TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS

TALI PERSAUDARAAN YANG PUTUS
Diskusi.


__ADS_3

Tepat pukul tiga sore, Jidan and partner sudah tiba di kantor ini, mereka berjumlah enam orang dengan stelan yang unik.


Tiara sepertinya sudah sangat akrab dengan mereka, terutama Jidan.


"bang Jidan, bos ku dan kedua rekan kerja ku mengalami hal sama seperti yang Tiara alami dulu.


inilah somasi yang mereka terima dari pengacara saudara mereka."


Ujar Tiara yang menjelaskan titik permasalahan kami, dan Jidan bersama rekannya membaca somasi yang diberikan oleh Tiara.


"kita mulai dari siapa dulu ni?"


Jidan bertanya dan aku menunjuk ke arah Lamhot dan Sion.


"Lamhot dan Sion aja dulu, baru nanti Bernat bang."


Lamhot dan Sion menceritakan permasalahan masing-masing dan terakhir pengacara yang Jidan itu hanya tersenyum menanggapinya.


Lalu tibalah giliran Ku, berhubungan semua dokumen berada di ruangan ini, baik itu identitas dan juga dokumen tentang aset dan itu langsung aku serahkan kepada Jidan.


"hampir sama dengan kasus yang dialami oleh Lamhot dan Sion bang.


Pertama untuk rumah yang saya tempati, dan itu adalah wasiat dari almarhum kakek kami.


Sudah disetujui oleh ahli waris yang lain, yang merupakan anak-anak kandung dari kakek dan nenek kami."


Bang Jidan membaca dokumen yang aku berikan seraya mendengarkan penjelasan dariku.


"Kenapa tidak tertera ketiga abangnya Bernat sebagai waris dari mama kalian? dan kenapa akta lahir Bernat dan juga Jepri sebagai anak ibu saja?"


Pertanyaan itu datang lagi, ini merupakan aib keluarga tapi itu harus dijelaskan karena menyangkut gugatan.


"ibu kami dinikahi secara siri bang, ibu baru mengetahui kalau ayah kami mempunyai istri yang lain setelah aku lahir.


Menurut keterangan om Bayu, yaitu saudara laki-lakinya ibu kami.


Bahwa bang Damar, Anggi dan Firman, di bawa oleh ayah saat itu.


Nah waktu tibalah saya harus sekolah, dan mama mengurus identitas.


Ketika ibu meminta persetujuan dari ayah kami, dan itu mendapatkan penolakan dari ayah.


Alasannya karena ketiga abang-abang Ku yang jenius itu tidak ingin akta kelahirannya tanpa ayah.


Alhasil hanya Bernat dan bang Jepri yang didaftarkan sebagai anak ibu kami, baik itu kartu keluarga dan juga akta kelahiran.

__ADS_1


Itulah yang dikeluarkan oleh catatan sipil waktu itu, sampai lah ke surat keterangan waris.


Sehingga saya perlu perwalian bang Jepri, untuk mengurusi BPJS kesehatan dan juga yang lainnya.


Maka saya mengajukan permohonan perwalian dan dikabulkan.


Apakah itu masalah bang Jidan?"


"tidak....


hanya saya ingin mengetahui riyawat yang sebenarnya, agar menguasai permasalahan.


Lalu bagaimana dengan Jepri? apakah Jepri memiliki saham di usaha ini?"


"tentu dong bang, karena ada uang bang Jepri disini, hasil dari tabungannya.


inilah rekening bank milik bang Jepri, dimana hasil pembagian pendapatan disetor ke rekening.


Uang tabungan ini aku pergunakan untuk biaya bang Jepri, misalnya konsultasi ke psikolog, terapi dan sebagainya.


Semua catatannya lengkap, dan sistem pembayaran juga lengkap.


Aku hanya ingin bang Jepri bisa seperti layaknya seorang laki-laki dan aku sangat menyayangi nya, karena hanya bang Jepri yang memanggil ku dengan panggilan adek.


Tertawa dan menangis kami sama, ketika aku terjatuh di kandang karena kelelahan. bang Jepri yang menggendong ku rumah sakit.


