
Tidak berapa lama kemudian datanglah empat orang laki-laki dan dua orang perempuan yang berpakaian rapi.
Tapi pria yang paling depan itu melihat ku dengan tatapan yang aneh, sekilas ada kemiripannya dengan Ku.
"kamu Bernat kan?"
iya pak, tapi tau darimana nama saya?"
Pria itu langsung menyalami Ku dan kemudian memelukku.
Lalu duduk dan aku duduk tepat di sampingnya atas permintaannya.
"nama ku Antoni, saya dan istriku yang mengelola semua usaha ini dan merintisnya dari nol.
Saya tau kamu Bernat, dari cerita almarhum kakek.
Kata kakek, dulu Bernat beserta pengacara pernah mendatangi rumah seorang kakek.
Tujuan kedatangan Bernat dan pengacara itu, untuk bertemu dengan Jimmy.
Ayah kita, dengan tujuan untuk membawa almarhum abang mu dari rumah itu."
"haaa....."
Serentak kami terkejut dan siapa sebenarnya pria ini, dan kenapa dia berkata ayah kita kepada Ku.
"maksudnya apa pak? aku ngak ngerti."
"semua yang ikut saat ini adalah orang-orang kepercayaannya Ku, jika saya cerita mengenai aib keluarga dan itu tidak masalah.
bagiamana dengan rombongan mu?"
"sama juga bang, Riyan yang sudah pernah bertemu dengan abang adalah adikku, dan ini Arpin dan Boy adalah adikku juga.
Lalu yang di belakang ini adalah Risa, istriku dan yang duduk dibelakang Riyan adalah Naura, istrinya Riyan dan merupakan sahabat istriku."
"adek-adek ya, adik yang dipertemukan karena nasib dan takdir.
Sama-sama membutuhkan dan sama-sama mengerti dan juga saling menyayangi.
Abang tau kok kalau kalian semua tidak sedarah, tapi satu tujuan yang baik.
Abang dan rombongan ku ini sama aja dengan mu Bernat.
Mereka semua ini adalah adik-adik Ku, dan kami dipertemukan seperti Bernat di pertemukan dengan adik-adik mu itu serta istrimu.
Abang anak pertama dan anak satu-satunya dari istri pertama ayah kita si Jimmi.
Mama kalian adalah istri keduanya, sebenarnya almarhumah mamak ingin sekali melabrak mama kamu.
__ADS_1
Tapi sebelum melabraknya dan ternyata ayah kita itu ketahuan telah menipu mama kalian.
Dimana ayah kita itu berkata, kalau dirinya lajang.
Ternyata eh ternyata, bukan hanya mamak ku dan juga mama kamu Bernat, yang menjadi istrinya.
Ada satu lagi perempuan yang menjadi istrinya.
Akhirnya mama minta cerai dan hal itu di dukung oleh mendiang kakek.
Tidak sepersen pun harta mendiang kakek untuk ayah kita itu, karena tentunya akan dipakainya untuk membiayai istri-istrinya yang lain.
Mungkin karena mama terlanjur sakit hati dan pada akhirnya jatuh sakit lalu menjadi almarhumah.
Tabungan, investasi dan harta-harta lain, jatuh ke tangan ku dan bersama istriku yang merupakan mantan kekasih abang mulai membuka bisnis kafe dan akhirnya merambah ke hotel seperti ini.
Awalnya kami ingin membuka usaha di Medan, tapi kita itu parasit dan selalu mengganggu kami.
Bagiamana bisa fokus untuk berbisnis jika terus-menerus di teror.
Istri abang adalah asli dari Lampung ini, dan kebetulan mendapatkan warisan sebidang tanah yang merupakan lahan yang menjadi lapak hotel ini.
Lalu kami mulai membantu kafe dan kemudian merambah menjadi hotel.
Kami mendapatkan kepercayaan dari ipar untuk mendapatkan tambahan modal, dengan konsep bagi hasil."
"hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha haha haha hahahaha haha haha...
Antoni terlihat tercengang melihat ku yang tertawa dan kemudian akan menjelaskan tentang ku kepada-nya.
"luar biasa ya, tapi saran abang. tinggal aja dulu disini sekitar setahun lah."
