
Keduanya saling menyatu, memberikan cinta yang membuncah di dada. Nafsu di balut cinta, begitu membahagiakan. Nafas Indah tersengal mana kala Nicko begitu berhasrat. Entah sudah berapa pekan ia tak menikmati tubuh Indah. Begitu banyak permasalahan di hidup mereka hingga masih tak menyangka jika malam ini menjadi nyata.
Suara lenguhan yang keluar dari bibir Indah mulai terdengar, Nicko yang kini menyapu seluruh tubuh dengan pancaran cinta yang begitu mendamba di buat semakin bersemangat.
Membawa Indah ke peraduan dan membuang lingerie dengan sembarang. "Aku rindu sayang...." lirih Nicko tak bisa diam, membuat Indah tak tahan. Bermain di dua aset yang menggoda membuat Nicko betah hingga mengeluarkan decapan yang memenuhi ruangan.
Semakin turun wangi khas yang begitu di inginkan semakin tercium, menelusup di lembah basah hingga tubuh Indah bergetar. Memusatkan di bagian inti yang mulai basah, Nicko tak ingin terburu-buru untuk masuk. Membuat Indah terbang melayang karena setelah ini pasti merasa sedikit kesakitan.
Semakin dalam semakin tangan Indah menjambak rambut Nicko. Tak pernah gagal, Nicko selalu membuat Indah kewalahan.
"Siap sayang?"
"Hhmmm ayo by, udah nggak tahan."
Nicko memposisikan kedua kakinya, mengukung Indah yang sudah meminta. Pemanasan yang Nicko lakukan berhasil membuat tubuh indah menginginkan lebih, hingga sejak tadi memintanya untuk segera memulai permainan inti.
"Eugh.... pelan-pelan sakit banget hubby, Mickey kepalanya nggak bisa dikecilin sedikit? perih Mickey.."
"Tahan dulu sayang, sebentar lagi masuk sempurna." Nicko mengecup kedua mata Indah yang basah, kemudian mengecup bibirnya dengan menghentakkan bagian bawah agar bisa terus menerobos hingga si Minnie gelagapan menyambut Mickey yang begitu gagah.
"Hhmm......sempurna, sempit makasih sayang, sudah menjaga di tengah godaan yang datang. Aku mencintaimu," ucap Nicko setelah merasakan semua masuk hingga rasanya tak bisa di gambarkan. Begitu mengigit hingga Nicko memejamkan mata menikmati. Apa lagi saat melihat darah segar keluar, senyumnya mengembang bangga jika sang gadis benar-benar menjaga.
Nicko terus memompa hingga Indah mulai nyaman, awal yang menyakitkan hingga kini hanya d3s@h@n yang terdengar ditelinga. Nicko benar-benar memperlakukan dengan sangat lembut, hingga Indah merasa menjadi wanita yang sangat spesial.
Mulai mengimbangi ayunan yang Nicko berikan, meliuk seirama dengan hujaman yang ia terima.
"Luar biasa sayang..."
Indah mengalungkan kedua tangannya di leher Nicko, mengecup manja hingga Nicko tak tahan jika tak membalas. Menikmati malam penuh kehangatan, bertukar peluh menyalurkan gejolak yang membara.
"Aku di atas by...."
"Nakal!"
__ADS_1
Keduanya berganti posisi, Nicko membiarkan Indah yang menguasai Medan perang. Tak perduli intinya yang sedikit perih. Tapi rasa nikmat telah mengalahkan semua rasa. Bergoyang di atas tubuh Nicko membuat pria itu semakin berg@irah. Memegang erat pinggul membantu gerakan yang mulai melemah karena Indah yang sudah kembali mengalami pelepasan.
"Lagi sayang, lebih di percepat aku mau sampai!" Kembali mempercepat hingga Nicko yang tak sabar membalikkan tubuh Indah hingga kini kembali dalam kukungan dan terus menghujam sampai rasa dari dalam seperti ingin meledak dan "Aaaaarrrggghhh...."
Nicko terkulai di samping tubuh Indah, pertarungan yang sangat luar biasa baginya. Nicko yang pernah bergonta-ganti lembah basah tak pernah merasakan seperti ini. Selalu kasar dan mengedepankan nafsu tanpa peduli lawan yang sudah berteriak tak sanggup.
"Makasih sayang..." Nicko mengecup kening Indah dengan sayang, tak ada yang bisa menggambarkan rasa syukur dan bahagianya saat ini. Sang istri yang terpejam dan hanya membalas dengan deheman membuat Nicko tersenyum tipis.
