
Saat ini Nicko dan Adit telah berada di ballroom hotel, bukan hanya makan malam di sini ternyata ada acara yang ia tidak tau sebelumnya. Pesta ulang tahun anak dari Pak Haris pemilik batik Cendana. Nicko di sambut dengan sangat hangat oleh Pak Haris dan Istri begitupun dengan gadis yang sudah berdiri di belakang orang tuanya.
"Selamat malam tuan Nicko," sapa Pak Haris seraya menjabat tangan Nicko.
"Malam Pak Haris," jawab Nicko dengan ramah.
"Pak Adit..."
"Ya ..."
"Sepertinya acara kali ini tidak hanya undangan makan malam saja ya pak Haris!"
"Benar sekali Pak Nicko, kami mengundang anda dalam perayaan ulang tahun putri kami, dan Tuan Nicko merupakan tamu istimewa kami saat ini!"
Mendengar itu Nicko segera menoleh ke arah Adit yang tidak mengerti apapun dengan pesta ulang tahun tersebut.
"Kenalkan ini istri dan putri saya tuan!"
"Nyonya..." Nicko menyalami tangan istri dari Pak Haris.
"Senang bisa bertemu dan melihat langsung pengusaha muda seperti anda Tuan Nicko! sepertinya anda masih sangat muda ya tidak jauh beda dengan putri saya."
"Hmm ..."
"Perkenalkan ini putri saya pak, Agnes!"
Gadis cantik dengan balutan dress selutut berwarna hitam yang memamerkan bodynya dengan high heel berwarna senada kini menjulurkan tangannya dengan senyum yang mengembang.
"Agnes, senang bertemu denganmu tuan!"
Nicko menerima uluran tangan dari Agnes, Agnes sangat senang karena sudah lama dia begitu menyukai Nicko. Dan undangan makan malam ini pun atas usul darinya, dia ingin di acara ulang tahunnya yang ke 23 tahun Nicko hadir ikut merayakan.
"Maaf jika saya datang tanpa membawa kado untukmu."
"Anda bisa hadir saja sudah suatu kehormatan bagi saya tuan," ucap Agnes dengan senyum yang manis, tetapi tidak membuat Nicko tertarik. Dia datang hanya ingin menghormati undangan yang ada bukan untuk menikmati dan berbasa-basi.
Ketika potong kue, mata Agnes terus saja mengarah kepada Nicko yang duduk tak jauh dari meja mereka. Pak Haris yang mengerti segera meminta Nicko untuk maju dan menerima potongan kue pertama dari putrinya .
Hal itu tentu saja membuat para undangan dan teman-teman Agnes heboh. Bagaimana tidak sosok Nicko yang terkenal ketampanannya dan masuk dalam kalangan eksekutif muda menjadi incaran para pengusaha lain untuk berlomba-lomba dalam menjodohkan anak mereka. Begitupun dengan teman Agnes yang jelas iri dan sangat menyanjung ketampanan Nicko.
Tak ingin membuat malu si pemilik acara akhirnya Nicko berdiri dan melangkah ke depan, ia ingin segera pergi dari sini sebelum semua semakin menyulitkannya. Dia tidak ingin pak Haris kembali meminta lebih untuk hubungan dengan anaknya.
__ADS_1
"Ini untuk tuan, boleh saya menyuapi tuan?"
"Tidak terimakasih, ini sudah cukup dan saya bisa memakannya sendiri."
Tanpa menunggu ucapan selanjutnya dari Agnes, Nicko sudah terlebih dahulu kembali ke meja nya. Kue yang di berikan Agnes tadi hanya ia letakkan di meja.
"Gue mau balik!"
"Tapi acara belum kelar Nick!" ucap Adit mencoba untuk mengingatkan.
"Kelar jam berapa?"
"Paling nggak jam 11an," jawab Adit yang membuat Nicko mendengus kesal.
"Mendingan gue nyelup dari pada harus menghabiskan waktu di sini! cariin gue patner dan sekalian aja booking hotel yang ada di sini."
"Gue pikir malam ini loe libur, masih aja loe nggak bisa semalem aja nggak nyari teman tidur!"
"Pusing gue di sini!"
Akhirnya Adit menelpon seseorang untuk datang ke hotel tempat mereka saat ini berada, sedangkan Nicko sudah lebih dulu meninggalkan acara dan melangkah menuju kamar yang telah di pesan Adit tadi.
