TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Kisah Yang Unik.


__ADS_3

Sesampainya di rumah dan kami langsung disambut oleh bang Jidan dan istrinya.


"bang Jidan, kak Tiara.....


maaf ya kalau agak lama, karena baru bertemu dengan penguasa daerah ini dan merencanakan kerjasama yang baik."


"waouuuuu......


sekarang sudah main sama bupati ya, luar biasa.


kalian semua memang top markotop dah, luar biasa."


Ungkap bang Jidan dan kami hanya bisa tertawa.


"langsung aja ya ke intinya, selain berkunjung karena kangen sama kalian, dan maksud kedatangan abang kemari adalah ingin membicarakan keluarga mu itu.


Pening tau.....


Mulai dari meneror para kerja, mencuri dan melempar botol dan batu ke kantor.


Bukan hanya itu saja, mereka juga meresahkan masyarakat sekitar dan akhirnya kami berinisiatif untuk melaporkan mereka semua ke polisi."


"bagus sekali, itu yang Bernat dengar bang. karena sudah bosan menghadapi mereka, dan takutnya nanti ada korban lainnya.


Sudah cukup korban bagi mereka, Bernat ngak mau adek-adek dan keluarga ku yang lain menjadi imbasnya.


Mereka yang punya anak, kenapa harus Bernat repot?


kacau kalau begitu...."


"itulah maksud kedatangan abang, karena ngak juga bertindak secara sepihak dan biar bagaimanapun mereka itu keluarga mu."


"Bernat sudah muak dengan mereka semua bang, mulai dari saudara satu ayah dan satu ibu.


lain lagi dari anak-anak saudaraku, belum juga anak-anak dari pernikahan istri-istri yang lain dari ayah.


Bisa keos Bernat menghadapinya bang, ampun ampunan lah.


Ngak bisa cara damai, ya kita menempuh jalur hukum aja.


Jangan ada lagi yang terluka, hanya karena parasit seperti mereka.


Bukan hanya Bernat yang bergantung pada peternakan, tapi banyak orang-orang yang menggantungkan nasibnya disana.


Mulai dari karyawan sampai supplier hingga pedagang eceran.


jangan hanya karena parasit itu, semua jadi gagal dan berantakan.


Bernat dan adek-adek serta tim, sudah berupaya meningkatkan produksi ternak dan membangun nya dengan segenap tenaga, pikiran dan juga materi."


"baiklah kalau begitu, dan tim abang akan memberikan mereka pelajari yang berharga."


"terimakasih abang awak, tapi jika hanya mau menyampaikan itu, kan bisa melalui telpon bang."

__ADS_1


"kan tadi dah abang bilang di awal, karena kangen sama kalian dan juga kami ingin mengunjungi mertua mu dan juga mertua nya Riyan.


Sekaligus abang dan kakak mu ini, jalan-jalan melihat seputaran kota Lampung."


Entah kenapa kami malah tertawa menanggapi penjelasan bang Jidan, dan kemudian kami menuju arah belakang rumah ini.


Spot yang paling bagus untuk sekedar kumpul bersama keluarga, seraya menikmati cemilan dan kopi.


"oh iya nak Tiara, ibu dengar-dengar kalian juga ada penambahan tenaga kerja dan itu atas desakan menantu ibu."


Seketika kak Tiara berpikir dan kemudian menatap ibu mertuaku seraya tersenyum.


"istrinya pak imam maksud ibu?"


"iya ...."


"kakak itu ngak mendesak kok bu, jadi begini ceritanya bu.


Sepulang mengajar kakak itu ke kantor, biasa nya untuk menjemput cucu ibu.


Karena rumah yang sekaligus kantor itu sangat nyaman dan kemudian ikut ambil bagian menyortir telur.


Nah.....


Adek-adek dan tim produksi ingin menambah karyawan, lalu curhat deh sama si kakak.


Berkat kakak itu, kami gampang mendapatkan tenaga kerja yang produktif.


Ngak ada sistem paksa memaksa, semua sesuai kesepakatan kita bersama."


"ngak sama sekali bu, sebenarnya ya bu. Tiara iri melihat keluarga ibu.


