
3 hari di rumah sakit, kini Indah sudah kembali sehat dan sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Sejak pagi Nicko sibuk mengurus administrasi, mengemas barang-barang yang mereka bawa dan membersihkan bekas makanan.
Tepat jam 10 mereka keluar dari rumah sakit, Nicko sengaja tak langsung membawa Indah pulang. Setelah memastikan sang Istri sudah kembali pulih bahkan sudah sehat lagi. Nicko mengajak Indah untuk pergi ke supermarket. Dia ingin Indah memilih apapun makanan yang ia suka. Serta membeli susu hamil untuk stok satu bulan ke depan.
"Sayang, kita mampir ke supermarket dulu ya. Nanti sekalian beli sayur-sayuran juga biar Bibi yang masak."
"Boleh By, sekalian cuci mata lihat-lihat aneka jajanan." Indah tersenyum senang, ia begitu antusias karena selama di rumah sakit seperti terpenjara dan bergerak pun terbatas.
"Senangnya istri aku.." Nicko juga ikut serta bahagia melihat sang istri begitu senang dan bersemangat.
Berjalan masuk ke supermarket dengan bergandengan tangan, kemudian Nicko mengambil troli untuk tempat belanjaan.
"Mau mulai dari mana sayang?" tanya Nicko yang melihat mata Indah begitu berbinar.
"Mmmmm mana ya By," Indah menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak, kemudian menunjuk rak tempat cemilan "sana By!"
"Oke, yuk!" kemudian Nicko mengikuti langkah sang istri menuju deretan rak yang di penuhi dengan beragam macam makanan ringan.
Sudah beberapa hari semenjak di nyatakan hamil Indah jarang makan nasi. Mendadak dia tak berselera jika melihat nasi, entah nanti anaknya mau jadi apa. Sedangkan masih di dalam kandungan saja sudah tak doyan nasi putih.
Indah mengambil berbagai macam biskuit, wafer dan tak lupa coklat untuk memulihkan moodnya jika di landa mual berlebih. Nicko pun memasukkan beberapa makanan ke troli dan banyak sekali Snack yang turut serta masuk ke trolinya.
"By, kok itu Chiki banyak banget. Gede-gede lagi, mau buat siapa?" tanya Indah heran, karena yang ia tau sang suami tak suka nyemil dan dia pun di larang makan chiki banyak-banyak.
"Buat aku, lagi pengen aja." Nicko mengulas senyum menatap sang istri yang masih tak percaya.
"Mana pernah dia nyemil, yang ada takut itu roti sobek di perutnya hilang. Tapi ini santai banget masukin semua jenis Chiki, mana jumlah masing-masingnya nggak cuma satu lagi."
Indah masih menatap tak percaya, ia melirik troli yang sudah penuh dengan jajanan yang Nicko ambil, sedangkan punyanya baru beberapa dan masih banyak lagi yang belum dia masukan ke troli.
Melangkah lagi ke area susu dan minuman. Indah mengambil beberapa dus susu dengan varian rasa yang berbeda, untuk susu hamil sang anak tak mengeluh dan mau terima, justru sangat suka ketika papahnya membuatkan susu hamil untuknya.
__ADS_1
Indah memasukkan empat dus susu hamil ke dalam troli, tapi belum sempat memasukkan kedalam troli dia di buat terkejut saat trolinya berubah menjadi kosong. Dia mengedarkan pandangannya mencari troli yang penuh tadi dan sang suami yang tiba-tiba tidak ada.
"Kemana dia...."
"Sayang."
"Eh," Indah terkejut mendapati tangan sang suami yang tiba-tiba merangkulnya entah dari mana.
"Belanjaan yang penuh tadi mana?
"Udah menepi ke sisi kasir, nggak muat juga. Kan ini udah aku siapin yang baru sayang."
Keduanya kembali melangkah menuju rak yang berisi berbagai macam minuman.
"Ada yang kemasan praktis juga sayang susu hamilnya, kamu mau?"
