TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Lamaran.


__ADS_3

Semuanya berjalan sesuai keinginan ku, dan kak Clara serta anak-anak nya sudah berada di Palembang.


Untuk memulai kehidupan yang baru disana, dan inilah saatnya aku memulai hidup baru bersama Risa nantinya.


Bersama adek-adek, tetangga dan rekan-rekan kerja.


Mereka menemani ku untuk melamar Risa, karena kebetulan kedua orangtuanya berada disini karena kakak iparnya Risa baru melahirkan anak laki-laki yang sehat dan tanpa kekurangan apapun.


Sebenarnya kedua orangtuanya yang memintaku untuk melamar Risa di hadapan saudara laki-lakinya itu.


Saudara laki-laki Risa yang paling besar atau anak sulungnya calon bapak-ibu mertua.


Rumah yang ditempati saudara laki-lakinya Risa adalah, warisan dari kakek pihak ayahnya.


Akan tetapi Risa lebih memilih tinggal dengan bude ketimbang saudara laki-laki nya, alasannya karena saudara itu ngak asyik.


Sebenarnya bukan disitu letak masalahnya, saudara laki-lakinya dan juga kakaknya iparnya itu adalah pegawai negeri sipil.


Baru menikah dan tentunya belum punya anak, dan itu artinya Risa akan selalu kesepian di rumah nya.


Sementara bude nya, yaitu bu Risma. memiliki anak laki-laki dan juga anak perempuan yang sudah beranjak dewasa.


Sehingga Risa tidak akan kesepian, makanya saudaranya laki-lakinya itu serta kakak iparnya di katakan olehnya tidak asyik.


"Bernat...... tunggu om dan bude mu."


Seketika air mataku mengalir, karena om Bayu dan istrinya tiba disini.


Om Bayu adalah adik mama, dan air mata ini tidak bisa ku bendung lagi.


"kok nangis?"


Ujar bude seraya mengusap air mataku dengan tangannya.


"maaf ya agak telat, tadi macet karena ada truk yang terbalik."


Om Bayu berkata demikian, tapi aku masih belum menahan air mata untuk tidak mengalir lagi.


"udah dong Bernat, yuk masuk aja langsung."


Istrinya om Bayu kembali menghapus air mataku dan kami bersama-sama masuk ke dalam rumah.


Ketika masuk ke ruang tamu, Risa dan keluarganya sudah menunggu kami disana dan gadis itu begitu cantik nan anggun.


"sabar.....


Tunggu jadi istri dan terserah mau di tatap berjam-jam ya, tapi jangan sekarang, ntar aja kalau sudah sah."


Ucap salah tamu yang ikut hadir dalam acara lamaran ini, seketika itu juga membuat semuanya jadi tertawa.


Terlihat Risa membisikkan sesuatu kepada mama nya, dan kemudian mamanya maju kehadapan Ku.


"Risa adalah putri bungsu ibu, yang terkenal centil dan terlalu fulgar.

__ADS_1


Jika seandainya putriku ini, tidak gadis lagi. apakah nak Bernat masih mencintainya dan menerima semua kekurangan putri ku ini?"


"itu masa lalunya Risa bu, mungkin itu masa lalunya yang kelam.


Saya juga punya masa lalu yang kelam akan kehidupan keluarga.


Lebih tepatnya saya adalah anak haram, dimana ayah kami tidak mengakui Ku sebagai anaknya.


Akta kelahiran ku tanpa nama ayah, bukan itu lebih kejam?


Rombongan yang ada saat ini bersama Bernat, hanya Om Bayu dan istrinya yang merupakan keluarga Ku.


Om Bayu adalah adik laki-lakinya almarhumah mama Ku, sisanya adalah adalah keluarga yang terbentuk karena kami saling menyayangi dan saling melengkapi.


Bernat anak haram dan hanya sampai kelas empat sekolah dasar.


Sementara Risa putri ibu, lulusan terbaik dari fakultas peternakan universitas negeri, keluarga nya lengkap dan harmonis.


