Terjerat Cinta Gadis Malam

Terjerat Cinta Gadis Malam
Bab 76


__ADS_3

Pagi ini Nicko di buat panik melihat sang istri yang terduduk lemas di atas lantai kamar mandi. Nicko yang pamit untuk jamaah di masjid, di buat terkejut dengan sang istri yang menangis dengan memejamkan mata di bawah wastafel.


"Sayang...." Nicko segera berlari menghampiri Indah, memeluknya tanpa tau apa yang menyebabkan keadaan sang istri tiba-tiba memburuk.


"Kenapa sayang? ayo kita ke kamar..." Nicko segera mengangkat tubuh Indah tetapi dengan cepat Indah berusaha untuk turun dan melangkah menuju wastafel.


Huwek


Huwek


Merasa tak kuat Indah pun tak sadarkan diri dan hampir terjatuh jika Nicko tidak segera menahan tubuhnya.


"Sayang! Ya Allah....."


Nicko segera membawa Indah menuju rumah sakit, dia begitu khawatir hingga wajahnya ikut pucat. Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bibi yang tadi sempat menegur begitu saja di abaikan oleh Nicko karena dia yang sudah begitu panik dan buru-buru.


Masih dengan pakaian Koko dan sarung Nicko mengangkat tubuh Indah masuk ke ruangan UGD meminta tim medis segera menangani.


"Dok, tolong istri saya Dok!


"Baik pak, Bapak tunggu dulu di luar ya!" Dokter masuk ke ruangan meninggalkan Nicko yang bersandar di dinding dengan tubuh yang lemas.


"Ya Allah, semoga tak terjadi apa-apa dengan istriku." Mamah yang pagi ini mampir membawakan mereka makanan pun di buat panik karena bibi yang mengatakan jika Indah di bawa oleh Nicko dengan keadaan pingsan.


"Sudah lama mereka perginya Bi?"


"Sudah lumayan lama nyonya, sekitar setengah jam. Non Indah memang sejak kemarin nggak enak badan nyonya. Tadi pagi setelah tuan dari masjid tiba-tiba keluar kamar sudah membawa non Indah yang tidak sadarkan diri."


Mamah berulang kali menghubungi ponsel Nicko tetapi tak kunjung di angkat. Beliau pun ikut panik hingga meminta suaminya mencari keberadaan keduanya di rumah sakit terdekat.


Tak butuh waktu lama, karena kekuasaan sang suami, beliau sudah tau rumah sakit mana yang Nicko kunjungi.


"Saya ke rumah sakit dulu ya Bi, Papahnya sudah memberi alamat rumah sakit yang meraka datangi."


"Hati-hati nyonya.."

__ADS_1


"Iya Bi," Beliau segera meminta sang sopir untuk segera menuju rumah sakit. Hatinya berdebar walaupun ia berharap jika ini berujung kabar baik. Mengingat ciri-ciri yang Bibi sebutkan tadi tentang kondisi Indah.


Dokter keluar setelah hampir 25 menit memeriksa Indah. Nicko yang duduk di lantai rumah sakit segera berdiri dengan kaki yang bergetar.


"Bagaimana dengan keadaan istri saya Dok?"


"Kondisi istri bapak masih lemah, kekurangan cairan dan tekanan darahnya rendah. Biasa di trisemester pertama memang seperti ini, ada yang kuat ada juga yang lemah, apa lagi usia yang masih muda. Harus banyak-banyak istirahat agar ibu dan kandungannya tetap sehat."


"Jadi benar istri saya sedang hamil dok?" tanya Nicko dengan mata yang sudah basah.


"Iya Pak, di perkirakan sudah lima Minggu."


"Alhamdulillah....boleh saya melihat istri saya Dok?" tanyanya lagi.


"Silahkan Pak, istri anda sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. Nanti anda bisa menengoknya di sana."


"Kalo gitu pindahkan ke ruang VVIP ya dokter saya akan segera menyelesaikan administrasinya."


"Baik Pak, kalo gitu saya permisi dulu."


