Terjerat Cinta Gadis Malam

Terjerat Cinta Gadis Malam
Bab 06


__ADS_3

Adit yang sejak tadi memilih melanjutkan pekerjaannya sembari menunggu Nicko di buat heran dengan temannya yang berjalan menghampiri dengan meringis menahan sakit.


"Loe kenapa? jalan kayak gitu banget, salah urat loe gara-gara kebanyakan gerak? apa tulang sumsum loe udah abis olinya gegara tiap hari di semprot!"


"B*cot loe! ulah kelinci kecil yang minta gue kangk*ngin nich!" sewot Nicko.


"Siapa? Apa gadis itu?"


"Hmmm......" Nicko sudah duduk di sofa lobby hotel kemudian menyesap kopi yang ada di meja.


"Punya gue itu, pesen dulu kek loe!"


"Berisik tinggal pesen aja ntar gue yang bayar!"


Adit menggelengkan kepala kemudian memesan lagi kopi pada pelayan yang bertugas.


"Eh tapi loe ketemu gadis itu dimana?" tanya Adit penasaran sedangkan dia saja yang sejak tadi di lobby tidak melihat Indah melintas.


"Tadi pas dia mau check in."


"Bukannya tadi udah ya, gila padet juga ya schedulenya sedangkan ini aja udah hampir jam satu, balik jam berapa tuh anak?"


"Makanya gue makin tertantang sama dia, pengen tau gue gimana servisnya, kenapa bisa rame banget kalah sibuknya gue yang CEO sama dia yang kerja malem!"


"Bener juga, bukan dia yang nyari tapi malah dia yang di cari, gue rasa nggak kaleng-kaleng, gue jadi penasaran pengen nyoba juga!"


"Berani loe!" sewot Nicko.


"Lah kan bekas loe!"


"Tapi kali ini nggak!" tegas Nicko.


"Gue jadi curiga sama loe, loe sebenernya bukan cuma tertarik sama bodynya kan, tapi juga sama orangnya, jangan-jangan dari mata turun ke hati lagi!" ucap Aldi dengan mata penuh selidik.


"Diem loe! pake dari mata turun ke hati segala yang ada dari mata turun ke Mickey, lihat nich celana gue si Mickey bangun lagi cuma nyium aroma tubuhnya doank!"


"Gila sich loe mah, udah maniak loe baru juga nyampe udah minta lagi, bokong gue aja sampe panas nunggu loe nggak kelar-kelar! gila aja loe kalo mau lagi mah, yang ada gue tinggal pulang!"


"Pulang gue potong gaji loe!"


"B*ngke ancaman loe!"


"Udah ayo balik!" Nicko segera beranjak dari duduknya.


"Kopi loe aja baru di anter noh, sayang bege!"


"Bungkus kalo loe mau!" celetuk Nicko kemudian berjalan meninggalkan Adit.


"Kopi mahal di tinggal, ya sayang......" Adit segera meminta pelayanannya untuk mengganti tempat agar bisa di bawa pulang.

__ADS_1


Pagi ini Indah benar-benar masih lelah, bahkan yang biasanya masih ada waktu tidur hingga tiga jam, pagi tadi dia hanya menyempatkan tidur satu jam saja. Hingga membuatnya pagi ini tidak sempat mampir ke rumah sakit untuk menjenguk mamahnya karena takut terlambat.


"Huhhff...... maaf ya mah, Indah nggak bisa njenguk, Indah kesiangan mah!" gumam Indah setelah mengetikkan pesan pada bibi.


"Pak, SMA Nusa Darma ya...saya mau tidur nanti kalo sampai tolong bangunin ya pak!"


"Siap neng!" ucap sopir taksi tersebut.


Nicko turun dari kamarnya menuju meja makan dengan pakaian kantor yang sudah rapi membalut tubuh kekarnya.


"Pagi Mah Pah....."


"Pulang jam berapa semalam Nik?"


"Seperti biasa mah!" ucap Nicko kemudian mengambil sarapan yang telah tersedia di meja makan.


"Jangan kebanyakan bermain wanita hingga menghabiskan waktumu, kapan kamu mencari pengganti Vera?"


"Jangan menyebutkan namanya mah!"


Sang mamah menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, menghadapi Nicko memang harus ekstra sabar.


"Papah salut dengan kinerja kerja kamu Nick, tapi papah menyayangkan dengan kebiasaan kamu yang sekarang, sudah berapa wanita yang kamu gagahi bahkan papah tak habis pikir kau kuat menjalani hidup yang seperti ini!"


