TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Jepri Pingsan Di Persidangan.


__ADS_3

Aku yakin kalau tali kasih itu masih nyata, karena kebersamaan kami dan liku-liku kehidupan yang kami lalui bersama.


"saya memilih untuk menjawab yang mulai hakim.


Saya sudah mengenal banyak hal tentang bang Jepri dan segala kepribadiannya.


Jika bang Jepri memegang kerah seperti itu dan nada suaranya yang bergetar, itu artinya bang Jepri sedang ketakutan.


Saya bukan ahli psikolog, tapi saya mengetahui karena kebersamaan kami.


Dulu saat di peternakan, tiba-tiba mendung dan gemuruh yang sangat kuat.


Bang Jepri yang waktu bersama ku di kandang, ketakutan dan melakukan hal sama seperti yang dilakukan oleh bang Jepri saat ini.


Saya tidak tahu apa hal yang dilakukan oleh penggugat kepada yang bersangkutan sehingga membuat bang Jepri ketakutan."


"keberatan yang hakim."


"tolong biarkan saya bicara, karena saya membiarkan anda bicara panjang lebar."


"harap tenang, dan keberatan pengacara penggugat di tolak, silahkan saudara tergugat."


Tarik napas dan hembuskan, ini baru permulaan.


"terimakasih yang mulia hakim.


ada kebiasaan unik dari bang Jepri, yaitu mengulang percakapan kita dan mengulang tindakan yang kita buat.


misalnya, hari saya memungut telur ayam dari kandang yang kecil terlebih dahulu baru ke kandang yang lebih besar.


Disitu bang Jepri memperhatikannya, dan besoknya melakukan hal sama seperti yang saya lakukan itu.


Mengulangi ucapan, begini pak pengacara penggugat.


Saya itu banyak memelihara sapi dan terkadang aku mengelus sapi-sapi itu dan berkata.


cepat lah kalian besar ya, sehat-sehat selalu dan kuat makan.


Dan beberapa saat kemudian, bang Jepri bisa mengulangi ucapan saya ke sapi-sapi itu dan persis sama, bedanya hanya karena bang Jepri bicara terbata-bata.


Makanya saya lalu menjaga lisan ku, agar tidak di ulangi oleh bang Jepri.


Saya beranggapan bahwa pernyataan dari bang Jepri hanya mengulangi karangan dari penggugat."


"bisakah saudara tergugat buktikan?"


"saya akan coba yang mulia hakim."


Lalu aku berdiri dan mendekati bang Jepri yang duduk di dekat bang Damar.

__ADS_1


Aku meminta handphone kepada bang Jidan dan rekannya, lalu mengaktifkan alat perekam suara.


Kemudian membenarkan kerah bajunya yang telah berantakan karena dipegang dan diremas olehnya.


Satu handphone yang sudah aktif alat perekam nya aku letakkan di dekat bang Jepri.


"bang Jepri, cara membuat pakan kambing adalah, pertama potong terlebih batang jagung muda itu, menggunakan mesin pemotong.


Hati-hati dan harus konsentrasi, setelah semua terpotong lalu kumpulan. kemudian tambahkan konsentrasi dan vitamin khusus kambing.


Aduk rata menggunakan skop dan harus merata antara potongan batang jagung muda dan konsentrasi khusus kambing dan vitaminnya.


Setelah itu, taruh di tong. tutup rapat dan simpan di tempat teduh, siap deh.


Tapi makanan kambing ini baru bisa digunakan untuk besok.


Bang Jepri paham ngak?"


Bang Jepri mengganguk seraya tersenyum ke arahku, itu artinya bang Jepri nyaman dan mengerti akan apa yang aku ucapkan.


Perekam suara aku hentikan, dan kemudian membuka handphone yang satunya lagi dan langsung mengaktifkan alat perekam.


Tanpa aku minta, bang Jepri mengulangi apa yang telah aku ucapkan barusan.


Dengan sabarnya kami menunggu kata demi yang terucap dari mulut bang Jepri.


"apa perlu kita putar ulang yang mulia hakim?"


