TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Istri Kedua Anggi


__ADS_3

Perempuan itu membuka helmnya dan terlihat masih muda, dan mengarahkan kami untuk masuk ke dalam kafe.


Kami berdua masuk ke kafe dimana perempuan itu berada di depan kami dan kami mendapatkan meja yang kosong.


Perempuan itu langsung memesan makanan dan minuman, dan memberi isyarat kepada pelayan kafe agar segera pergi meninggalkan kami.


"maaf ada apa ya? kok seperti mengikuti kami."


"kenalin nama saya Siti, istrinya Anggi. mulai dari semalam saya mengintai Anggi.


Saya melihat Anggi mendatangi kantor mu, dan saya juga tau kalau kau itu adik nya walaupun Anggi ngak pernah cerita.


Saya ibu kandung dari kedua bocil yang kau kirimkan ke panti asuhan, dan tindakan mu itu sudah tepat."


"tepat?....


seorang ibu menginginkan anaknya di kirim ke panti asuhan, apakah itu pilihan tepat?"


"saya tidak perduli apapun tanggapan mu terhadap Ku, tapi yang jelas saya tidak sanggup mengasuh anak itu.


Kedua anak mengidap ADHD aliasĀ Attention-deficit hyperactivity disorder, atau apapun itu namanya.


Anaknya hiperaktif, gelisah, gampang lapar, emosian, tidak bisa berinteraksi dengan sesama anak lainnya, hobi berantem, gampang menangis alias cengeng, sulit dikendalikan dan tidak bisa mendengar apapun yang kita katakan.


Saya bisa gila tau, ditambah lagi omongan orang tentang abang mu itu.


Anggi meyakinkan Ku kalau dirinya adalah lajang, sehingga aku mau menikah dengannya ditambah lagi pekerjaannya sebagai dokter gigi dan tentunya profesi itu menjanjikan hidup yang lebih baik.


Tapi ternyata aku hanya sebagai istri kedua dan lebih terkejutnya lagi bahwa abang mu yang brengsek itu telah menikahi gadis lain.


Saya di cap sebagai pelakor oleh istri pertama nya, dan itu wajar karena istri pertama itu yang membantu abang mu untuk membuka klinik.


Membuka klinik itu tentunya menghabiskan uang untuk banyak dan di tambah lagi, Anggi sudah memiliki anak dari istri pertamanya.


Dulu saya kerja di hotel sebagai resepsionis, dan setelah menikah dengan Anggi, dan menyuruh ku untuk berhenti kerja.


Anggi berjanji akan memenuhi semua kebutuhan ku dan juga anak-anak kami kelak nantinya.


Hanya enam bulan pernikahan Anggi memenuhi kewajiban untuk menafkahi Ku, dan selebihnya hanya sekedar nya saja.

__ADS_1


Akhirnya tabungan yang menjadi andalan, hingga anak lahir dan aku akhirnya aku memberontak untuk dinafkahi.


Berhasil saat itu dan pada akhirnya lahir anak kedua, dan nafkah itu semakin tipis dan tipis.


Pernah suatu ketika saya menelpon nya dan ditengah-tengah obralan kami saat itu, terdengar ada suara laki-laki yang datang.


Sepertinya Anggi lupa mematikan telpon nya dan masih tersambung saat dia ngobrol dengan tamu nya itu.


Sepertinya tamu nya itu mengetahui kalau Anggi punya istri dua, dan laki-laki itu bertanya kepada Anggi, bagaimana caranya menafkahi dua istri sekaligus.


Anggi berkata kalau istri pertamanya di nafkahi oleh adiknya yang bodoh, dia hanya perlu menafkahi istri keduanya dan berencana menikah lagi.


Anggi menyebutkan adiknya seorang peternak yang bodoh dan bisa di tipu, Anggi juga menambahkan kalau adik nya di bantu oleh saudaranya yang idiot.


Memang idiot tapi hebat dalam mencari uang, sehingga tidak masalah jika Anggi mempunyai istri banyak karena dua adiknya bodoh dan idiot siap menafkahi para istri-istrinya.


