
Ternyata bang Jidan membuat dokumentasi ketika bertanya kepada bang Jepri, tidak berapa lama rekan kerjanya bang Jidan menghampiri kami.
Bang Jidan memintak rekannya untuk membawa mobilnya, sementara kami naik mobil ku.
Karena polisi tadi hanya menyita Surat izin mengemudi.
Beberapa kemudian dan akhirnya bang Jidan parkir di tempat yang kemarin itu.
Lalu kami bertiga menelusuri gang yang kumuh itu, terlihat juga ada beberapa orang pengemis yang baru keluar, ada yang berpakaian badut bahkan manusia silver seperti bang Jepri serta berpakaian gembel.
Bang Jidan sengaja menyuruh bang Jepri berjalan lebih dahulu ke arah rumah itu.
"kok cepat kali pulang nya Jep? dah dapat banyak uang kau?
berguna dikit jadi orang, jangan hanya makan aja kerja kau disini?
Dasar manusia cacat, ngak berguna...."
Ucapan seorang pria kepada bang Jepri, dan ketika kami berdua menghampirinya. wajah pria itu terlihat kaget.
Pria itu yang mengaku sebagai ayah kandung kami, dan menggugat hak perwalian bang Jepri.
"kau mengambil bang Jepri hanya untuk kau jadikan sebagai pengemis?"
"ngak kyak gitu, Jepri sendiri yang menginginkan seperti itu."
"saya akan membawa bang Jepri pulang."
"sabar dulu, mau nanya abang-abang mu dulu."
Bang Jidan memberi isyarat agar menunggu pria iblis itu mengumpulkan abang-abang di tempat ini.
Aroma rumah ini membuatku mau muntah, pengap dan bau amis.
Tapi ketika mereka-mereka ini datang ke rumah kami, dan hanya mau sampai di teras karena bau ternak.
Nyata rumah ini sudah seperti tempat pembuangan sampah saja.
Berbanding terbalik dengan ucapannya yang terkesan tinggal di perumahan mewah.
"bentar lagi Damar kemari untuk membawa pengacaranya, tunggu sebentar....."
Pria itu berhenti bicara karena seorang perempuan yang temui kemarin itu merampas uang hasil mengemis dari bang Jepri.
"cuman segini kau dapat? dasar tidak berguna."
"jaga omongan mu, bang Jepri jauh lebih berguna daripada kau.
Mana handphone bang Jepri dan juga uang bang Jepri? serahkan handphone bang Jepri dan uang nya."
Perempuan berwajah beringas itu terdiam, dan sepertinya dia kaget melihat Ku.
"saya ngak perduli siapapun kau ya, Jepri disini makan dan tinggal gratis.
Ya...
__ADS_1
Uang Jepri aku ambil, enak aja gratisan...."
"Jepri..... kenapa album photo handphone mu kau kunci?"
Perempuan bringas itu berhenti bicara ketika seorang anak laki-laki yang mungkin berumur sembilan tahunan gitu, datang membawa handphone sambil ngomel.
Handphone itu adalah milik bang Jepri dan segera aku ambil paksa dari tangannya.
"handphone ini punya bang Jepri, enak kali pegang-pegang handphone abang Ku."
aaaaaa......aaaa.....aaaa......haaaaa........aaaa.....
"handphone adek diambil orang ma...."
aaaaa...... Aaaaaa...... aaaaa...... aaaaaa......
haaaaaaaa............
Bocil tengik itu menangis sejadi-jadinya dan terlihat mamanya sangat geram karena handphone itu aku rampas dari tangannya.
"jangan gitu sama adik mu, memang kalian beda ibu, tapi kalian itu tetap anak-anak Ku.
Egois amat deh...."
Apapun yang di ucapkan pria itu, tidak aku pedulikan, karena sudah terlanjur sakit.
"apaan sih kok bising?"
Syukurlah bang Damar sudah tiba, dengan mengendarai sepeda motor butut itu.
Sepeda motor yang dulu aku belikan untuk dia, dan terlihat sudah tidak layak di gunakan.
"tidak bisa Bernat, karena belum tiba waktunya. toh juga Jepri betah tinggal bersama ayah dan adik-adiknya disini.
"betah dari Hongkong! bisa-bisanya membuat bang Jepri sebagai manusia silver untuk mengemis."
