TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Teduh.


__ADS_3

Rasa bahagia dan terkejut dan yang lainnya yang bercampur menjadi satu dan sulit untuk aku ungkapkan saat ini.


"Alhamdulillah.....


akhirnya putri centil ku akan segera di nikahi oleh pria yang baik.


Nak Bernat.....


bapak dan ibu sudah banyak mendengar tentang kamu dari Yusuf dan juga pak Bima.


Ketika Yusuf berkata bahwa nak Bernat tertarik ingin membeli lahan kami, dan kami berdua sangat bahagia dan berharap kamu menjadi menantu kami.


Sehingga tanah warisan itu tidak jatuh ke tangan orang lain nantinya.


Setelah bertemu dengan Mu, tidak ada keraguan bagi bapak untuk menerima sebagai menantuku.


Tapi ada satu permohonan bapak, bisa kah nanti bapak dan ibu menjadi pegawai mu di lahan yang baru?


Sebenarnya bapak sama ibu sudah diminta oleh anak-anak untuk tinggal dirumahnya, tapi....."


"Bernat paham kok maksud bapak, sama seperti pak Bima, yang tidak diam.


pegawai Bernat itu ya pak, banyak para orang tua yang mapan dari segi keuangan.


Tapi karena ingin beraktivitas di peternakan ya, Bernat terima aja, kasihan jika hanya berdiam diri di rumah.


Seru karena teman berantem, dan tambah rame sekaligus menjadi pengawas dan penasihat juga.


Tapi nanti Bernat bicara dulu sama Risa, karena semua keputusan harus dibicarakan sebaik mungkin."


Sungguh mendebarkan saat menjelaskan niat ku ini, apalagi saat ini calon bapak mertua ku memelukku dengan saat erat.


"kamu begitu bijaksana, dan bapak ngak ada keraguan sedikitpun terhadap kamu nak Bernat.


oh iya kapan kita mengadakan pernikahan kalian?"


Seketika aku langsung melirik ke arah Risa, dan senyuman itu membuat jantung ku semakin berdebar.


"kita selesaikan dulu mengenai pembelian lahan nya, selain itu kita tunggu dulu Risa wisuda."


"baiklah kalau begitu, bapak setuju. gimana dengan ibu?"


"atur ajalah pak, karena ibu pasti mendukung bapak, karena bagiku nak Bernat ini adalah menantu idaman."

__ADS_1


Aku ngak bisa berkata apa-apa lagi, dan hanya bisa melirik bang Jidan untuk memintak bantuan nya.


"uhmmm..... uhmmmm......."


Kami semua melihat ke arah bang Jidan, karena beliau bergumam.


"Nama saya Jidan dan saya bersama tim adalah penasihat hukum bagi PT. BERNAT. dan juga ikut menangani pembelian lahan ini yang nantinya di pergunakan sebagai lahan peternakan.


Bernat telah konsultasi dengan semua akan kerisauannya.


Kelak nantinya jika menikah dengan Risa, akan membuat perjanjian pranikah.


Isinya adalah jika Bernat selingkuh dan Risa atau sang istri minta cerai, maka setengah hartanya akan jatuh ke tangan istri.


Terlepas memiliki anak ataupun tidak memiliki anak, dan jika memiliki anak nantinya, maka Bernat hanya mendapatkan biaya hidup keseharian sebagai warga yang sangat-sangat sederhana.


Sisanya adalah milik istri dan juga anak-anaknya kelak nanti.


Sebenarnya ini masih terlalu dini untuk mengutarakan disini, karena baru tadi Bernat melamar Risa untuk menjadi istrinya.


Disini Jidan hanya ingin menyampaikan mengenai peralihan hak lahan tersebut, jadi saya menyarankan seperti ini.


Kita buat saja hibah ke atas nama Risa, dan dibarengi dengan perjanjian pembagian dari penjualan lahan tersebut ke anak-anak bapak dan ibu yang lainnya.


Berdasarkan penuturan dari bang Yusuf, bahwa bapak dan ibu menjual tanah tersebut hanya karena ingin memberikan modal kepada anak-anak bapak dan ibu."