"Bagaimana?"
"Lumayan.."
"Apa?"
"Lumayan perih by..." rengek Indah.
Nicko menarik tubuh Indah dan mendekapnya. "Tapi nagih kan?"
Hingga pagi menjelang keduanya masih berpelukan erat. Indah terjaga saat si Mickey mulai bangun dan memberontak. Pagi yang hangat kala membuka mata menatap wajah tampan pria yang semalam mampu mengobrak-abrik dirinya hingga membawa melayang ke nirwana.
"Pagi sayang..." ucap Nicko dengan suara seraknya.
"Pagi.."
"Sudah bangun dari tadi?"
"Mickey mu yang membangunkanku by, tak bisa di ajak istirahat sebentar. Pagi-pagi sudah merusuh!"
Nicko mengeratkan pelukannya, "kenapa hhmm? nggak mau nambah lagi?"
"Nambah terus! dari semalam lagi sayang, lagi sayang, terus sampe naik tiga kali. Apa nggak capek?" tanya Indah heran.
"Nggak, capek sebentar tapi kalo inget nikmatnya rasanya tak gentar untuk kembali membuatmu bergetar." Nicko sudah menelusupkan kepalanya disela-sela leher Indah. Menikmati aroma tubuh yang telah bercampur dengan peluh.
__ADS_1
"Sayang," ucap Nicko dengan suara berat, menahan gelayar tubuh yang semakin berhasrat.
"By, bersiap kerja. Nanti terlambat, aku siapkan sarapan dulu ya!" Indah segera merenggangkan pelukannya hendak turun dari ranjang tetapi tak di biarkan oleh Nicko.
"Nggak usah buat sarapan sayang, kita cari di luar saja. Aku tau kamu lelah dan aku yakin milikmu juga pasti masih sakit kan? Setelah beli sarapan kamu kembali beristirahat ya." Indah tersenyum menatap Nicko, ada rasa syukur di hatinya melihat sang suami yang pengertian. Karena memang benar bagian intinya masih sangat sakit. Kemudian Indah menganggukkan kepalanya.
"Tapi semua nggak gratis sayang," bisik Nicko yang membuat Indah memicingkan mata.
"Apa?"
"Satu ronde lagi buat semangat pagi." Nicko segera mengukung tubuh Indah tak menunggu persetujuannya kembali menyatukan Indra perasa mereka. Dan pagi ini pun menjadi pagi yang hangat dengan suara lenguhan yang memenuhi kamar. Nicko di buat candu hingga menginginkan terus.
Hampir satu jam mereka saling mencumbu dan mengulangi hal yang baru, kini Nicko kembali kekamar setelah membersihkan badannya. Menurunkan Indah di sisi ranjang dengan handuk yang melilit di tubuh.
"Sebentar aku ambilkan pakaianmu dulu!"
"Aku bisa sendiri by," ucap Indah tetapi segera di tahan oleh Nicko saat kakinya ingin turun ke lantai.
"No baby, tunggu sini saja!" Nicko mengecup kening Indah kemudian segera melangkah ke lemari pakaian, memilih dress santai untuk di pakai istrinya hari ini dan tak lupa pakaian d@lamnya.
"Rambutnya sayang, aku bantu keringkan dulu!" Nicko mendekat setelah Indah memakai baju.
"Aku saja, hubby bersiap dulu nanti telat!"
"Pagi ini aku nggak ada meeting, jadi bisa sedikit santai. Jangan khawatir sayang, suamimu bosnya." Nicko mencubit pipi Indah dengan gemas.
"Apa kamu mau ikut ke kantor, hhmm?"
Indah menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin mengganggu Nicko dalam bekerja. Cukup tunggu di rumah sampai pulang, sesekali bertukar kabar jika Nicko dalam waktu lengang.
"Aku tindak mau mengganggu pekerjaanmu by, pasti sangat sibuk menjadi pemimpin. Lagian aku hari ini sepertinya mau jadi tim rebahan. Badan aku remuk redam by," keluh Indah, pertempuran yang membuat badannya sakit semua. Mau menolakpun tak tega, karena sang suami yang terlalu bersemangat.
"Oke kalo gitu setelah sarapan, bobo lagi ya sayang. Maaf kalo aku minta lagi dan lagi. Tubuhmu terlalu legit, aku suka!"
__ADS_1