
Karena sudah terbiasa bangun pagi dan beraktivitas, sebagaimana biasanya. lalu terhidang sarapan dan dua gelas kopi untuk kami berdua.
Kemudian mandi dan berpakaian, setelah itu barulah ke ruang makan dan bang Jidan sudah menunggu disana dengan rambutnya yang masih acak-acakan.
"belum mandi bang?"
"belum, ntar aja di rumah."
"kok ntar bang, kita kan mau ketemuan sama bang Yusuf."
"iya iya ....
terus pakaian abang gimana ya?"
"sepertinya kita satu ukuran deh pakaiannya, pake pakaian aja, masih ada juga dalaman yang baru ku beli.
Ntar abang ambil aja di lemari pakaian di kamarku ya, pilih yang mana yang cocok untuk abang kenakan.
Bernat ngak menyimpan uang dan di dalam lemari itu, jadi ngak perlu sungkan-sungkan untuk masuk kedalam kamar Bernat ya."
"okelah kalau begitu, tapi kita sarapan dulu ya, karena sedap kali aroma masakan mu ini."
"oke bang."
Tanpa mandi dan sepertinya itu bang Jidan belum sikat gigi deh, tapi bodoh amat ah.
Ntar kalau sudah jadi suaminya kak Tiara, baru tau rasa dia itu.
"ngapain senyuman gitu?"
"karena bang Jidan belum sikat gigi dan mandi tapi langsung makan, liat aja setelah menikah dengan kak Tiara.
Pasti pagi-pagi kak Tiara dah nyanyi di hadapan abang."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha haha hahahaha hahahaha hahahaha
"kok malah ketawa bang? emangnya lucu ya?"
"iya lucu, hanya teringat waktu Tiara sidak ke kantor abang, ngomel aja karena melihat berkas-berkas yang berserakan .
Laki-laki semua di kantor, hanya yang bersih-bersih yang perempuan.
Tapi jujur ya, abang salut melihat kalian semua.
Rapi, bersih dan teratur. kalian kan peternak, ya seharusnya jorok dong, tapi malah kebalikannya."
"abang salah, peternakan itu harus bersih, rapi dan tertata.
__ADS_1
Agar terhindar dari berbagai virus yang berbahaya bagi ternak dan terlebih-lebih kepada terhadap manusia.
Kebersihan yang paling utama dan wajib menjadi perhatian.
Tidak boleh lengah kalau soal kebersihan dan harus di utamakan, barulah ke pakan ternak dan kemudian kesehatan ternak.
Semua harus teratur dan tertata rapi, agar mudah di klasifikasi berdasarkan hal yang utama."
"waouuuuu......
selain mendapatkan klien, abang juga mendapatkan sahabat, adik dan juga pengalaman dan ilmu yang sangat-sangat berharga.
Abang merasa sangat-sangat beruntung mengenal mu Bernat dan juga keluarga yang menyayangi mu.
Kalian memang luar biasa, sangat-sangat luar biasa."
Ucapannya dan kami lanjut makan, selesai makan dan bang Jidan aku minta untuk mandi, sementara aku membereskan meja makan dan juga mencuci piring.
Selesai semuanya lalu lanjut duduk di sofa seraya menikmati segelas kopi yang sudah hampir dingin.
"Kren kali pakaian mu bah, terimakasih ya."
"sama-sama bang, yuk duduk dulu. kita ngopi dulu ya."
Kami berdua menyeruput kopi kami masing-masing, lalu bang Jidan menatapku.
"kenapa bang?"
"sudah tau kok bang, pak Bima cerita kemarin. dan para warga mengadukannya ke polisi atas fitnah yang disebarkan nya."
"iya benar, memang seperti itu. seharusnya Damar masih dalam penjara kian, tapi karena koneksi investor nya sehingga dia bisa keluar dari penjara untuk sementara waktu.
Mungkin koneksi investor nya itu sangat kuat di kalangan pemerintah."
"investor untuk apa?"
"untuk membiayai penelitian Damar, pemerintah sudah menetapkan penelitian sebagai penelitian terlarang.
