TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Kedua Istri Damar.


__ADS_3

Belum juga pulih luka hati, kini sudah harus berhadapan dengan istri bang Damar dan kenyataan pahit yang harus aku telan.


"jadi......


selain aku harus membiayai pendidikan dan biaya hidup bang Damar, saya harus membiayai hidup istri pertama nya.


Luar biasa dan benar-benar kejutan yang luar biasa.


Tanpa basa-basi dan ini itu, apa tujuan kalian datang kemari?"


Antara istri pertama dan istri kedua itu seperti ingin rebutan bicara duluan, yang akhirnya terjadi perdebatan.


"cukupppppppppppp.......


Istri pertama dulu yang bicara."


Mereka berdua terdiam dan kemudian sang istri menolehku.


"kemarin itu mas Damar sudah memberikan membayar hutang kepada saudara laki-laki kakak.


Dulu mas Damar meminjam uang dari saudara laki-laki kakak sebesar seratus lima puluh juta rupiah, guna untuk pendidikan profesi kedokterannya.


Mas Damar berjanji akan melunasi nya, jika rumah warisannya sudah terjual.


Tapi tidak terwujud karena rumah warisan itu di rebut oleh adiknya, yaitu kamu Bernat.


Kata mas Damar, rumah warisan mencapai satu milyar rupiah jika terjual.


Abang mu di penjara sekarang karena menipu tetangga kami, yang mengalami kerugian hingga seratus juta rupiah.


Mas Damar berjanji akan membantu pengurusan izin praktek bidan mandiri sampai melengkapi keperluan medis nya, putri dari tetangga kami.


Tapi sampai tiga bulan berselang, izin dan juga peralatan medis nya tidak satu pun ada wujudnya nya.


Alhasil abang mu di seret ke penjara, dan tetangga kami yang merasa tertipu itu mintak ganti rugi sebanyak seratus lima puluh juta rupiah karena merasa di tipu dan di rugikan.


Abang mu juga melarikan uang mama Ku, yang seharusnya di gunakan untuk pelunasan KPR rumah kami.


Mas Damar memintaku untuk datang kemari, agar kamu memberikan bagian warisan, agar mas Damar bisa keluar dari penjara dan bisa melunasi hutang-hutangnya.


Sisanya akan kakak gunakan untuk modal jualan aksesoris."


"okey......


sekarang giliran istri kedua, apa keluhan mu kak?"


Istri kedua dari bang Damar yang bernama Reva itu terlihat menghela napasnya.

__ADS_1


"Bernat ingat dengan pak Ridwan? orang mau membeli rumah ini."


"kakak ngak usah memintaku untuk mengingat, capek aku mengingatnya. langsung aja kak."


"baik.....


Waktu itu, biaya pengurusan balik namanya dan pajak peralihan nya sudah diserahkan pak Ridwan secara lunas ke kakak.


Awal nya uang itu masih utuh, tapi abang mu meminjam nya.


Terakhir pak Ridwan atau pembelinya, melaporkan bang Damar.


Akan tetapi bang Damar tidak kunjung mengembalikan uang pak Ridwan, dan akhirnya pak Ridwan melaporkan nya ke polisi.


Kakak akhirnya terseret, lalu kakak di periksa oleh ikatan notaris Indonesia tingkat kabupaten.


Kakak di vonis bersalah karena telah menyalahi aturan dan prosedur serta melanggar undang-undang, serta kode etik profesi notaris.


Kesalahan yang sangat fatal, dan Surat Keputusan izin kakak sebagai notaris dicabut oleh Kemenhumkam, setelah di vonis bersalah oleh ikatan notaris Indonesia tingkat kabupaten, kota madya, provinsi dan pusat.


Gugatan terhadap kakak terus berlanjut, dan akhirnya kedua orang tua kakak menjual rumah dan kebun yang seharusnya bagian kakak untuk mengganti rugi atas biaya kepengurusan surat dan juga pajak-pajak nya.


Pajak bea perolehan hak perwarisan, pajak bea perolehan hak atas perolehan hak baru dan pajak penghasilan atas pengalihan hak.