Nicko hanya diam mendengarkan ocehan papahnya, orang tuanya sudah tau kebiasaan buruk yang ia lakukan setiap malam, bahkan adiknya saja sudah paham akan itu, tetapi sebisa mungkin Nicko selalu mengingatkan jika kelakuannya tidak patut di untuk di tiru.


"Apa perlu mamah jodohkan kamu dengan anak teman mamah?"


"Nggak perlu mah, aku bisa cari sendiri!" tegas Nicko "aku menghargai sikap kalian yang begitu sayang padaku, tetapi untuk jalan hidup dan dengan siapa aku akan berumah tangga biarkan itu menjadi pilihanku!"


Mendengar ucapan Nicko mamah dan papah hanya diam, mereka tau bagaimana watak anaknya yang satu ini, tapi mereka percaya jika Nicko orang yang bertanggung jawab.


Mereka melanjutkan sarapannya dengan khidmat, melupakan perdebatan sebelumnya yang hanya membuat perut lapar.


"Bagaimana sekolahmu dek?"


"Lancar kak," jawab Adiknya singkat.


"Tumben kamu jam segini sudah rapi biasanya baru bangun?" tanya Nicko lagi.


"Iya sayang tumben hari ini semangat banget sekolahnya, apa sudah punya pacar? coba bawa pulang dan kenalkan ke mamah nak!" ucap mamah dengan antusias dan tersenyum lebar.


"Belum mah, tapi sepertinya akan....." jawabnya ngasal


"Waaahhh sepertinya kakak kalah cepet nich, bahkan kakak aja belum ada incaran!" ledek Nicko yang membuat adiknya tersenyum.


"Aku berangkat mah Pah kak!"


" Hati-hati di jalan ya, salam dari mamah buat cewek incaran kamu!"

__ADS_1


"Apa sich mah!" ucapnya malu-malu karena untuk yang pertama kalinya dia merasa kesal tapi ingin mendekat terhadap seorang gadis, lantas bagaimana jika menjadikannya pacar? sepertinya belum ada minat.


"Pah!"


"Ya hati-hati Chiko! belajarnya jangan kendor!" Ya, adik dari Nicko adalan Chiko, Chiko Darma Kusuma anak dari keluarga Darma Kusuma dan mamah yang bernama Tiarawati.


Indah berjalan gontai menuju kelas, dua puluh menit tertidur di taksi sudah cukup lumayan untuknya memulai hari.


"Indah!" seru Jenni yang juga baru sampai dan segera berlari menghampiri.


"Baru sampe?" tanya Indah.


"Iya, untung belum telat..."


Indah tersenyum miring mendengar keluh sahabatnya, "Ampe pagi apa si om mintanya?"


"Lumayan bikin gue gempor tadi pagi!"


Indah bergidik ngeri mendengarnya, bukan karena dia nggak kuat jika harus melayani seperti Jenni tetapi yang terlintas di pikirannya adalah wajah si Om dan postur tubuhnya yang membuat Indah bergidik ngeri.


"Hari ini gue mau ngajak loe makan di cafe! gimana? sama Asti juga! Pokoknya kalian bisa makan sepuasnya terserah mau makan apa!"


"Oke..." jawab Indah yang paham jika temannya ini ingin merayakan keberhasilannya menjadi simpanan pengusaha kaya raya.


Keduanya segera melangkah ke kelas sebelum guru masuk dan memulai pelajaran, tetapi tiba-tiba tubuh Indah oleng saat ada dorongan cukup keras dari belakang.


"Sorry.." ucap Chiko saat tau siapa yang ia senggol.


"Hmm......"


Chiko menatap dalam Indah kemudian melangkah pergi menuju kelas.


"Dia kenapa?" tanya Jenni yang sejak tadi memperhatikan.


Indah hanya mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan Jenni dengan mata lurus ke depan menatap punggung Chiko yang semakin menghilang.


"Jangan bilang kalian....."


"Apa?" belum sempat Jenni menyelesaikan ucapannya sudah dipotong terlebih dahulu oleh Indah dengan sorot mata tajam.


"Menggetarkan hati loe nggak?"


"Nggak tau, emangnya kenapa?"


"Kalo ada getaran berarti ada cinta! tapi kalo gue cukup bergetar juga sich pas liat dia!" ucap Jenni dengan senyum nakalnya.


"Berarti loe donk yang ada cinta?"


"Bukan hati gue yang bergetar tapi si Minnie yang minta di getarkan!" jawab Jenni kemudian segera berlari dan tertawa. Membuat Indah kehabisan kata melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2