"Iya Dok," Nicko mengucap syukur, mengusap air matanya yang sudah jatuh. Doanya terkabul, hatinya begitu bahagia. Tak disangka semua begitu cepat, sempat patah tapi akhirnya cinta berlabuh di tempat yang tepat.


"Nicko..."


"Nicko...


" Mah.." Nicko menghentikan langkahnya setelah sang mamah berulang kali memanggilnya.


"Mamah kok bisa tau aku di sini? atau mamah mau menjenguk teman?"


"Mamah kerumah kalian membawakan sarapan favorit kamu, tadi mamah masak banyak karena ingat kamu dan Indah. Tapi kamu nggak ada, bibi bilang Indah sakit. Bagaimana keadaan Indah sekarang? istrimu sakit apa nak?" tanya mamah tak menghentikan langkah. Keduanya berjalan bersama menuju ruangan. Indah karena tak sabar ingin bertemu.


"Indah hamil mah.."


Mendengar kabar baik yang ia harapkan dan menjadi kenyataan membuat beliau begitu bersyukur. Harapan dan doa menjadi kenyataan, secepatnya akan menggendong cucu pertama.

__ADS_1


"Alhamdulillah...ayo cepet Nicko, mamah nggak sabar mau bertemu dengan Indah, menantu mamah kasian sekali sampai masuk rumah sakit gini."


Keduanya berjalan menuju ruangan Indah. Nicko menggandeng sang mamah yang berjalan dengan langkah cepat.


"Pelan-pelan mah!"


"Udah nggak sabar nak, kasian menantu mamah."


Nicko begitu bersyukur sang mamah sangat menyayangi istrinya, menerima walaupun dulu sempat menolak. Bahkan sekarang lebih ingin dekat dengan menantunya dari pada anaknya.


"Assalamualaikum...." Seru keduanya.


"Wa'allaikumsalam...."


"Sayang udah bangun..." ucap Nicko segera menghampiri sang istri. "Gimana badannya sayang?"


"Masih sedikit pusing, lemes juga. Tapi udah nggak kayak tadi. Ayo pulang By, udah di periksa kan?"


"Iya tapi kamu masih lemah sayang, dokter bilang masih harus banyak istirahat. Jadi di rawat dulu. Lagian ini buat kebaikan kamu dan anak kita sayang...."


"Anak kita?" tanya Indah lagi kemudian menutupi mulutnya dengan kedua tangan saat melihat Nicko menganggukkan kepala.


"Selamat ya nak, sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Dan mamah akan menjadi seorang nenek."


Nicko mengecup kening Indah dan memeluknya erat. Istri belianya kini akan menjadi seorang Ibu, tentu tak mudah bagi Indah. Tapi Nicko yakin sang istri bisa melalui ini semua.


Hari ini Indah absen tak masuk kuliah dan Nicko pun sama, ia memutuskan untuk menemani sang istri di rumah sakit. Kondisi Indah masih cukup lemah, beberapa kali dirinya merasa mual dan muntah. Hingga terpaksa keluar masuk kamar mandi, beruntung ada Nicko yang sejak tadi sigap membantunya.


"Makan dulu ya sayang, biar ada tenaganya.." Nicko sejak tadi membujuk Indah untuk makan tapi sang istri tak juga mau membuka mulut.


"Nggak pengen makan By," rengek Indah.


"Tapi harus makan sayang, tubuh kamu butuh energi dan anak kita kasian nanti kalo mamahnya nggak mau makan." Nicko mengusap perut sang istri. Ia tak tega melihat Indah yang begitu pucat dan payah, padahal tadi dokter sudah memberi vitamin dan obat pereda mual.


"Dikit aja ya sayang, nanti aku beliin susu hamil biar tambah sehat." Akhirnya Indah mau membuka mulutnya, Nicko dengan telaten menyuapi walau harus di selingi bujukan berulang kali.

__ADS_1


Belanja tanpa meminta bantuan, calon papah itu sangat bersemangat. Pergi ke supermarket terdekat setelah memastikan sang istri tertidur nyenyak. Membeli segala macam makanan ringan yang sehat untuk Indah, susu dan buah-buahan.


"Semoga kalian selalu sehat..."


__ADS_2