"Boleh..." Indah memilih beberapa susu kotak kemudian kembali mengisi troli tersebut. Tapi lagi-lagi Indah begitu terkejut saat melihat trolinya yang cepat sekali penuh. Banyak berbagai macam minuman kemasan dengan berbeda merk dan rasa. Wanita itu sampai di buat bingung melihat sang suami yang dengan santainya memindahkan isi rak ke dalam troli.
"By, nggak salah?"
Nicko terkekeh melihat ekspresi Indah. "Udah nggak usah di pikirin sayang. Ayo kita ke rak buah-buahan dan sayuran!" Nicko kembali mengambil troli kosong ke samping sang istri. Sejak tadi Indah mengamati pergerakan sang suami. Setelah menepikan belanjaannya, Nicko kembali lagi ke tempat Indah berdiri.
"Sudah?"
"Hhmm..." Nicko menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang. Melihat itu Indah hanya menggelengkan kepala.
"Aneh...."
Indah melangkah pelan memilih buah yang ia suka, tangannya tertuju pada buah apel, jeruk dan anggur. " By kalo mau kiwi sama strawberry yang besar-besar itu boleh juga nggak?"
"Ambil aja sayang, kamu mau apapun ambil, nggak perlu pikir-pikir," jawab Nicko santai. Dengan senang hati Indah mengambil buah yang menarik menurutnya padahal entah nanti akan ia makan atau tidak. Memasukan buahnya kedalam troli tapi seketika matanya melebar saat empat buah semangka sudah mendominasi di sana hingga Indah segera menatap sang suami yang masih berkutat memilih melon.
__ADS_1
"Ini kenapa buah gede-gede juga masuk, emang dirumah mau buat main bola apa....Ya Allah suamiku lagi kenapa sich? dia apa mau buka toko beneran? Apa mau mindahin ini super market ke rumah."
Indah memijit pelipisnya, dia diam menatap sang suami yang berjalan menghampiri dengan membawa tiga buah melon sampai kerepotan sendiri.
"By, awas buah-buahan milikku ketindihan itu!"
"Iya sayang tenang..."
Kali ini Indah tak ingin bertanya, membiarkan sang suami sesuka hati mau belanja apa. Kemudian ia menuju sayur-sayuran segar, memilih beberapa sayuran hijau untuk di masak beberapa hari ke depan.
"Ini kalo laki gue ngisi troli ke empat sama semua sayuran di sini, fix....laki gue mau buka toko beneran. Mungkin dia mau beralih profesi kali." Indah menggelengkan kepalanya, melirik sang suami yang masih diam seperti memikirkan sesuatu.
Kemudian ia melangkah menuju ikan dan daging, membeli sekilo udang, cumi dan lobster. Mata Indah berbinar saat melihat semua jenis seafood yang ia pilih, sudah lama tak makan seafood rasanya seperti mendapat durian runtuh.
"Ini tolong timbang ya mas!"
"Baik mbak...." Indah menyerahkan plastik berisikan aneka seafood yang ia kemas tadi.
"Sa.... sayang kamu ngapain?" Indah tercengang melihat sang suami mengambil banyak sekali nugget dan sosis, serta kentang potong yang siap di goreng. "Baksonya nggak sekalian By?" tanyanya lagi.
"Kamu bener banget sayang, bakso ya...nanti tinggal buat kuahnya aja, terus jangan lupa saos dan kecap. Tunggu ya aku ambil dulu!"
Indah menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Nicko. "Ini orang bener-bener dech....."
Setelah menghabiskan Lima troli untuk barang belanjaan yang akan di bawa pulang. Kini Indah terduduk di kursi luar kasir sambil menikmati ice krim menunggu sang suami selesai melakukan pembayaran.
Nicko memasukkan semua barang belanjaan kedalam mobil, hingga jok belakang ia tekuk agar masuk semua.
"Muat by?"
"Tinggal satu troli lagi, aku harap muat di bagasi." Nicko menata belanjaannya agar bisa masuk dan membiarkan sang istri menunggu di kursi depan dengan anteng.
__ADS_1