
Sampai di rumah Indah di buat terheran-heran, ada beberapa mobil terparkir di halamannya. Indah ingin bertanya pada Nicko tetapi suaminya sudah berlenggang untuk segera masuk.
"Sayang ayo!" Nicko menarik tangan Indah dengan mesra dan mengajaknya segera masuk rumah.
Nicko membukakan pintu rumahnya, mempersilakan Indah untuk masuk. Rumah tampak sepi, hanya ada Bibi yang tampak sedang sibuk di dapur. Nicko meminta Indah untuk segera beristirahat. Kemudian dia mengantarnya ke kamar.
"Sayang istirahat ya, tapi jangan lupa bersih-bersih dulu ya sayang."
"Iya By, aku ke kamar mandi dulu ya. Hubby mau kemana?"
"Aku akan membuatkan kamu susu hamil dulu, mau rasa apa sayang?" tanya Nicko seraya mengusap pipi Indah dengan penuh cinta.
"Strawberry sepertinya enak."
"Ya sudah aku ke bawah dulu ya, kamu cepat mandi!" Nicko segera turun ke bawah untuk segera membuatkan susu.
"Sudah di keluarkan semua belanjaannya?"
"Sudah Tuan, sedang di susun dan di tata di meja.
Nicko melipir sebentar ke arah halaman belakang, melihat persiapan yang sudah 70% akan selesai.
"Gimana?"
"Tinggal tunggu mereka dateng aja, emang loe belanja segitu banyak nggak di curigain sama Indah?"
"Sempet nanya terus sich, tapi ya udah gue jawab sebisa gue aja. Mungkin dia bosen akhirnya diam aja. Ya udah gue mau kasih susu dulu buat bini gue. Kasian udah nungguin, nanti dia malah turun nyariin gue."
Nicko kembali ke kamarnya, membuka pintu kamar pas dengan Indah yang juga keluar dari dalam kamar mandi.
"Sayang...."
"Eh sudah jadi By?"
"Iya, ayo diminum dulu!" ucap Nicko dengan lembut. Membimbing segelas susu ke arah Indah.
__ADS_1
"Istirahat ya sayang, sekarang kamu berbaring. Aku mau keluar dulu, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." sebelum keluar kamar Nicko mengecup kening Indah kemudian turun ke bibir. Tanpa ada lumataan hanya sekedar kecupan yang manis.
Nicko keluar kamar setelah memastikan Indah terlelap. Melangkah menuju halaman belakang dan mengerjakan sesuatu yang belum selesai.
Hingga menjelang magrib Nicko baru masuk ke dalam kamar. Membangunkan Indah yang masih damai dalam mimpinya. Kemudian sholat berjamaah.
"Sayang, pakai baju ini ya.." ucap Nicko memberikan sebuah paper bag yang berisikan pakaian Indah lengkap dengan jilbabnya.
"Ini...kamu yang belikan untukku by?" Indah mengambil sebuah gamis yang terlihat begitu manis, berwarna maroon dengan jilbab senada. Mematut di depan cermin, menatap pantulannya dengan seksama.
"Iya sayang, kamu tambah cantik sayang."
"Sebenarnya ada apa? kita mau kemana by? seperti ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan." tanya Indah dengan tatapan selidik.
Nicko menarik pinggul Indah, mengecup mesra bibir sang istri dengan sayang. Mengajaknya keluar kamar tanpa membuka suara, hanya senyuman yang menghiasi wajah tampan sang suami.
"By....."
"Ikut saja sayang," Nicko membawa Indah menuju halaman belakang. Tak ada tanda apa-apa saat Indah sampai di ruangan tengah, ruangan depan, tengah, hingga dapur tampak sepi seperti biasa. Langkahnya terus menyusuri lantai marmer mengarah ke halaman belakang.
Tepat di depan sebuah meja yang menghadang, dengan penglihatan yang Indah lebarkan, samar-samar dia melihat sesuatu yang berbeda. Dan tiba-tiba lampu menyala dengan begitu terang menerangi taman belakang yang sudah di hadiri begitu banyak orang.