Nicko berjalan menyusuri koridor hotel untuk menuju kamarnya, langkah tegas dengan dada bidang dan kharisma yang terpancar membuat dirinya semakin mempesona. Mencari teman malam adalah hal yang mudah untuknya, tak ada lima menit sudah di pastikan Adit akan mendapatkannya.
Nicko mempercepat langkahnya, ia ingin memastikan hingga semakin dekat dan merasa memang benar itu orang yang mampu membuatnya penasaran.
In....Cinta!" Nicko lupa jika ini malam dan Indah lebih suka di panggil cinta.
Mendengar seseorang memanggil namanya membuat Indah menoleh ke asal suara. Langkahnya terhenti dan membiarkan Nicko berlari mendekatinya.
"Om di sini juga?"
"Iya, kamu ngapain disini?" tanya Nicko dengan menyapu penampilan Indah yang begitu mempesona, membuat si Mickey bereaksi dengan cepat.
"Aku, tentu saja aku kerja om! om disini pasti ingin bersenang-senang kan??
"Iya, aku menunggu wanita pesananku!"
"Rupanya si Mickey rutin ya om singgah di lembah basah," ucap Indah manja dengan mata nakal yang sudah singgah di bagian celana yang mulai terkesan menonjol.
"Tapi aku bisa membatalkan jika kamu menginginkan dia malam ini, bagaimana jika bermalam denganku? akan ku bayar kamu tiga kali lipat dari kemarin."
__ADS_1
"Maaf om, lain kali aja ya. Karena Cinta sudah ada yang menunggu dan nggak mungkin aku batalkan gitu aja, kasian donk sama pedangnya yang udah merindukan belaian Cinta malam ini!"
"Tapi bagaimana jika aku memaksa?"
"Di paksa pasti seru, sayangnya Cinta belum merindukan Mickey milik om, Cinta malam ini sudah memiliki tanggung jawab om, dan harus segera di kerjakan!"
"Kamu akan menemukan lembah yang basah jika bersama yang lain, sedangkan bersamaku kamu tak menemukan itu, jadi bersenang-senanglah!" ucap Indah dengan membungkukan wajahnya di depan celana Nicko yang tampak menonjol.
Setelah berbicara seperti itu tangan nakal Indah mengusap lembut si Mickey yang sudah menegang membuat Nicko memejamkan mata.
"Ugh......"
Tetapi setelah itu Indah sudah lebih dulu kabur dan masuk ke dalam kamar yang sudah di pesan oleh tamunya.
"Nakal...dia begitu mempesona malam ini, gila! bahkan cuma dengan melihatnya aja si Mickey udah bangun dengan begitu gagah."
"Rasanya gue nggak ikhlas dia main dengan yang lain!"
Nicko segera masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia butuh pesanannya segera karena hasratnya sudah membara akibat sentuhan Indah.
Mata Nicko terpejam dengan tangan yang sudah mengusap lembut si Mickey yang semakin mengeras dengan membayangkan tubuh polos Indah.
Nicko membuka kemeja karena tubuhnya serasa panas, bayangan Indah terus menyelinap di pikirannya. Apa lagi saat tubuh sintal itu sudah merangkak naik ke atas tubuh dan meliuk-liukan tubuhnya yang membuat semakin bergejolak.
"Akkhhh..... Indah, aku menginginkan mu baby."
Nicko sadar dirinya tak kuasa menahan dengan si Mickey yang sudah memberontak di dalam sejak tadi.
SHIIITT
Nicko merutuki wanita yang saat ini tak kunjung datang, kemudian meraih ponsel di dalam saku celananya untuk menghubungi Adit.
"Loe mau nyiksa gue? pala gue udah mau pecah!"
"Loe kenapa? tuh cewek udah jalan menuju kamar loe! tunggu dulu bentar lagi juga di sampe!"
"Gue udah nggak tahan bangk3!"
"Loe abis ngeb0k3p?"
" Gue abis liat Indah tadi! dan loe tau si Mickey langsung kontraksi!"
__ADS_1
Pembicaraan terputus saat Nicko mendengar suara ketukan dari luar, tanpa pikir panjang dia segera membuka pintu tersebut.
Melihat wanita dengan pakaian tak kalah sexy dengan Indah membuat Nicko segara menarik tubuhnya dan menindihnya di ranjang.