"Karena kau ngak memberikan uang jajan nya."
"bang Damar jangan asal sembarangan ngomong, saya itu sudah membekali bang Jepri uang saku sebesar dua puluh lima juta.
belum juga seminggu tinggal disini, jangan asal mangap aja.
Mana bukti pendaftaran administrasi psikolog itu?"
"nanti aku kasih, heboh...."
Kebohongan itu nampak nyata dengan ucapan bang Damar, seseorang yang berbohong dan berusaha untuk marah terlebih dahulu.
"Jepri.....
apa kamu dibawa berobat oleh bang Damar?"
"i......i....ya....."
Jawaban bang Jepri ke bang Jidan, dan jawaban itu seperti mendapatkan tekanan.
__ADS_1
"oh....
Jadi yang mengobati Jepri itu, laki-laki atau perempuan?"
"uhmmm..... uhmmm....."
"Jelas laki-laki lah, karena rekan ku itu laki-laki dan lulusan luar negeri.
Ngak perlu kalian kwatir, Jepri aman disini.
Kebetulan kau disini Bernat, rupanya kurang uang konsultasi nya.
Berikan lagi uang nya cepat....."
"ngak akan....
saya ngak akan memberikan uang sepersen pun, sebelum bukti administrasi pendaftaran psikolog bang Jepri saya terima."
"jangan egois gitu kau Bernat, butuh biaya untuk konsultasi.
Kau hanya memakai tenaga nya Jepri tanpa memperhatikan nya."
"ngak usah berdebat bang, tunjukkan aja dulu bukti pendaftaran itu.
Minimal kwitansi pembayaran lah, dan jangan bilang tidak ada bukti pembayaran."
"berikan aja uang nya."
Suara bang Damar semakin besar, dan beberapa warga mendatangi kami.
Bang Jidan menghampiri Damar dan kemudian memberikan dokumen.
"dokumen itu adalah photo copy pernyataan dan perjanjian pak Damar serta bukti tanda terima uang.
Dimana uang tersebut hendak dipergunakan untuk membawa Jepri ke klinik psikolog, atau klinis psikolog dewasa.
Dalam dokumen jelas dinyatakan, bahwa pak Damar harus memberikan informasi berupa bukti pendaftaran administrasi, psikolog dan bukti pembayaran nya.
Jika sampai besok yang clien saya tidak mendapatkan yang di inginkannya, maka saya akan melaporkan anda ke polisi dengan tuduhan penipuan.
Jika pak Damar keberatan, silahkan konsultasikan dengan pengacara anda.
Satu hal lagi, selama Jepri masih dalam hak kalian atau tinggal nya di dalam hak kalian dan apabila mendapatkan perlakuan yang tidak baik.
Clien saya berhak membawanya pulang ke rumahnya."
"perlakuan tidak baik apa yang bapak pengacara maksud?"
"sudahlah pak Damar, sudah jelas-jelas kita lihat kalau Jepri itu di jadikan manusia silver untuk mengemis.
Menurut sumber situs kesehatan, dan berdasarkan penelitian dari spesialis kulit.mengatakan bagian yang paling tidak mengenakkan penggunaan cat pada tubuh adalah bisa menimbulkan rasa gatal dan panas. Sepemahamannya, penggunaan cat mengandung bahan kimia seperti vinyl chloride, plastisol, formaldehida, logam berat seperti timbal, titanium, kromium, hidrokarbon, dan pelarut atau thinner.
Penggunaan vinyl chloride dalam waktu singkat dapat mempengaruhi saraf dan menimbulkan gejala pusing dan sakit kepala, iritasi mata dan saluran napas, iritasi dan alergi pada kulit, bahkan terkontaminasi dalam jumlah besar akan menimbulkan kerusakan paru dan ginjal. “Efek jangka lama bisa menimbulkan Vinyl chloride’s disease, kerusakan hati, ginjal, otak, cacat pada bayi, abortus, kanker hati, kanker payudara, kanker rongga mulut, dan kanker otak.
Pak Damar berprofesi sebagai dokter, tentunya mengetahui hal ini.
__ADS_1
Klien saya akan mengajukan sanggahan ke pengadilan, akan perlakuan kalian terhadap Jepri."
Mereka terdiam dengan ucapan dari bang Jidan, dan suara rengekan dari bocil itu yang terdengar.