Terjerat Cinta Gadis Malam

Terjerat Cinta Gadis Malam
Bab 31


__ADS_3

Nicko turun dari ranjang kemudian kembali menyambar kunci mobil untuk segera pergi ke tempat tujuan. Di beri pesan jangan kemana-mana malah membuat resah, beberapa kali di telpon tak kunjung di angkat.


"Kamu benar-benar minta segera di nikahi sayang, nggak bisa di tinggal sebentar."


Nicko melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahaya jika sampai terlambat. Dan tak akan ada ampun jika sesuka hati membuka warungnya kembali.


Hatinya yang malam ini cukup terusik dengan pengakuan sang adik harus kembali di buat emosi dengan gadis nakal yang saat ini dengan santainya menerima pesanan dari pria lain.


Turun dari mobil dengan mata memerah dan tangan mengepal, bukan hanya cemburu tapi sudah si tahap akan mengamuk. Dia berlari masuk menuju kamar hotel yang telah tertera di layar ponsel.


Seperti biasa di depan para tamunya Indah akan tetap bersikap profesional, walaupun di hati dia cukup ngeri jika sampai Nicko tau jika dia mengingkari.


"Om, bersih-bersih dulu boleh? sepertinya om butuh guyuran shower untuk menyegarkan, nanti baru setelahnya Cinta hangatkan." Suara lembut yang mendayu dengan sedikit d3sahan dan bibir seksi yang tertahan.


"Oke baby, aku memang tadi lagi banyak pekerjaan. Jadi agak kusut, tunggu aku sayang. Setelahnya kita akan bersenang-senang." Si om menggigit telinga Indah dengan lidah nakalnya. Kemudian segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk memberi kesan wangi dan segar di tubuhnya.


"Hhuuuuhhff.... mudah-mudahan nggak ketauan." Indah duduk di sofa yang menghadap ke arah balkon, dengan dress mini berwarna hitam dengan belahan dada rendah, Indah begitu membuat mata pria memuja. Apalagi dressnya yang hanya hampir menutupi pangkal paha sudah tentu menambah kesan aduhai di mata.


Minuman beralkohol lumayan untuk sedikit membuat tubuh menghangat sebagai pemanasan sebelum permainan di lakukan. Apa lagi wangi parfum Indah yang menyatu ke tubuh seksinya sudah tentu membuat pria semakin tak sabar.


"Baby....."


"Eh om, sudah?" tanyanya kemudian mendekat, melihat si om yang sudah siap di jamah. Pa lagi kini hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang.


Indah dengan sejuta pesona dan senyuman nakal menghampiri, kaki jenjangnya melangkah seiring lenggak lenggok tubuhnya yang membangkitkan gairah. Si om yang sudah tidak sabar segar menarik pinggul Indah hingga kini tubuh sintal itu sudah masuk dalam dekapan.


Bibirnya mulai menyambar bibir mungil Indah tanpa penolakan. Apa lagi tangannya yang sudah melingkar di leher si om sudah tentu memberi akses lebih. Decapan terus terdengar seiring pergerakan lidah yang sudah menjelajah di dalam sana.


Panas. Ini yang mereka rasakan, walaupun Indah menahan rasa, tak akan ia ingin terlarut begitu saja. Rasanya beda dengan sebelumnya, ada perasaan bersalah yang hinggap di hati membuat pergerakan lidahnya melemah.


"Lebih hot baby....."


"Hhmmm..."


"Professional Indah, loe bisa please buat malam ini aja." batin Indah melanjutkan permainan karena tak mungkin mundur jika uang sudah masuk rekening, berharap si om cepat terpuaskan dan ia bisa langsung pulang.

__ADS_1


Pelanggan baru yang Indah belum kenal ini sedikit membuat Indah terkejut saat tubuhnya di banting di ranjang hingga jantungnya berdebar kencang.


"Om!"


"Aku lebih suka kasar baby dan kamu harus ikuti permainanku."


"SHIIITT Asti loe kecolongan!" batinnya, Indah dan Asti selalu teliti dalam memilih pelanggan. Tubuh mereka hanya untuk di nikmati bukan di sakiti. Tapi malam ini Indah terjebak dengan pelanggan sa1ko yang sudah siap melayangkan pukulan sebelum permainan di mulai.