Ketika bang Jepri sudah aku bangunkan dari tidurnya, aku sudah sangat khawatir."


Inilah untuk kesekian kalinya air mata ku mengalir, karena mengingat kebersamaan ku dengan bang Jepri.


"baiklah pak Bernat, untuk kekurangan berkas dari Lamhot dan Sion hanyalah surat tanah atau sertifikatnya.


Jika ada pendukung lainnya, misalnya akta jual beli, surat perjanjian kredit ke bank atas KPR rumah dan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Lamhot dan Sion untuk biaya pendidikan atau apapun itu."


"ada pak pengacara, akta jual beli, akta catatan hutang atau apa gitu namanya. photo copy surat keterangan lunas dari bank.


Rincian biaya Notaris nya dan beberapa angsuran nya yang masih aku simpan.


Untuk saksi bahwa itu adalah KPR ada, yaitu Mak Lisa, Sion, karena kami bertiga sama-sama mengajukan permohonan KPR. tetangga kami sebagai sales yang mempromosikan rumah itu dan membantu proses balik nama, serta pengambilan sertifikat dari bank dan juga penghapusan riyawat hutang di sertifikat itu.


Untuk biaya pendidikan adek-adek lengkap semuanya, karena itu dari sekolah kian dan juga kampus."


Ucap Lamhot dengan begitu semangatnya, lalu Sion menambah saksi yang mengetahui kalau itu KPR yaitu pak Leo dan pak Juru tukang potong hewan besar yang ikut juga KPR untuk anak-anak mereka.


"sepertinya sudah cukup, hari ini konsultasi dulu, besok saya akan datang untuk membawa surat kuasa dan sekaligus meminta photo copy dari semua yang sebutkan itu.

__ADS_1


Untuk saksinya saya hanya butuh photo copy KTP dan nantinya meminta mereka bersaksi.


untuk Lamhot dan Sion, besok tolong pertemukan kami dengan saksi itu, agar bisa saya arahkan nantinya.


apakah bisa?"


Dengan yakin mereka berdua menjawab " iya" dengan serentak, lalu bang Jidan menoleh ku.


"sekarang saya beralih kepada pak Bernat."


"Bernat aja bang."


"okelah Bernat, dalam kasus mu ini. sudah pernah kami dapatkan.


Yaitu tentang hak asuh, pada akhirnya hanya masalah uang. tapi ada nilai moral yang sudah kita dapatkan disini.


Berkaca dari pengalaman tim abang ya, kami memenangkan hak asuh tersebut dan kasusnya persis seperti ini.


Cuman bedanya di saham perusahaan atas warisan orang tua aja.


ternyata menjadi menang bukanlah akhir yang baik, malah menjadi bencana bagi pemenang nya.


Penggugat mengajukan banding dan mereka menemukan satu celah kesalahan di masa lalu.


Akhirnya hak asuh jatuh ke tangan penggugat, dan itulah awal bencana itu.


Penggugat yang menang akhirnya bisa menjual saham milik yang berkebutuhan khusus tadi.


Setelah mendapatkan saham tersebut, si berkebutuhan khusus di buang di jalanan, walaupun ditemukan oleh orang yang menyayangi dan ternyata sudah kritis.


Akhirnya meninggal dan terjadi gugatan lagi, karena melalaikan tugas dan kewajiban.


Sebenarnya saham tadi digunakan untuk biaya perawatan dan biaya kehidupan sehari-hari yang berkebutuhan khusus.


Niat baik tidak selalu mendapatkan sambutan yang baik Bernat.


Ada kalanya kita berpura-pura kalah agar melihat kelemahan dari musuh kita.


berkorban sedikit materi itu jauh lebih baik dari pada kehilangan orang yang kita cintai.


Abang disini melihat ketulusan hatimu terhadap abang mu itu, dan dari cerita mu serta somasi yang dilayangkan sudah bermakna buruk."


"jadi apa rencana abang?"


Sebenarnya kurang paham akan maksud dari bang Jidan ini, tapi aku penjelasan lebih akan penuturan nya barusan.

__ADS_1


__ADS_2