
"Mau kemana cantik?"
Indah terperangah melihat siapa yang telah memeluknya, dengan cepat dia memberontak tetapi pria itu justru menarik pinggul Indah hingga membuat keduanya tak berjarak.
"Lepas om!" pria itu adalah Nicko.
Dia memperhatikan Indah dari awal masuk sampai tergoda untuk mendekati gadis itu. Nicko baru saja selesai meeting, dia sedang menunggu Adit yang sedang menerima telpon di luar.
"Nggak akan...."
"Om ini mau apa sich gangguin aku?"
"Aku mau kamu!" tegas Nicko.
Indah jelas bukan gadis yang polos dia tau apa maksud dari perkataan pria yang saat ini memeluknya. Nicko mencium aroma tubuh Indah yang membangkitkan gairah, hingga membuat si Mickey auto resah.
"Om ini tuh masih siang ya, bukan jadwal kerja aku, lagian om punya banyak stok kan kenapa nggak minta sama mereka? lebih dewasa lagi!"
"Tapi aku mau kamu!"
"Silahkan om buat jadwal dengan teman aku di depan sana, oke!" Indah kembali memberontak berusaha untuk melepas pelukan itu.
"Bagaimana kalo kamu temani aku sekarang, sepertinya aku lebih tertarik dengan kamu di siang hari dari pada di malam hari, kamu lebih menggoda dengan tampilan seragam SMA seperti ini!" bisik Nicko di telinga Indah yang membuat tubuh Indah meremang.
"Tapi sayangnya aku nggak terima job di siang hari om, om tau kan profesi aku, gadis malam......" Indah tersenyum manis yang membuat Nicko semakin tergoda.
"Jadi kerja aku ya di malam hari bukan siang hari, sekarang lepasin aku om!"
"Nggak semudah itu baby, sesuatu yang sudah bangun harus di tidurkan kembali begitupun dengan si Mickey!"
"Mickey om aja yang celamitan! belum apa-apa udah bangun, nanti giliran aku kerjain belum apa-apa udah nyembur!"
Mendengar ucapan Indah yang jelas meremehkannya membuat Nicko semakin tertantang, dengan senyum nakalnya Nicko semakin menggesekkan bagian bawahnya memancing gairah Indah agar meledak.
Indah yang menerima sentuhan itu semakin mendekatkan dadanya dan membiarkan Nicko untuk menghirup lebih dalam aroma tubuh Indah yang mulai membuatnya candu hingga kedua tangan Nicko mulai merambat nakal memutari dada Indah yang menggoda.
__ADS_1
Senyum Indah mulai terbit saat Nicko mulai menikmati dengan tatapan semakin berkabut. Tangan kekar yang sudah mulai meraih benda kenyal seperti squisy itu sudah tak sabar ingin merasakan kelembutannya.
"Tunggu om, aku buka dulu dasinya, om nich rapi banget pake jas, pake dasi, akhh..... pelan-pelan om," tangan Indah dengan terampil membuka jas dan dasi Nicko hingga tampilan Nicko saat ini betul-betul menggoda siapa saja yang melihat.
Kemudian dengan cepat Indah membuka ikat pinggang Nicko dengan posisi indah yang sudah berjongkok tepat di depan si Mickey. Mendapat perlakuan seperti itu membuat Nicko semakin gemas. Dia sudah tak sabar ingin mencicipi tubuh Indah yang begitu menggoda.
Tangan nakal Indah yang mulai membelai si Mickey dari luar membuat Nicko mengangkat kepalanya menikmati setiap sentuhan.
Apa lagi saat melihat Indah yang berusaha membuka resleting celananya dengan menggunakan gigi dan bibirnya membuat mata Nicko semakin terpejam, dia begitu memuja Indah, gerakan Indah begitu sexy baginya.
Indah meraih kedua tangan Nicko lalu ia bawa kebelakang badan kekar yang membuat pria itu semakin membusungkan dadanya. Nicko semakin terlena saat Indah dengan lihai menggigit kemeja Nicko untuk menyibaknya dan mulai memainkan lidah nakal itu di perut bawah yang terlihat menggoda.
Berkali-kali Indah menelan salivanya saat membuka celana dan melihat tubuh Nicko yang begitu kekar. Karna sangat jarang dia mendapatkan tamu dengan tubuh seatletis ini.