Lumayan banyak juga, bahkan sisa nya hanya tinggal seratus juta dari hasil penjualan warisan bagian kakak.


Saat ini kakak pengganguran dan kakak tidak pernah bisa menjadi notaris lagi, dan abang mu tidak membayar apapun.


Kakak ke sini untuk meminta bagian warisan dari bang Damar, karena kakak adalah istri nya syah dan untuk kebutuhan ponakan mu yang baru lahir ini."


Haaaaaaaa.......


Kuhembus kan napas ini dan mencoba untuk tenang dan tetap tenang.


Lalu memberikan putusan pengadilan tentang gugatan waris atas rumah ini, memang gugatan ini belum berkekuatan hukum atau inkrah.


"kakak-kakak ipar Ku, pengadilan telah memutuskan bahwa rumah ini adalah milikku berdasarkan wasiat dari almarhum kakek dan almarhumah nenek kami.


Memang putusan ini belum inkrah, akan tetapi itu mengartikan kalau suami kalian berdua itu tidak ada warisan.


Asal kalian ketahui, orang tua kami tidak meninggalkan warisan apapun.


Rumah ini adalah peninggalan dari kakek dan nenek kami, atau orang tua almarhumah mama kami.


Saya sudah membiayai pendidikan suami kalian berdua, bahkan membiayai hidup kak Clara dan anak-anaknya.


Cukup ya, saya bukan sapi perah kalian. berani berbuat dan tentunya berani bertanggungjawab jawab.

__ADS_1


Lagi pula suami kalian itu sudah memutuskan tali persaudaraan terhadap saya.


Jadi saya tidak hubungannya lagi dengan suami kalian berdua apalagi dengan para istri-istri dan juga anak-anak nya.


Sana mintak uang sama presiden aja, ingat ya....


Saya bukan siapa-siapa dan hanya orang lain, saya tidak siapa kalian dan tidak mau tahu siapa kalian berdua.


Sekarang pergi dari rumah Ku, sebelum amarah ku memuncak."


"kamu keterlaluan Bernat, saya menderita karena abang mu, hidup dan cita-cita ku hancur karena abang mu."


"cukup drama nya kak Reva, saya jauh lebih hancur.


Bertahun-tahun saya bekerja untuk suami mu, dan juga untuk membiayai istri pertamanya, bahkan masih mengogroti ku setelah dia sukses jadi dokter.


Saya hanya tamatan SD, itu semua demi suami kalian berdua.


Lalu aku harus memikirkan istri-istri dan anak-anaknya lagi?


halo.....


kalian yang berbuat dan aku harus menanggung akibatnya, ibarat makan nangka, kalian yang makan dagingnya sementara aku hanya mendapatkan getahnya.


Bahkan suami kalian yang menyebabkan abangku meninggal dunia, dan juga sudah menipu ku sebanyak seratus juta rupiah.


Lalu kalian dengan entengnya datang samaku untuk memintak uang, setelah perlakuan suami kalian terhadap ku?


Terhadap mama dan juga kakek dan nenekku, kalian berdua keterlaluan.


Hanya orang bodoh nan idiot yang jatuh ke lubang yang sama."


"Bernat.....


kedua orang tua kakak dan juga saudara-saudara kakak sudah meninggal kakak karena tidak pernah mendengarkan nasihat mereka.


Tolonglah kakak Bernat, setidaknya berikan kakak modal kerja."


"maaf kak Clara, saya sudah kenyang dengan permintaan seperti ini.


lebih baik kalian pergi dari sini, sebelum kekerasan yang terjadi disini."


"biadab kamu Bernat, dasar manusia tidak punya hati."


"pergi kalian dari sini, pergiiii......."


Setelah aku mengeluarkan suara yang kuat, akhirnya kedua istri si Damar itu pergi juga.

__ADS_1


Saya putuskan bahwa, mulai hari ini aku akan menutup mata dan telinga untuk semua saudara dari pihak ayah.


__ADS_2