Terjerat Cinta Gadis Malam

Terjerat Cinta Gadis Malam
Bab 11


__ADS_3

Indah tak mampu berdiam saat benda kenyal itu menerobos masuk kedalam rongga mulut yang sejak tadi menganga karena masih tak percaya dengan pria yang ada di depannya.


Keduanya saling membelit, menyesap, meraih manisnya madu yang saling beradu.


Tangan pria itu sudah bergerilya, dia mengabsen setiap inci tubuh Indah yang sangat ia inginkan, melangkah maju hingga tubuh mungil itu ambruk di atas ranjang.


Indra perasa itu terus bermain hingga turun mengabsen leher jenjang yang menggoda, Indah mencoba mengingatkan karena Nicko orang baru takut-takut hilang kendali dan meninggalkan jejak kepemilikan. Nicko menyesap sekali-kali menggigit leher itu, keahlian yang ia punya tak membuat jejak di sana tetapi semakin membuat Indah tak berdaya.


Tak banyak kata yang mendefinisikan tapi cukup merasakan hingga di buat mabuk kepayang. Masih belum mengerti kenapa Nicko yang tiba-tiba bisa membookingnya malam ini. Padahal janjinya bukan dengan si om ini. Tapi si om yang sudah memiliki istri tiga tetapi masih saja hasratnya membuat serakah.


"Kenapa om bisa booking aku malam ini....eugh, om main curang ya..."


"Aku sangat menginginkanmu dan perbuatanmu tadi siang membuatku semakin tertantang, ternyata memang kamu mempesona....."


Tangan kekar itu sudah menanggalkan seluruh kain yang menempel di diri Indah hingga tak tersisa satu helaipun, matanya berbinar penuh damba melihat begitu menggoda gadis yang ada di depannya.


Indra perasanya segera mampir di dua bongkahan yang sejak tadi telah menantang, membuat Indah semakin di dera gejolak hasrat yang membara.


"Ough, pelan-pelan om...."


"Panggil namaku sayang!"


"Siapa nama om?" nafas Indah memburu dengan jantung yang sudah jedag jedug, di balik kenikmatan yang pria itu suguhkan, Indah takut pria ini dendam. Sedangkan dia harus tetap kokoh menjaga miliknya.


"Namaku Nicko, panggil namaku setiap jeritanmu baby!"


Nicko tak diam sejak tadi, dia seakan menemukan durian matang yang siap di santap, Nicko yang tak pernah bersikap liar pada wanita bayarannya dengan menikmati betul-betul tubuhnya, kini di buat seperti tak pernah melihat keindahan yang nyata. Bahkan sebelumnya tanpa ada pemanasan si Mickey langsung menghujam, tapi dengan Indah dia lebih ingin menikmati dan membiarkan si Mickey meringis menunggu giliran .


Gerakan Nicko perlahan turun ke bawah, mulai membasahi perut Indah bermain sejenak di sana, menggelitik dan merusuh hingga membuat Indah semakin kewalahan menghadapinya.


Semakin turun semakin Nicko terpaku melihat begitu cantik lembah yang di tumbuhi sedikit rumput yang terawat dengan apik.


"Kamu pintar sayang, ini wangi dan indah seperti namamu Indah!"


deg


Mata Indah melebar, tau dari mana orang ini dengan nama Indah. Sedangkan nama itu tak pernah ia pakai di malam hari.


"Ugh.....terus om," Nicko menjulurkan lidahnya, membiarkan benda kenyal itu bermain di lembah sesuka hati, hingga tubuh Indah meliuk-liuk sejak tadi merasakan setiap sentuhan yang Nicko berikan.

__ADS_1


"Mmhhh om tau dari mana nama aku?"


"Bahkan aku pun tau alamat rumah mu!"


"Yes om...iya pas di situ.....eeuuhhhh."


Kenapa jadi gue yang di buat seperti ini, om Nicko memang benar-benar berbeda, gua di buat kewalahan begini.


Om Nicko........


Nicko membuat Indah sampai di titik dimana gelora itu menuju puncak dengan cairan yang keluar membasahi wajah tampan Nicko. Tubuh Indah bergetar hebat, baru kali ini ia merasakan luar biasa. Mendapatkan semburan itu membuatnya terus menyesap dan menghabiskan semua sampai tak bersisa.


Nicko tersenyum melihat Indah terpejam dengan nafas naik turun membuat dua bongkahan itu semakin menantang.


Eugh.....


Nicko membuang semua yang menempel di dirinya hingga polos. Kini keduanya sudah seperti bayi tanpa selembar kain yang menutupi. Melihat Mickey milik Nicko untuk pertama kalinya membuat mata Indah melebar sempurna.


"Kenapa baby...."