"tidak perlu dan silahkan lanjutkan."


Pengacara itu terlihat gelisah dan berusaha untuk tetap tenang.


"saya harus bekerja di peternakan karena itulah kemampuan ku untuk mencari nafkah, lalu bang Jepri melihatnya dan kemudian melakukan hal sama.


Saya sudah melarangnya, tapi bang Jepri bersikeras untuk ikut membantu dan akhirnya aku biarkan aja.


karena aku melihat bang Jepri senang melakukannya.


Tuduhan dari penggugat hanya asumsi belaka yang tidak berdasar dan tanpa bukti.


Penggugat tidak pernah melihat kami kerja di peternakan, bahkan tidak pernah melihat bagaimana kondisi peternakan kami.


Alasannya karena bau dan tempat yang tidak steril dari kuman dan bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit.


Disini kuat dugaan saya, bahwa penggugat mengucap demikian yaitu tuduhan yang tidak berdasar itu lalu memasak bang Jepri untuk mengucapkannya.


Kalau saya balikkan tuduhan itu kepada penggugat itu baru benar.


Baru beberapa hari Jepri di rumah penggugat, kondisinya sangat memperhatinkan yang mulia hakim.

__ADS_1


Bang Jepri di ekploitasi tenaga nya, bang Jepri di paksa untuk manusia silver dan mengemis di lampu merah.


Kulitnya alergi dan iritasi..."


"keberatan yang mulai hakim, itu adalah tuduhan yang tidak berdasar."


"saya tidak asal menuduh yang mulia hakim, saya punya bukti video dimana bang Jepri mengemis di lampu merah dan menjadi manusia silver."


Bang Jidan langsung memutar video rekaman tersebut, dimana bang Jepri menjadi manusia silver dan mengemis.


"itu rekaman video yang mulia hakim, dan berikutnya adalah rekaman video dimana hasil mengemis itu di rampas oleh istri penggugat."


Semua yang ada di ruangan ini terlihat syok melihat tampilan rekaman video itu.


"seluruh kulit tubuh bang Jepri, terdapat ruam dan bentol-bentol merah dikarenakan iritasi terhadap cat silver itu yang terpapar langsung dengan sinar matahari.


Yang mulia hakim, saya ingin membawa bang Jepri ke rumah sakit saat ini juga, karena Jepri demam.


Penggugat membawa paksa bang Jepri dari rumah sakit, karena penggugat merasa dirinya adalah dokter terbaik..."


prak... bram...


Bang Jepri jatuh pingsan dan terlihat mimisan, wajahnya semakin pucat.


Bersyukur tim medis segera tiba di ruang sidang ini.


"sudah kritis, lebih baik kita bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif."


Hakim ketua mengizinkan nya, dan menunda peradilan sampai bang Jepri bisa dihadirkan di ruang persidangan ini.


Suara ambulan itu membuat Ku merinding, karena dulu almarhumah nenek di bawah dengan ambulans dan pada akhirnya menjadi almarhumah.


Saat membernarkan kerah baju bang Jepri, aku sempat memegang lehernya yang sangat panas dan bola matanya yang berair karena menahan kelelahan.


Aku langsung mengikuti bang Jepri di dalam ambulans.


Tangan bang Jepri yang sangat panas terus menggenggam tanganku dengan erat.


Akhirnya kami tiba di rumah sakit, rumah sakit dimana bang Jepri di paksa keluar oleh abang nya yang bernama Damar.


Dokter di IGD itu langsung menangani bang Jepri, dokter yang sama waktu malam itu.


Selesai melakukan tindakan medis dan bang Jepri sudah di inpus, dokter dan perawat itu melotot ke arahku.


"bapak sendiri yang kewalahan kan, seharusnya bapak tegas saat itu agar hal seperti ini tidak terulang lagi.


Bapak tunggu aja di ruang rawat, sebentar lagi pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat."


Ujar dokter itu yang terlihat kesal, lalu bang Jidan yang sudah tiba langsung menghadap dokter itu.

__ADS_1


__ADS_2