Semuanya tolong menolong dan saling mendukung.


Kak Rena, yaitu istri nya pak Imam. punya kakak ipar dan merupakan pedagang eceran telur.


Lalu kak Rena memberi tahu untuk mengambil telur ayam di peternakan kami, karena kak Rena mengenal pemilik peternakan tersebut yang tidak lain dari suami adik iparnya.


Membuat kesepakatan antara bisnis dengan bisnis dan kemudian menetapkan harga dan sebagainya.


Dari ceritanya bahwa kak Rena bisa menyelesaikan kuliahnya berkat kakak iparnya itu.


Setelah kak Rena menjadi pegawai negeri sipil, lalu menggadaikan SK PNS nya dan modal nya diberikan kepada kakak iparnya.


Hutang sudah di lunasi kakak iparnya dan usaha kakak nya itu menjadi maju.


Butuh supplier telur ayam dan daging, lalu ada informasi dari kak Rena, yang bisa menumbuhkan laba penjualan.


Saling membutuhkan dan saling mengasihi, luar biasa deh pokoknya."


Ucap Tiara seraya tersenyum tapi air matanya malah menetes di pipinya.


Istriku langsung memeluknya dan aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh kak Tiara.

__ADS_1


"itulah kenapa abang sangat mengagumi kalian semua, mungkin kalau saya pribadi menghadapinya. pastilah sudah hancur berkeping-keping menjadi abu."


Ucapan bang Jidan barusan, malah membuat istrinya yaitu kak Tiara tersenyum.


"kakak dah hamil loh."


Ujar kak Tiara tiba-tiba dan bang Jidan langsung melongok mendengarkan nya, begitu juga dengan kami semuanya.


"kok ngak bilang sama ku dek?"


Sanggah bang Jidan, dan tidak bisa di pungkiri akan kebahagiaan itu yang terpancar itu.


"pengen aja jalan-jalan kemari untuk mengunjungi mertua adek-adek loh."


"kami aja yang datang ke datang ke medan."


Ujar ibu mertuaku dan terlihat sedikit kesal kepada kak Tiara.


"ngak tau....


pengen ke sini aja bu, nanti kalau Tiara kasih tau sama bang Jidan, takutnya dilarang."


Mendengar ucapan kak Tiara, sang suaminya itu seperti menahan emosi yang bercampur rasa bahagia.


Lalu aku mendekati nya, dan kemudian memeluknya seraya memberikan ucapan selamat.


"bang Jidan.....


permintaan orang hamil itu aneh-aneh bang. seperti Risa waktu itu, masa mintak di buatkan kemping di dekat kandang sapi.


Karena terus di desak dan akhirnya kami kemping tuh di dekat kandang sapi.


Mungkin karena unik dan akhirnya adek-adek yang lain ikut juga kemping."


Hahahaha haha hahahaha haha hahahaha haha hahahaha haha hahahaha hahahaha haha.


Kami semua tertawa, terutama Riyan, Arpin dan Boy, yang tertawa sambil memegang perutnya.


Memang kalau ingat waktu itu, sangat luar biasa, tapi malah menambah keakraban keluarga ku.


Waktu kami seperti kemping di tempat wisata, panggang ikan, daging ayam, jagung serta bermain gitar.


Seru lah pokoknya dan sebuah moment yang indah karena keinginan istriku yang sedang hamil.


Terlihat bapak mertuaku yang tertawa terpingkal-pingkal dan kami tertawa lagi karena tawa nya yang belum kelar.


"dulu bapak punya dua ekor sapi, dan waktu itu ibu mertua mu lagi mengandung istri mu itu nak Bernat.


Bapak di minta oleh ibu mertua mu ini untuk membuat tenda di dekat kandang sapi itu.


Ibu sama putrinya sama aja ya, sama-sama aneh."


Lagi-lagi kami tertawa karena kisah dari bapak mertua ku ini, rupanya masih ada orang yang mengalami seperti yang aku alami.

__ADS_1


Demi istri dan anak, rela tidur di dekat kandang sapi.


__ADS_2