"Selamat atas kehamilan pertamanya," seru sahabat dan keluarga yang menghadiri.
Indah menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia mengedarkan pandangannya hingga melihat puluhan anak-anak memakai baju Koko dan muslim sedang berdiri menatapnya dengan bahagia.
"By..." Indah menoleh ke arah Nicko, tak menyangka sang suami akan melakukan ini semua. "By ini acara_"
"Ini acara santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukurku mendapat anugrah dan rejeky yang tak ternilai harganya. Dan mereka, anak-anak itu yang akan mendoakan kamu dan bayi kita sehat sampai waktu melahirkan nanti."
Indah meneteskan air matanya, sang mamah mendekat. Mengusap lembut kepala Indah yang tertutup hijab. "Selamat ya sayang, semoga selalu di beri kesehatan dan keselamatan."
"Makasih ya mah, Indah bersyukur memiliki kalian semua."
"Jangan nangis Indah, mau jadi mamah harus happy!" seru Asti yang berdiri di rangkul oleh Toni.
__ADS_1
Acara berjalan lancar, mulai dari sambutan sang papah, Nicko dan ucapan terimakasih dari Indah kepada semua yang hadir, suami, keluarga dan sahabat. Setelah santunan dan pembagian bingkisan yang ternyata jajanan yang tadi Nicko beli dan beberapa alat tulis yang tadi siang Adit persiapkan, kini tinggal ramah tamah dengan saudara dan para sahabat.
Senyum manis terukir di wajah Indah, lantunan rasa syukur terus terucap hingga matanya basah. Nicko juga tak melepaskan Indah barang sedikitpun, dia terus ada di samping sang istri mana kala Indah membutuhkan sesuatu.
Ucapan selamat dan doa tersemat dari para sahabat. Mereka juga ikut berbahagia atas kehamilan Indah. Apa lagi Asti dan Jenni yang begitu antusias. Hingga mereka sudah berebutan untuk menyumbangkan nama dan ribut tentang jenis kelamin.
"Cowok!"
"Cewek!" tegas Jenni tak mau kalah.
"Kalo anak pertama itu cowok,biar bisa ngelindungin mamahnya dan adik-adiknya kelak."
"Emang kalo cewek kenapa? toh bisa jadi wonder women kayak mamahnya.
"Eh......kalian ini kenapa jadi pada ribut? nanti saat syukuran ke tujuh bulan baru kita tau jenis kelamin secara jelas." Mamah menengahi keributan Asti dan Jenni membuat kedua sahabat Indah memeluk sang mamah dengan sayang. Semenjak Indah menikah, semua sahabat Indah, beliau anggap kedua sahabatnya seperti anak sendiri. Memperlakukan mereka sama seperti sahabat dari kedua putranya.
Acara di tutup setelah semua sudah pamit pulang, Indah pun Nicko bawa kembali ke kamar karena tak ingin istrinya kelelahan. Membantu Indah mengganti pakaian hingga bersih-bersih dan berbaring di ranjang bersama. Saling memeluk menyalurkan kasih sayang yang mereka miliki.
"By, makasih sudah menjadikan aku ratu di hatimu. Aku bersyukur memilikimu, tetaplah di sampingku walaupun di luaran sana godaan banyak yang datang. Aku mencintaimu."
"Aku pun sama, terimakasih telah membuatku menjadi pria yang sangat bahagia. Kamu berharga untukku. Kamu dan anak-anak kita kelak adalah anugerah terindah yang Allah titipkan untuk ku jaga dengan sepenuh hati. Aku juga mencintaimu, sangat....Dan tak akan menyia-nyiakan kalian."
Keduanya saling menatap dalam, tersenyum haru dengan hati bahagia. Hingga mendekat dan menyatukan kedua bibir mereka dengan rasa cinta yang membuncah dan sayang yang memberi ketenangan.
-tamat-
...****************...
Hai para readers terimakasih banyak telah membaca karyaku ini. Sayang sekali sama kalian yang selalu setia.
Dan aku ucapkan Happy New Year 2023
Semoga apa yang kita semogakan terlaksana di tahun yang akan datang.
❤️❤️🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗
__ADS_1