Jika hanya karena Risa ngak perawan lagi, lantas ibu menganggapnya aib. Lalu bagaimana dengan masa lalunya Bernat?


Lebih dari sekedar aib bu, dan tidak ada yang bisa dibanggakan, bahkan tergolong memalukan.


Dengan segala kekurangan Bernat, apakah pantas Risa menjadi istriku?


Awalnya juga aku ragu akan diriku, ragu tidak bisa membahagiakan keluarga kelak nantinya karena bercermin dengan keluarga Ku.


Tapi putri ibu dengan tenangnya meyakinkan diriku, bahwa aku berbeda dengan yang lain.


Dari situ saya yakini bahwa Risa adalah yang terbaik untukku.


Bernat punya masa lalu, demikian juga dengan Risa yang punya masa lalu.


Saat kami berdua untuk menata masa depan dan membangun bahtera rumah tangga yang bahagia.


Saya menerima Risa dengan segala kekurangannya dan juga kelebihannya, demikianlah hendak nya Risa bisa menerima kekurangan ku dan juga kelebihan Bernat."


"Ternyata putriku tidak salah memilih calon suami.


langsung aja yuk."


Sanggah calon ayah mertua dan tiba-tiba......


Muach.........


Risa mendekati Ku dan mencium kedua pipi ku secara bergantian, lantas kami berdua menjadi pusat perhatian.


"Risa masih perawan kok bang, dan masih bersegel.


Mau abang nyoba nya?"


Sulit rasanya menelan air ludah ini, dan entahlah kenapa kerongkongan ku sangat kering.


Aku melirik kiri dan kanan, para keluarga ini mencoba menahan tawa nya. hanya kedua orang tuanya Risa yang terlihat emosi dan juga bu Risma yang terlihat malu.

__ADS_1


"Risa......


Tolong jangan permalukan bapak dan mama mu ini ya.


Tolong jaga sopan santun mu, tolong hargai juga keluarga kita. terutama mas mu dan kakak ipar mu ini."


Risa yang berada di pangkuan ku dan kemudian turun perlahan-lahan dan kembali duduk di dekat mama nya.


"auhhhh.......


sakit bude........."


Terlihat bu Risma masih geram melihat ponakan nya itu dan mencubitnya dengan sekuat tenaganya.


hahahaha haha hahahaha haha haha hahahaha haha haha haha haha hahahaha


Akhirnya semua tertawa karena sedari tadi sudah menahan tawa.


"maafkan kakak ya, karena gagal mendidik putri mu ini."


"aku juga minta maaf kak, karena mengirim putriku yang centil ke rumah kakak."


Percakapan antara bu Risma dan mama nya Risa, dan hal itu mengundang gelak tawa kami semuanya.


"Diana, Eka dan Naura. balik ke tempat duduk masing-masing, kalian ini yah sama aja centilnya.


Balik segera, kalau ngak bude akan mencubit kalian."


Bu Risma ngomel-ngomel karena ketiga sahabatnya calon istri ku malah mendekati adek-adek dan terlihat genit.


Haduh.....


Kapan lagi acara lamaran ini di mulai ya?


"eh ladies......


diam dulu ya, tolong harap tenang. karena pangeran ku akan segera melamar ku."


Risa...... Risa.......


Ini bukan acara komedi sayangku, tapi ini penentuan penting untuk masa depan kita.


Perkataan Risa barusan membuat semua tertawa lagi, suasana terasa seru dan menarik serta menyenangkan.


"sudah..... sudah......


kita lanjut acara ya, karena waktu terus berjalan.


baiklah kalau begitu, saya akan membaca tata tertib acara kita agar berjalan dengan baik."


Akhirnya acara di lanjutkan, pertama sekali adalah menanyakan sikap Risa terhadap Ku dan jawabannya yang unik membuat kedua orangtuanya menundukkan kepalanya.


Risa berkata akan selalu mendampingi ku untuk memelihara ayam, kambing dan sapi.

__ADS_1


Jawaban agak aneh tapi aku menyukai semua keanehannya.


__ADS_2