Saya tidak mengada-ada dan saya bukti transfer uang dari seseorang yang bernama Bernat, tapi Anggi berkata bahwa itu adalah pasiennya yang transfer langsung ke rekening ku.


Dari situlah saya mulai menyelidiki Nya, dan menemukan fakta yang sebenarnya.


Bernat itu kamu dan bukan pasien Anggi, kamu menafkahi Ku dan juga istri pertama Anggi.


Hampir saja aku di amuk massa dan untungnya aku masih bisa menunjukkan buku nikah sehingga para warga berhenti bertindak hakim sendiri.


Baru mengetahui siapa adik idiot yang dimaksud Anggi, ternyata itu adalah Jepri. mereka memang sengaja menggugat hak perwaliannya.


Tentunya demi kepentingan mereka sendiri, yaitu Anggi dan saudara-saudara serta ayah kandung kalian.


Kenapa harus menggugat hak perwalian?


Karena kamu berhenti menafkahi para istri-istri dari ketiga abang-abang mu.


Jepri sudah lama bekerja di peternakan mu, dan aku dengar-dengar kalau Jepri itu menciptakan mesin-mesin yang membantu peternakan.


Ketiga abang-abang mu itu akan membuat hak patennya lalu meminta bayaran terhadap mu atas pemakaian mesin-mesin itu.


Ditambah lagi Jepri memiliki asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan juga tabungan serta rumah yang telah kau berikan kepadanya.


Mereka mengkalim itu semua dengan niat akan mencelakai Jepri dan membuat seolah-olah meninggalkan karena kecelakaan atau sakit tertentu.

__ADS_1


Tapi yang lebih memungkinkan adalah membuat Jepri meninggal karena penyakit, itu gampang bagi mereka bertiga yang berkecimpung di dunia medis.


Saya sudah mengumpulkan semua bukti-bukti itu dan tentang rencana kejahatan mereka.


Semua ada di dalam flashdisk ini, semuanya tanpa terkecuali."


Ujarnya panjang lebar dan terlihat begitu yakin dengan semua informasi Nya, lalu makan dengan lahap.


Selesai makan perempuan itu menatap Ku lalu tersenyum.


"saya juga tau kalau Jepri itu sudah meninggal dunia, dan disebabkan oleh suntikan yang diberikan oleh Damar, abang kalian yang paling besar.


Dengar semua tentang percakapan ketiga abang mu yang mempermasalahkan kenapa Damar harus menyuntikkan obat itu ke tubuh Jepri.


Obat yang di suntikkan Damar, ada di dalam plastik kresek ini yang satu paket dengan flashdisk ini.


Paket ini saya jual seharga sepuluh juta rupiah saja, untuk modal ku pergi ke Abu Dhabi sebagai TKW."


"tumben ngak mintak banyak?"


"saya adalah korban dari abang mu, dan kamu juga Bernat. sesama korban tidak boleh rakus."


Istri kedua Anggi memberikan nomor rekeningnya langsung ku transfer uang itu ke rekening itu dan plastik kresek itu diberikannya kepadaku.


"cek dulu isi flashdisk nya, jika tidak berguna maka saya akan mengembalikan uang mu ini."


Untung aku membawa notepad dan langsung aku uji coba.


Benar kata perempuan ini, percakapan ketiga abang-abang ini terekam sempurna disini, dan perbedaan mereka yang membahas jenis obat yang disuntikkan ke tubuh mendiang bang Jepri.


Sejahat itukah mereka?


Hanya karena uang mereka merampas nyawa bang Jepri, dan telah memperbudak kami untuk membiayai hidup istri dan anak-anak mereka.


Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku, teringat begitu gigihnya aku dan bang Jepri kerja keras demi pendidikan mereka bertiga tapi inilah balasannya.


Air susu dibalas air tuba, dan seketika hati ini seperti tersayat-sayat lalu di tetesi air lemon.


Perih dan tidak terkatakan, sulit untuk di unangkapkan dengan kata.

__ADS_1


__ADS_2