"Benar-benar besar om!"


"Tapi aku nggak bisa membiarkannya masuk om!" ucap Indah mencoba memperingati.


"Kenapa sayang?"


"Ini peraturan dariku om, aku memang gadis malam, tapi aku masih perawan!" tegas Indah.


Mendengar itu Nicko seakan tak percaya, Nicko menggelengkan kepalanya. Mana ada di jaman sekarang gadis malam tapi masih perawan, sedangkan yang tak berprofesi itu saja sudah banyak yang tak bisa menjaganya.


"Apa buktinya jika kamu masih perawan?"


"Aku nggak minta om untuk percaya, tapi aku hanya menegaskan peraturannya dan ini juga berlaku pada semua tamuku om, jadi bukan hanya om saja!"


Nicko teringat kata-kata dari Toni waktu itu, jika Indah ini berbeda dengan wanita malam lainnya. Apa ini yang Toni maksud ......


"Lantas hanya segini saja, sedangkan aku sudah membayar kamu mahal!"


"Tapi keperawananku tak dapat di beli dengan uang!"

__ADS_1


Indah naik ke tubuh Nicko mempertemukan kembali benda kenyal itu hingga nafas Nicko kembali memburu. Tangan Indah mulai melakukan pekerjaannya, Indah tak ingin banyak bicara, dia ingin segera mengeksekusi dan membuktikan pada Nicko jika dia tetap bisa memberi kepuasan.


Nicko seperti terhipnotis, dia lupa jika tadi emosinya sempat terpancing. Lidah Indah bekerja dengan baik menyusuri setiap inci tubuh atletis di bawahnya yang sejak tadi mengeluarkan suara khas yang begitu berat hingga memenuhi ruangan kamar hotel.


"Ugh yes Baby, terus sayang...."


"Panggil aku Cinta om!"


"Yes Cinta.....ini luar biasa!"


Indah terus bergerilya hingga satu hisapan membuat Nicko berteriak, "aaaakkkkhhhhhhhh.."


"Cinta kamu.....I like it baby!"


Kepala Cinta naik turun mengeksekusi Mickey yang sejak tadi sudah meminta lebih, Nicko terus maracau dengan memanggil nama Cinta dengan mata terpejam.


Indah memang tak akan membiarkan tamunya meragukan akan keahliannya, sudah hal biasa jika mendapati tamu baru yang emosi tapi di akhir mereka pasti kembali, bahkan rela mengantri.


Indah menukar posisi terlalu berisik jika mulut Nicko ia biarkan saja, hingga Indah membuka kedua kakinya di depan wajah Nicko tanpa melepaskan si mickey yang mulai berkedut.


"Ough Cinta kamu menginginkannya lagi sayang...."


"Ayo om, buat aku melayang bersama...."


Tanpa pikir panjang Nicko segera melahap hidangan yang tersedia di depan wajahnya, dengan posisi ini keduanya semakin panas dan membara. Hingga keduanya terus bergoyang, menyentuh dan mengarah tepat sasaran.


"Terus Cinta.....aku sebentar lagi sampai!"


"Perdalam sedikit lagi sayang!"


Indah menggila, sentuhan Nicko juga tak bisa di anggap remeh, mampu membuatnya semakin tak terkendali hingga suara erangan keduanya menyambut cakrawala saat sesuatu yang lepas itu melegakan jiwa.


"Aaakkkkkkkhhhhh......"


Nafas Indah memburu tubuhnya pun ambruk dengan posisi yang sama. Nicko sedikit bangun kemudian mengangkat tubuh Indah dan memposisikan di sampingnya.


Tangan Nicko terulur merapikan rambut Indah yang basah menutupi wajahnya, baru kali ini ia memperlakukan wanita bayarannya dengan sikap yang berbeda. Ntah ada getaran apa yang membuat hatinya terus berdesir setiap bertemu dengan Indah. Apalagi di posisi yang dekat seperti ini, dia pikir hanya karena hasratnya yang ingin tetapi tidak, dalam keadaan normal seperti ini pun dia masih berdebar.


Indah yang tak pernah mendapati pelepasan yang seperti ini benar-benar lelah hingga tak terasa ia tidur di dekapan tamunya. Hal langka yang terjadi, dia yang selalu meninggalkan tamunya setelah selesai bekerja tapi ini justru membiarkan dirinya jatuh di pelukan hangat pria yang tadi siang ia kerjai.

__ADS_1


Nicko tersenyum melihat Indah tertidur dengan nyaman di pelukannya, ntah apa yang ia rasakan sekarang, hatinya menghangat hingga bibirnya mendarat di kening Indah begitu dalam dan keduanya sama-sama terlelap dengan selimut tebal membungkus keduanya.


__ADS_2