Apakah nantinya ngak masalah di perpajakan nya nak Jidan?"


"ngak dong bapak, karena akan tetap membayar pajak perolehan.


atau kita buat pemisahan dan pembagian waris ini, bapak dan ibu serta anak-anak bapak yang lain menyetujui peralihan tersebut setelah mendapatkan bagiannya masing-masing.


Riyawat jelas dan kita menghemat pajak tentunya, karena jika kita melakukan peralihan berdasarkan pemisahan dan pembagian, maka pajak bea perolehan atas hak baru akan dihitung berdasarkan nilai jual objek pajak dan bukan berdasarkan nilai pasar.


Kita juga hanya perlu membayar pajak penghasilan final dengan pembagian seper warisan.


Misalnya yang saudara Risa berjumlah tiga orang, maka pajak penghasilan final adalah nilai jual objek pajak di kali dua koma lima persen.


lalu hasil di kali empat tiga per empat, dan itupun berdasarkan nilai jual objek pajak."


"sebentar dulu nak Jidan, emangnya apa perbedaan nilai jual objek pajak dan nilai jual berdasarkan pasar?"


"begini ibu, nilai jual berdasarkan nilai jual objek pajak itu adalah perkiraan atau taksiran dari badan pendapatan daerah.

__ADS_1


Biasanya nilai jual objek pajak tersebut tiga kali lipat lebih mahal dari nilai jual berdasarkan pasar.


Misalnya di pajak bumi dan bangunan lahan tersebut, dan tertera nilai jual objek pajak adalah satu milyar rupiah.


Jika jual beli tentunya taksiran pasarnya adalah tiga milyar rupiah.


Perhitungan pajak penghasilan final dan juga pajak daerah bea perolehan hak baru dan itu berdasarkan nilai jual pasar."


"ohhhhh....


jadi begitu ketentuannya, jika nanti lahan tersebut atas nama Risa. apakah ngak ada masalah dengan perizinan peternakan?"


"ngak dong bapak, nantinya kita akan membuat pemisahan harta pribadi dengan harta kekayaan perusahaan.


Lalu di buat lah perjanjian sewa-menyewa antara perusahaan dengan Risa nantinya sebagai istri dari Bernat.


Kenapa kita harus membuat pemisahan harta pribadi dengan harta perusahaan?


karena ada beberapa orang nantinya yang akan berinvestasi di peternakan tersebut, tujuannya agar terlihat jelas dimana harta perusahaan dan harga kekayaan pribadi.


Tentunya mudah untuk menentukan bagi hasil akan keuntungan."


"bapak suka dengan pemikiran anak muda yang cerdas seperti kalian berdua.


Nantinya kan bapak dan ibu juga mendapatkan bagian kami masing-masing, apakah kami berinvestasi juga?"


"ngak perlu, bapak dan ibu sehat-sehat aja itu sudah menjadi investasi.


bagian bapak dan ibu nantinya, kalau ngak bisa naik haji ya umroh aja dulu dan sisanya buat beramal.


Nantinya bapak dan ibu akan Bernat gaji, agar kuat dan bersemangat memberikan kami nasihat dan motivasi."


Calon bapak mertua terdiam begitu juga dengan calon ibu mertua, terlihat mata itu berkunang-kunang dan akhirnya meneteskan air matanya.


"kenapa nak Bernat berpikiran seperti itu?"


Tatapan mata calon ayah mertua yang pada akhirnya meneteskan air mata dan tatapan itu terlihat sangat teduh.


Tatapan seorang ayah yang sangat dalam dan terlihat kasih sayang yang sempurna dan itu tergambarkan melalui sorot mata yang teduh itu.


"dulu juga almarhumah nenek seperti itu, Bernat berikan upah, agar kuat ngomel dan juga menasehati Bernat dan adek-adek.


Ada asuransi BPJS dan buat kelas pertama, serta komunikasi yang lancar serta kepedulian.

__ADS_1


Itulah yang paling utama dan itu sudah lebih dari cukup."


Berkali-kali ke-dua calon mertuaku ini menyeka air matanya, begitu juga dengan Risa.


__ADS_2