Mata Nicko terbuka saat dia tak lagi merasakan sentuhan dari Indah. Pria itu terkejut melihat Indah yang sudah berdiri di dekat pintu dengan memamerkan kunci di tangan kanannya.
"Selamat bersenang-senang ya om, nich kuncinya Indah bawa, biar om bebas tanpa ada yang mengganggu nanti di dalam!"
"Dach om...... Indah keluar duluan ya, kalo masih tertarik sama Indah harap antri sesuai jadwal. Bye....." Indah melambaikan tangannya dengan senyum yang begitu memabukkan.
"Sial! dasar kelinci nakal!"
"Awas kamu ya! nggak akan aku lepaskan kamu begitu saja!"
Nicko berusaha membuka ikat tali di tangan dan kakinya, Indah memang benar-benar lincah, tanpa membuat curiga dia begitu menggoda tetapi ternyata gerakannya berbahaya. Saat ini Nicko harus bersusah payah membuka ikat pinggang yang mengikat kedua kakinya belum lagi tangan yang terikat oleh dasinya.
"Loe lama banget si Ndah! makanan gue udah abis separo loe belum balik juga! mules banget apa?" sambut Asti dengan ocehan.
"Ada kendala tadi di toilet, ya udah cepet abisin makanan loe pada, abis ini kita pulang!" Indah segera menghabiskan makanan yang ia pesan tadi. Dia harus segera keluar dari cafe ini kalo tidak Nicko akan dengan mudah menemukannya.
"Cepat banget! pelan-pelan woy, nggak ada yang minta punya loe juga!" celetuk Jenni yang merasa sedikit aneh dengan Indah, karena tidak biasanya Indah seperti ini. Indah itu santai tapi tepat sasaran, kalo dalam makan santai tapi tau-tau udah kelar.
"Laper gue! lagian butuh istirahat juga, udah berat banget mata!"
Setelah membayar ketiganya segera keluar dari cafe, Indah memilih pulang dengan taksi karena arah apartemen Jenni yang tak searah dengan rumahnya.
__ADS_1
"Huhhff......" Indah membuang nafas kasar, sungguh melelahkan hari ini.
Lelah mengerjai dua orang pria tampan dengan tingkat kemesuman yang sama..Indah menggelengkan kepalanya saat mengingat kejadian itu.
"Pak rumah sakit ya!"
"Siap neng....."
Rindu
Itu yang ia rasakan saat ini, dia ingin sekali menemui mamah dan memeluk beliau. Indah mengembangkan senyum saat wajah sang mamah terlintas jelas di pikirannya.
"Tunggu Indah ya mah, Indah rindu....."
Ini alasan utama Indah tak mau mengambil job di siang hari, karena dia harus bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. Selain untuk sekolah, bekerja, dan tentu saja yang utama itu mamah.
"Maaf jika jalan Indah salah, tapi ini semua untuk mamah, jika Indah sudah sarjana dan bisa bekerja di tempat yang Indah Impikan, Indah akan membuat mamah tersenyum bangga."
"Sabar dulu ya mah, Indah sedang berjuang! semoga mamah mengerti posisi Indah sekarang," gumam Indah dengan diiringi tetesan air mata saat ia membuka foto mamahnya yang tersimpan rapi di dalam dompet.
Indah menenteng satu buah kresek dengan berisikan brownis coklat kesukaan sang mamah yang sengaja ia beli saat melintasi toko kue favorit beliau.
"Mah......"
"Sayang... baru pulang sekolah? kata bibi tadi pagi kesiangan?" tanya mamah yang melihat Indah datang dengan masih menggunakan seragam sekolah.
"Iya mah, tadi abis di traktir temen di cafe terus langsung kesini! bagaimana keadaan mamah? apa masih terasa sakit mah?" tanya Indah khawatir.
"Sudah mendingan sayang, lebih enteng aja geraknya juga," jawab mamah tapi justru membuat Indah sedih.
Bagaimana tidak enteng jika tubuh sang mamah semakin kurus, Indah yakin ada yang mamahnya pikirkan selama ini.
"Syukurlah mah, Indah seneng mendengarnya. Oh iya mah, ini Indah bawa brownies kesukaan mamah, tunggu Indah potong dulu ya." Indah segera membuka bungkusan itu kemudian mengiris kuenya.
"Nak....apa kamu sudah punya pacar?"
__ADS_1