Karena sebenarnya mereka meneliti senjata biokimia untuk di jadikan senjata.
Dua ruko gandeng dan segala fasilitasnya sudah disita dan dijadikan alat bukti.
Abang mu melakukan uji coba terhadap almarhum Jepri, yang memicu peredengan sel kanker.
Ditambah lagi cat silver yang memenuhi tubuhnya, dan saat ini hasil penelitian itu masih berlanjut dan sedang di buru ke negara Rusia.
Karena investor nya itu berasal dari negara Rusia, sulit untuk di investasi karena jaringan mereka yang sangat rapat.
__ADS_1
Tapi setidaknya, para sindikat dari Indonesia sudah di ringkus oleh pihak berwajib.
Terakhir kabar yang Abang dengar bahwa, istri Damar yang kedua yang bernama Reva sedang berurusan dengan pihak kepolisian karena menjual ruko gandeng itu."
"loh kok bisa bang?"
"Reva mengira kalau kedua ruko itu mulik suaminya, karena Damar memiliki sertifikat atas dua ruko tersebut.
Padahal sertifikat itu palsu, untuk mengelabuhi pemerintah setempat dan para warga.
Reva memaksa Damar untuk menandatangani kuasa jual terhadap ruko gandeng tersebut, dan seketika laku aja itu ruko.
Sudah pelunasan dan telah menyetorkan biaya pajak, ruko gandeng itu di jual seharga dua milyar rupiah dan sudah termasuk biaya notaris dan biaya pajak-pajak.
Ketika notaris melakukan pengecekan sertifikat di badan pertanahan nasional, dan dinyatakan bahwa sertifikat tersebut palsu.
Kemudian notaris langsung mengabari pembeli nya dan menyampaikan hal tersebut.
Seketika pembeli itu langsung mencari Reva dan saudara laki-lakinya, sempat ada keributan karena masing-masing mempertahankan argumen nya.
eh ternyata uang serta biaya pajak sudah habis untuk membayar hutang yang di buat oleh Damar dan istrinya dan juga hutang Damar terhadap iparnya.
Semuanya semakin rumit, sementara rumah satu-satunya milik keluarga Reva yang menjadi harapan satu-satunya.
Jika mereka menjualnya, terus mau tinggal dimana?
Lain lagi istri ketiga si Damar, yang sudah memiliki satu anak dan sedang hamil tua.
Belum lagi istri pertama nya dan juga segenap hutangnya."
"keluarga ku ribet ya bang?"
"iya benar, memang benar-benar ribet. itulah kenapa abang mendukung mu untuk tinggal sementara di Lampung seraya melebarkan sayap PT BERNAT disana.
Karena ketiga istri-istri abang mu itu dan juga para keponakan mu itu akan datang terus menerus mencarimu anak muda.
kapan lagi kau bahagia jika terus menerus mengurus abang-abang mu itu dan semua keluarganya.
Belum lagi dari Firman, Anggi dan ayah kalian, bikin mumet itu pastinya.
Abang tau kalau kamu itu adalah anak muda yang berhati baik, bukan hanya abang yang mengakuinya tapi warga disekitar rumah dan juga segenap pegawai sampai pelanggan-pelanggan merasakan betapa baik dirimu.
Kamu dan semuanya saling membutuhkan, dan terjalin kerjasama yang baik dan sikap mu baik dan tulus menjadi nilai plus bagimu.
Saya, Togu, Riyan dan Juna serta Tiara dan yang lainnya mendukung mu untuk tinggal sementara di Lampung, bukan berarti kami meminta mu untuk menjauhi keluarga mu itu.
Tapi semua ini demi kebahagiaan kamu anak muda, kami semua sayang sama mu, itu karena kamu sudah menabur kasih kepada kami."
__ADS_1
Entah apa yang membuat ku memeluk bang Jidan dan tanpa terasa air mata ini mengalir deras di pipiku.
Mungkin karena terlalu lelah dengan semua cerita keluarga ini, sehingga membuat air mata kembali mengalir.