
Karena bocil itu bising, dan pria itu membawa nya masuk ke dalam rumah. setelah itu datang lagi menghampiri kami.
Bang Jepri terlihat menggaruk di bagian ketek nya dan bagian itu yang tidak di car silver.
Tangan kanannya Ku angkat, dan terlihat bentol-bentol serta ruam memenuhi area ketek nya, demikian juga di bagian ketek tangan kirinya.
Matanya merah dan bagian tubuh yang lainnya yang tidak ada cat silver mengalami bentol dan ruam seperti pada area ketek nya.
Celana pendek berbahan kain tipis dan penuh dengan cat silver, ketika celana bang Jepri di gulung sedikit, bentol-bentol dan ruam itu semakin banyak.
"jangan di garuk bang, nanti semakin perih."
Berusaha menahan bang Jepri untuk tidak menggaruk bagian tubuhnya, tapi sepertinya itu tidak bisa.
"biasa aja Jepri, toh kau terbiasa di kandang."
Mulut asal mangap, bang Damar masih bisa menyindir saat ini.
"bang Jepri aku bawa pulang, bukti pendaftaran administrasi psikolog itu besok pagi harus abang kirimkan."
Kemudian aku meraih tangan bang Jepri, untuk segera pergi dari tempat yang kumuh ini.
"tunggu dulu Bernat, enak aja main bawa Jepri dari sini."
"pak Damar, jika klien saya tidak bisa membawa Jepri pulang ke rumah nya, malam ini juga saya akan melaporkan anda, karena telah mengelantarkan Jepri."
"terserah kalian lah, tapi berikan saya uang. karena harus membayar biaya psikolog nya."
"mohon maaf pak Damar, selama pak Damar tidak bisa memberikan bukti pendaftaran psikolog itu.
Maka klien saya tidak akan memberikan sepersen pun untuk itu."
"bawel.....
Jangan bawa Jepri dari sini, sebelum kalian memberikan uang seratus juta rupiah."
"tidak masalah pak Damar, tapi siap-siap kami laporkan.
Bernat....
mari kita ke kantor polisi, saya sudah mengantongi beberapa bukti akan ekploitasi manusia secara paksa."
Ternyata ancaman berhasil membuat Damar tidak berkutik dan akhirnya aku membawa bang Jepri pulang.
Beberapa menit dalam perjalanan, bang Jepri terus-menerus menggaruk tubuhnya.
"sabar ya Jep....
Sebentar lagi kita nyampe di rumah abang, nanti kamu mandi, setelah itu kita ke klinik dekat rumah abang itu."
Ujar bang Jidan, dan mulai memacu kendaraan agar lebih cepat tiba di rumahnya.
__ADS_1
Akhirnya tiba juga di rumah bang Jidan, dan langsung membawa bang Jepri ke kamar mandi agar bisa membersihkan seluruh tubuhnya dari cat warna silver itu.
Bang Jepri sudah masuk ke dalam kamar mandi, dan asisten rumah tangga bang Jidan memberikan handuk, celana pendek dan juga kimono.
Kemudian aku berlalu ke arah kamar mandi, dan seperti bang Jepri belum selesai mandi.
"bang Jep.... bang .....
ini handuk nya bang."
Pintu di buka oleh bang Jepri, handuk dan juga celana pendek itu ku berikan.
Tidak berapa lama kemudian bang Jepri keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan celana pendeknya.
"ya ampun Jepri....
lihat tuh kulit mu, merah, bentol-bentol dan ruam.
Pakai kimono itu dan kita langsung aja ke rumah sakit, karena itu sudah sangat parah."
Ujar bang Jidan, dan aku langsung meraih tangan bang Jepri.
Butuh waktu lima belas menit, dan kami tiba di rumah sakit swasta yang lumayan besar.
Kemudian langsung ke IGD dan aku langsung membuka kimono yang dikenakan bang Jepri di hadapan dokter itu.
"ya Allah..... ya Tuhanku......
Kak Inur.......