"iya....
Itu sudah terencana bang, karena bosan banget dengan semua parasit itu."
Tidak ku sangka bahwa masih ada saudara yang lain yang sama kisahnya dengan ku.
Ternyata bukan hanya aku yang harus berjuang untuk melawan parasit, yang berasal dari keluarga sendiri.
Lalu kami masuk ke sesi bisnis, dan Riyan menjelaskan dengan begitu tegas, luwes dan juga bahasanya yang mudah di mengerti tentang produksi peternakan kami.
"pak Riyan......
Usaha kami sepertinya berjalan mulus, dan tentunya ke depannya kami akan membutuhkan pasokan dari peternakan kalian.
Dengan hasil produksi seperti sekarang ini, mungkin saja tidak mencukupi kebutuhan kami nantinya, lalu apa solusinya?"
"terimakasih pak Ilham atas sanggahan, disini saya sudah mendapatkan dua tenaga ahli lulusan dari fakultas peternakan universitas negeri dari medan.
__ADS_1
Tentunya dong sudah berpengalaman dalam hal peternakan sesuai dengan bidangnya.
Kakak ipar, istriku dan kedua adikku ini yang menjadi ahli.
Serta tambahan bang Bernat, yang sudah sepuh di bidang peternakan dan perencanaan peternakan.
Akan membantu untuk memproduksi lebih banyak lagi dengan kualitas yang super.
Kami juga mempunyai lahan yang luas untuk pengembangan ternak kami, masalah tenaga kerja lapangan lain, cukup berdiskusi saja dengan para tetangga.
Ada senior yang siap mengajari tenaga kerja yang baru dengan bimbingan dari ahli ku ini."
Semua penjelasan Riyan, benar-benar luar biasa dan terlihat tim nya bang Antoni sangat mengagumi nya.
Lalu pria yang bernama Ilham itu, membisikkan sesuatu di telinga bang Antoni dan kemudian Ia menatapKu.
"Riyan....
terimakasih atas semua penjelasan nya, jelas, singkat dan tidak mengada-ada.
Bernat....
Abang berbeda dengan saudara-saudara kita lainnya, awalnya saya tidak kalau kamu yang memiliki peternakan ini.
Lagipula bukan aku yang mencari peternakan kamu, tapi di cari oleh adik-adik Ku ini.
Saudara ya saudara dan bisnis tetap bisnis, jangan di campur aduk.
Kita disini berdasarkan kesepakatan bisnis bersama demi keuntungan bisnis kita.
Disamping berbisnis, kelak nantinya kita bisa silaturahmi.
Kami menerimanya dan berharap kerjasama kita ini berjalan dengan baik demi keuntungan kita bersama."
"yessss......."
Riyan terlihat begitu bahagia nya, karena kerjasama yang berhasil ditandatangani dan itu artinya pelanggan kami akan bertambah yang merupakan pelanggan yang besar.
Bersama istri Ku dan bang Antoni, kami memilih makan siang dalam satu meja karena ingin ngobrol dengan santai.
Banyak hal tentang kepedihan yang telah di buat ayah kandung kami terhadap keluarga.
Ayah kami hanya bermodalkan SK pengangkatan PNS (pegawai negeri sipil) untuk melamar mama kami masing-masing dan selalu berkata kalau dirinya berstatus lajang.
Biasanya yang di incar oleh ayah kandung kami, adalah gadis yang orangtuanya kaya raya atau memiliki harta berupa tanah atau property lainnya.
Sungguh lihai lidahnya dalam tipu daya, sehingga memudahkannya untuk melamar gadis yang di incar olehnya.
Menurut penelusuran tim nya bang Jidan, ada empat istri ayah kami dan dua orang lagi sebagai simpanan yang dinikahi walaupun hanya sebatas pernikahan siri.
__ADS_1
Untuk anak-anak totalnya mencapai lima belas orang, setelah dikurangi oleh mendiang bang Jepri dan Damar yang di eksekusi mati.
Total nya tinggal 13 orang lagi, dengan perincian delapan orang laki-laki dan itu belum termasuk bang Antoni ini dan lima orang lagi perempuan.**