TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Pengakuan Damar.


__ADS_3

Kami yang mendengar penjelasan dari bang Jidan hanya bisa bengong karena kagum dengan biaya yang mahal tersebut.


"apakah ada yang merasa rugi saat melaksanakan pesta adat pernikahan seperti itu bang?"


"ngak Riyan, biasanya hanya pas-pasan alias balik modal saja.


Abang sepupuku di kampung saat pesta pernikahannya, bisa memperoleh keuntungan dua puluh lima juta rupiah untuk uang tunai di tambah dengan beras."


"beras, emangnya ada yang memberikan beras sebagai hadiah pernikahan?"


"iya Riyan, dan itu bahagian dari adat, nanti keluarga mempelai perempuan beserta undangannya serta keluarga dari pihak mama akan memberikan beras sebanyak dua liter yang ditempatkan di dalam tandok.


Tandok itu suatu wadah yang terbuat dari anyaman pandan, dan itu adalah bagian dari pernak pernik adat."


"unik ya bang, jadi ngak sabar melihat abang menikah nantinya.


tapi apakah ada makanan untuk kami yang tidak bisa memakan makanan khas batak itu?"


"jelas ada Riyan, kami menyebutnya makanan nasional berikut dengan cemilannya.


biasanya berupa nasi kotak yang pesan dari rumah makan Padang yang di rasa cukup enak.


Biasanya tempat makannya di pisahkan, setelah selesai makan baru gabung lagi untuk acara adat selanjutnya."


Penjelasan dari bang Jidan yang membuat kami benar-benar terpukau.*


Pagi-pagi sekali kami sudah selesai sarapan dan hari ini aku dan bang Jidan akan pergi ke lapas untuk menemui Damar.


Jam delapan sudah dan kami berangkat ke lapas, menurut informasi dari bang Jidan bahwa Damar sudah ditempatkan di lapas yang lumayan jauh dari tempat tinggal kami.


Menempuh waktu tiga jam perjalanan dikarenakan pagi hari yang macet di jalanan dan akhirnya kami tiba juga di lapas tersebut.


Setelah mendapatkan izin dari petugas lapas dan akhirnya kami di arahkan ke suatu ruangan yang tetap di dampingi oleh petugas lapas.


Tidak berapa kemudian, Damar sudah berada di ruangan ini dan dikawal oleh petugas serta tangan Damar yang terikat.


"kau benar-benar iblis Damar, neraka jahanam tempat yang layak untukmu."


"apa maksud Mu? dan sebentar lagi aku segera bebas dari neraka ini."


"jangan harap kau bebas, iblis seperti kau tidak pantas berkeliaran di dunia ini.

__ADS_1


Semua anak mu sudah mati Damar, demikian juga dengan anaknya Firman dari istrinya yang keduanya serta dari istri keduanya.


Reva sudah buta untuk selamanya, sementara anaknya sudah mati karena tidak bisa bertahan hanya satu ginjal.


Sementara istrimu yang pertama dan anak-anaknya masih menjadi buronan dari keluarga korban.


ntah apa nanti yang terjadi dengan si Clara itu dan juga kedua anak mu itu, apakah mereka berhasil hidup atau mati. ngak ada yang tau, karena para keluarga korban, begitu bengis nya mengincar para istrimu dan juga anak-anak mu.


oh iya.....


Istri ketiga mu, beserta anaknya dan juga anak dalam kandungannya sudah tewas, istri ketiga mu sudah menjual anak mu kepada saudara laki-lakinya si Reva untuk di ambil ginjalnya.


Sementara istri ketiga mu itu, mati saat melakukan aborsi.


Untuk istri siri mu itu yang bernama Diva, sudah di bunuh dan meninggal bersama kandungan nya.


Habis sudah keturunan mu dan tersisa anak-anak dari Clara istri pertama mu dan itu pun kalau selamat."


"apaa......."


Damar begitu terkejut mendengar berita duka itu dan seketika itu juga wajahnya berubah menjadi merah padam karena emosi yang menyelimutinya.