Bawa kemari peralatannya..."
Setelah memakai kimono itu, dan dua perawat langsung menghampiri kami dan menuntut bang Jepri untuk rebahan di ranjang.
"biar abang yang mendaftar Jepri, kamu temani nya ya, biar Jepri ngak merasa kwatir."
Untungnya aku membawa KTP dan kartu asuransi kesehatan itu, dan segera kuberikan kepada bang Jidan.
Salah satu perawat langsung memasang infus dan dokter laki-laki yang terlihat masih muda itu menyuntik sesuatu melalui bokong bang Jepri hingga dua kali suntikan.
Terakhir diberikan suntikan melalui botol infus yang tergantung.
Terlihat bang Jepri secara perlahan mulai tertidur, dan tiga perawat itu memberikan bentol-bentol serta ruam itu dengan kapas yang basah.
Setelah selesai membersihkan tubuh bang Jepri, lalu mengenakan kembali kimono itu.
Dokter bersama tiga perawat itu menghela napasnya dan bersama-sama menatapku.
"manusia silver kan? kok tega sih menyuruh saudaranya untuk menjadi manusia silver?"
"dokter salah paham...."
__ADS_1
Ucap bang Jidan yang sudah tiba di IGD ini, dan kemudian mengambil kursi dan duduk disamping Ku.
"nama saya Jidan, dan saya adalah pengacara Bernat, dan Bernat ini adalah adik dari pasien itu.
Bernat dan Jepri atau pasien itu, dulunya hidup bahagia.
Tiba-tiba saja ayah kandungnya mereka dan saudaranya yang lain menggugat hak perwalian Jepri atau pasien.
Jepri itu tinggal sementara di rumah penggugat yang merupakan ayah kandungnya.
Tapi Jepri malah di jadikan sebagai manusia silver untuk mengemis di lampu merah, ini bukti-buktinya dokter."
Aku memang sempat mereka video disaat bang Jepri mengemis di lampu merah itu, dan juga video dimana bang Jepri diomelin oleh pria itu, pria yang mengaku sebagai ayah kandung kami.
"Astaghfirullahaladzim.... ya Allah....."
Ketiga perawat itu istighfar, demikian juga dengan dokternya.
"perebutan perwalian? klasik.....
maaf saya sudah salah paham dan terpenting adalah pasien sudah mendapatkan pertolongan medis dengan tepat waktu."
"syukurlah dok, apa yang terjadi dengan Jepri dokter?"
"kami sudah beberapa kali menangani kasus manusia silver seperti pasien ini.
Cat silver itu gabungan dari cat pewarna sablon dengan minyak tanah atau minyak goreng, perbandingan 50:50 .
Jika menggunakan minyak tanah, maka akan semakin terang dan berkilau dan jika menggunakan minyak goreng maka warnanya akan gelap.
Untuk membersihkan cat silver pada tubuh cukup menggunakan sabun saat mandi sembari menggosok seluruh tubuh yang terkenal cat.
Cat sablon yang dipakai manusia silver termasuk bahan kimia ini bisa sangat berbahaya ketika berinteraksi dengan tubuh manusia.
Pelarut dan tinta sablon dapat mengiritasi kulit yang menyebabkan dermatitis, apalagi setelah terpapar sinar matahari langsung.
Saat sinar matahari mengenai tubuh, dan tentunya akan berkeringat.
Cat silver itu akan luntur dan perlu di tambah lagi, sementara ada beberapa ada masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit.
Tapi ya tapi....
Setiap pasien yang kami tangani awalnya tidak mengeluh akan efek dari cat silver itu.
Tapi setelah beberapa hari barulah beraksi dan harus ditangani oleh tenaga medis.
Kira-kira sudah berapa lama pasien ini menjadi manusia silver?"
Hanya bisa menggelengkan kepalaku, karena baru tadi sore aku melihat bang Jepri menjadi manusia silver di lampu merah itu.
Dokter menghela napasnya dan menatapku dengan tatapan yang curiga.
__ADS_1