat, uang adalah segalanya dan tidak peduli dengan korban Nya.


Harus ada korban dulu, agar dia berhenti untuk membuat kerusuhan dan itu pun hanya bersifat sementara.


Pria laknat itu akan datang lagi dengan strategi dan taktik yang barunya.


Itulah sebabnya abang dan kakak ipar mu pindah ke Lampung ini."

__ADS_1


Sama dengan Ku, bang Bernat harus pergi meninggalkan ku untuk selamanya dan sempat berhenti menyerang ku dan akhirnya datang lagi.


"tapi bang Antoni hanya menghadapinya kan?"


"enak aja, anak-anak ayah mu dari istri-istrinya yang lain datang menggugat rumah kakek nenek.


Kalau ngak salah namanya Damar, Anggi dan beberapa orang anak lainnya yang lupa siapa namanya."


"haaa......"


Aku sangat terkejut kalau Damar dan Anggi ikut mengogroti nya, seperti yang mereka lakukan terhadap ku.


"Damar, Anggi dan Firman. adalah saudara kandung ku, kami itu satu ibu dan satu ayah.


Hanya mereka bertiga yang di akui oleh ayah sebagai anak kandungnya karena selalu menjadi juara di sekolah."


"serius......"


"serius bang Antoni, mereka bertiga ngak beda dengan ayahnya itu.


mereka bertiga juga melakukan hal yang sama kepadaku.


Sejak SD dan sampai sekarang Bernat sudah bekerja keras untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bang.


Mama kami meninggal saat Damar lulus fakultas kedokteran.


Abang tau apa yang paling sakit?


Ketika mereka sudah menjadi dokter, atas keringat Bernat, mendiang bang Jepri dan juga Nenek.


Mereka bertiga tidak mengakui kami sebagai keluarga nya, dan bahkan mempermalukan kami di rumah sakit ketika nenek sakit keras waktu itu.


Kami di katai nya sebagai orang yang mengenal mereka, agar mendapatkan pelayanan ekstrak karena Damar waktu itu menjadi dokter umum di rumah sakit.


Istilahnya ajang punya orang dalam, agar nenek mendapatkan perlakuan spesial.


Namun ada lagi sakit yang lebih parah, kesehatan nenek menjadi drop ketika mereka bertiga ingin menjual rumah nenek beserta lahan peternakan yang tidak seberapa itu.


Akhirnya nenek meninggal dunia, dan ternyata kakek dan nenek sudah membuat wasiat terakhirnya bahwa rumah dan lahan peternakan itu diberikan kepadaku.


Dikarenakan anak-anak nenek sudah mendapatkan bagiannya masing-masing, dan atas dasar kakek dan nenek merasa Bernat telah membantunya untuk membiayai pendidikan anaknya.


Satu anak laki-laki dan dua anak perempuan kakek dan nenek, sangat setuju akan hal wasiat itu dan akhirnya rumah dan lahan menjadi milikku.


Tentunya mereka bertiga ngak terima, dan itu digugat dong dan juga mereka menggugat hak perwalian mendiang bang Jepri untuk mendapatkan tabungan bang Jepri dan bisa melakukan uji coba terhadap bang mendiang bang Jepri.

__ADS_1


Ngak ada lagi ampun untuk mereka, sehingga aku menggugat mereka kembali dan mendapatkan hukuman yang sesuai yang Bernat harap kan."


Bang Antoni mendengarkan nya dengan begitu seksama dan pada akhirnya beliau cerita kalau rumah tangganya saat ini hampir hancur gara-gara istri pertama si Damar yaitu Clara yang aku kirim ke Lampung.


"apa cerita nya bang?"


"katanya kau menjebak suaminya agar terlibat jual beli organ tubuh anak kecil dan memaksa nya untuk datang ke sini agar selamat dari ancaman mu."


"lantas abang percaya?"


"iya....


bahkan kakak mu juga tertipu daya olehnya, dan ternyata dia punya niat lain.


Dia datang menggoda dan menjebak ku di hotel, seolah-olah aku yang memintanya untuk tidur dengannya.


Semua hampir hancur dan untungnya kesalahan pahaman itu bisa di atasi, karena adik-adik yang selalu ikuti bersama abang.


Abang juga akhirnya meneliti akan ucapannya, dan ternyata ucapan bohong. karena memang si Damar itu bekerjasama untuk melakukan praktek jual beli organ tubuh itu secara ilegal.


Orang jahat akan mendapatkan imbalan yang setimpal, Si Clara itu menikah dengan pengedar narkoba dan akhirnya masuk bui.


Anak-anaknya juga menjadi korbannya, menjadi pengidap narkoba dan sekaligus pengedar dan akhirnya masuk penjara deh.


Ntah gimana tuh nasibnya, dan ceritanya nih si Clara kambing itu juga meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya.


Oh iya pak Ishan dan bu Mawar adalah mertua mu kan?"


Aku hanya mengangguk dan bang Antoni tersenyum kecut.


"capek dan stress itu mertua mu mengurusi nya dan pada akhirnya mengusir nya dari rumah itu.


Dibantu oleh warga dan juga polisi, niat baik mu Bernat dan niat baik abang, dibuatnya sebagai alat untuk menghancurkan keluarga kita.


Hebat dan luar biasa bukan?"


"sudahlah bang, capek aku membahas mereka semua.


Oh iya bang, kalau anak kami baru satu. laki-laki dan sehat tanpa kekurangan apapun.


Bagiamana dengan abang?"


Ternyata bang Antoni sudah memiliki sepasang anak yang sehat dan tanpa kekurangan apapun.


Kami bertukar nomor handphone dan bang Antoni memberi tahukan alamat rumah pribadinya dan memintaku serta istriku untuk berkunjung di kesempatan waktu nantinya.

__ADS_1


Kami berpisah karena masih ada pekerjaan masing-masing yang harus kami lakukan.


__ADS_2