Tangan besarnya menarik kaki Indah hingga bergeser di pinggir ranjang, tak ada perlawanan dari Indah, cukup diikuti dengan tenang karena pergerakannya belum dapat terbaca.


Tetapi sial, si om membuka tasnya yang sudah ada tali untuk memudahkan agar Indah tak memberontak. Dia lebih senang membuat wanita yang ada di dalam kungkungannya lemas dan merintih baru setelahnya bisa ia nikmati.


"Talinya untuk apa om, tenang aja aku nggak akan kabur. Jika om mau kasar akan aku turuti asal aku bisa melawan juga, jadi satu sama. Sama-sama kasar, sepertinya lebih menarik dari pada tak ada perlawanan. Mau dicoba om?" Rayuan Indah dengan sikap tenang membuat si om berpikir sejenak. Senyum miring tercetak di wajahnya.


Plak


Tetapi tiba-tiba tamparan di wajah Indah begitu menyakitkan, Indah berusaha tenang karena ini baru permulaan. Kalo sudah begini yang jadi fokusnya adalah menjaga bagian yang sangat ia jaga. Karena sudah pasti si om tak akan mau ada penolakan.


"Ayo lawan baby, kamu bilang ingin sama-sama. Aku cukup tertantang dengan itu...."


Plak


"Ugh....."


"Terus baby, merintih terus sayang....setelahnya aku akan buat kamu merasakan sesuatu yang mengenakan."


Indah sampai oleng di buatnya, air mata sudah mengembang dan memenuhi mata cantiknya. Bukan karena takut, tetapi karena cukup keras tamparan yang di layangkan hingga terasa begitu panas memenuhi rahang.


"Sakit ini orang...."


"Ayo lawan baby, apa mau menunggu lemas baru bisa melawanku di ranjang?"


Sekuat tenaga Indah menahan, senyuman di wajahnya kembali ia pamerkan. Rasa sakit tak ia rasakan, apa lagi jika sampai air matanya jatuh, tak akan ia biarkan. Menghadapi orang macam ini bukan dengan kelemahan tapi keberanian.


Indah bangkit, kini dia sudah kembali berdiri di hadapan om yang semakin beringas. Tatapan mesum sudah menyapu penampilan Indah yang berantakan.

__ADS_1


Plak


Tamparan keras Indah layangkan hingga wajah di om menoleh ke samping, suara tertawa dari pria itu semakin terdengar setelah mendapatkan serangan dari Indah.


"Kurang kencang sayang, terlalu lembut untukku.."


Plak


"Akh....." kini Indah yang menjerit karena dengan cepat si om melawan. Bukan di wajah melainkan di kedua bongkahan yang menyembul terlihat.


Bekas merah dan panas Indah rasakan membuat penampilannya semakin tak karuan. Tubuh Indah oleng hingga kembali terduduk di ranjang. Benar-benar membuat geram, dirinya menunduk menahan agar tak lemah begitu saja.


"Sudah mulai panas baby, bisa kita mulai inti dari permainan kita sayang?"


Sebisa mungkin Indah tak bersuara saat dengan kasar pria itu menarik rambutnya hingga kedua sudut matanya kembali basah. Bahkan saat ini Indah masih bisa tersenyum menutupi segala rasa.


"Kamu tambah terlihat sexy dengan menahan sakit...."


Pria itu mencium bibir Indah yang terluka di kedua sudut bibirnya. Menyesap kuat dan bermain kasar di sana, hingga sedotan dari mulutnya membuat pangkal lidah Indah terasa kelu.


"Mmmhh......." Indah benar-benar merintih dan memberontak dengan tangan memukul dada bidang yang kini mendekap.


"Bagaimana sayang lebih enak dari yang tadi bukan?"


"Gila!" Indah mengumpat dalam hati, benar-benar gangguan jiwa pria yang ada di depannya ini.


"Mau ngapain om?" tanyanya saat melihat si om kembali dengan ikat pinggang di tangannya. Senyum miring tercetak di bibir pria itu.


"Maafkan Indah mah, ini semua untuk mamah. Indah bekerja untuk mamah, bukan semata-mata hanya kesenangan." Bayangan wajah sang mamah terlintas di otaknya. Mata lentik itu terpejam saat dengan jelas si om mengangkat tangannya melayangkan ikat pinggang di hadapannya.


Bugh......


...****************...


Jangan lupa like, coment, vote

__ADS_1


Dan jangan lupa yang bermekaran ๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ˜˜


__ADS_2