"karena ulah mu, anak-anak Firman jadi korbannya dan juga anak-anak dari Anggi juga terancam nyawa.


kau memang benar-benar iblis, hanya karena uang kau menghabisi nyawa saudara dan juga keluarga mu."


"cukup.....c....u....k....u....p......."


Damar berteriak agar Bernat menghentikan ucapannya.


"aku benar-benar bingung harus bagaimana lagi, dan kau sudah benar-benar keterlaluan.


apa sih yang kau cari di dunia ini?


apa yang memotivasi mengorbankan nyawa anak-anak yang begitu banyak?


toh juga kau ngak kaya-raya juga, anak-anak mu jadi korban begitu juga dengan anak-anak dari adik-adik mu."


Damar menatap tajam ke arah Bernat dan mata itu sudah berair dan akhirnya meneteskan air mata yang sudah mengalir ke pipinya.


"tolong selamatkan Clara dan anak-anaknya, ini terakhir kalinya aku memohon kepadamu."

__ADS_1


"bisa di atur, asal kau mengakui semua perbuatan mu dan meminta maaf kepada para keluarga korban.


Bongkar semua komplotan mu dan dimana kalian menyembunyikan uang hasil penjualan organ tubuh itu dan ke mana saja kalian menyalurkan organ tubuh itu."


Sepertinya tidak ada lagi harapan bagi Damar dan dia menyetujui permintaan Ku.


Segera bang Jidan mengambil handphonenya dan tidak ketinggalan petugas lapas itu untuk mengambil handphone dan melakukan perekaman seperti yang dilakukan oleh bang Jidan.


"semuanya berawal dari hutang Ku untuk biaya pendidikan spesialis, walaupun pada akhirnya gagal mendaftar.


Saya akui kalau adikku sudah memberikan biaya untuk pendidikan spesialis.


tapi itu biaya dari adikku itu, untuk membiayai istri pertama ku dan anak-anak.


Kecantikan gadis anak fakultas hukum dan membuat ku terpesona melihat nya dan berambisi untuk menjadikan sebagai istri kedua Ku.


Tapi keluarga nya tidak merestuinya, karena aku hanya sebagai dokter umum saja.


Dari situ aku berupaya untuk mendirikan klinik umum dan modal aku pinjam dari bank.


Dengan percaya dirinya aku melamar gadis itu dan pada akhirnya menjadi istri kedua ku tanpa sepengetahuan istri pertama.


Tentunya hal ini aku manfaatkan, berhubungan keluarga istri kedua ini kaya raya dan terlihat bodoh.


Melalui Reva istri kedua itu, untuk meminta dana bantuan kepada orang tuanya agar aku bisa mendirikan klinik umum.


Semua terlaksana dengan hutang yang semakin menumpuk.


Gali lobang tutup lobang dan itulah yang kulakukan dan akhirnya aku melakukan penelitian terhadap kejang-kejang akan masa lalu.


Seseorang yang mengalami kejang-kejang di masa lalu yang tidak mendapat perawatan medis seperti adikku yang bernama Jepri.


hal itu tentunya membutuhkan modal untuk penelitian tersebut, sehingga aku mengundang investor.


Ada yang mau tapi harus dibayar terlebih dahulu dengan ginjal anak yang masih berusia tujuh tahun dan harus sehat.


Bekerja sama dengan kedua saudara kembar laki-laki dari Reva istri pertama Ku.


Mereka berdua mendapatkan seorang anak dan akhirnya aku ketahui kalau itu adalah ponakan mereka yang di adopsi oleh bapak ibu mertua.


Seluruh organ tubuhnya mulai dari ginjal, hati, pangkreas dan juga jantung serta kulitnya yang sangat bagus kami jual dengan harga yang sangat tinggi."

__ADS_1


Bang Jidan terlihat menggelengkan kepalanya dan memang pengakuan ini sangat mengejutkan.


__ADS_2