Terjerat Cinta Gadis Malam

Terjerat Cinta Gadis Malam
Bab 45


__ADS_3

Indah duduk di meja makan bersama Nicko yang berada di depannya, di hiasi lilin dengan lampu dapur yang di matikan membuat suasana semakin syahdu terasa.


Gadis itu tak habis pikir dengan perlakuan Nicko yang malam ini begitu manis. Dia kira akan mendapatkan hukuman atau setidaknya Nicko marah-marah tapi ternyata malah di ajak makan malam.


Melirik beberapa menu restoran yang ada hingga minuman yang begitu menyegarkan membuat Indah semakin tersenyum senang. Sedangkan Nicko sejak tadi hanya diam dengan senyum tipis mengamati. Dia melakukan ini semua untuk membuat momen tak terlupakan dengan kekasihnya. Melupakan kejadian tadi sore dan menekan rasa cemburu yang ada.


"Sejak kapan?"


"Saat kamu tidur, kamu terlalu pulas hingga tak tau aku datang. Lain kali jangan seperti itu, kamu akan mudah di manfaatkan orang. Dan aku merasa tak tenang."


Lagi-lagi Indah tersenyum, kekasihnya terlalu manis untuk di lewatkan. Makan bersama dengan menu yang pastinya nikmat dan mampu memanjakan lidah.


"Aku pikir kamu marah."


"Untuk apa?"


"Aku tau kamu melihatku bahkan mengikutiku tadi, tapi kenapa tidak menemui dan menghilang begitu saja?" tanyanya lagi.


Nicko menggenggam jemari Indah, jika bukan adiknya sebagai pesaing mungkin sudah beda cerita.


"Kamu mencariku?"


"Tentu saja, kamu pikir aku tenang setelahnya. Bahkan aku hubungi kamu berulang kali tapi tak kunjung di terima. Kenapa om?"


"Aku mempersiapkan ini." Nicko tak mungkin bicara jujur jika setelah kejadian sore tadi dia datang ke tempat gym dan melampiaskan semuanya di sana sampai hampir patah lengannya karena melupakan teknik dan mengedepankan emosi.


"Makasih, tapi om membuatku tersanjung dan merasa bersalah dalam waktu yang bersamaan. Apa begini caranya orang dewasa menghilangkan rasa cemburu?"


"Bukan, ini caranya mencintai dengan sepenuh hati. Emosi tak perlu ku tunjukkan karena kamu hanya perlu tau aku mencintaimu tanpa celah." Nicko mengecup dalam jemari Indah. Dia begitu menikmati aroma yang Indah suguhkan.


"Aku pikir, aku akan mendapatkan hukuman tapi ternyata aku mendapat kejutan." Indah tersenyum manis hatinya menghangat. Tak menyangka memiliki kekasih berjuta rasanya.


"Hukuman?" Nicko tampak berfikir dan tersenyum miring, "usulan yang bagus!"


Tanpa pikir panjang Nicko mengangkat tubuh Indah dan membawanya ke kamar. Indah merutuki dirinya karena telah begitu bodoh membangunkan macan tidur. Sedangkan dia belum selesai masanya. Sudah pasti akan benar-benar merasa di hukum karena tak dapat juga merasakan dan harus menahan rasa.


Nicko mengunci pintu kamar setelah menurunkan Indah di depan pintu. Dia tak membawa Indah ke ranjang, tetapi segera memepetkan ke dinding.


"Om mau ngapain?"


"Tak perlu aku jelaskan, kamu sudah paham sayang!"


"Tapi aku belum selesai, enak di kamu dan aku nahan!" kesal Indah.


"Aku nggak mau tau, kamu harus mendapatkan hukuman!" tegas Nicko terus mengikis jarak membuat semakin terhimpit dan tak berjarak.


"Please om, kamu terlalu menyiksaku jika begitu! ayo kita istirahat bersama saja, Bobo bareng oke!" ucap Indah berusaha nego.

__ADS_1


"Jika aku tak mau hhmm? aku ingin kamu...."


"Om udah donk, hukumannya ganti yang lain. Jangan itu! sungguh meresahkan. Aku sedang tak bisa dan sungguh tak adil rasanya."


Nicko tak perduli, Indah sekuat tenaga menahan apa lagi melihat gagahnya sang jantan. Hampir 20 menit sudah mereka di dalam kamar mandi dengan segala drama yang ada di sana.Indah tampak cemberut sejak tadi, setelah di tugaskan untuk menggosokkan punggung Nicko saat mandi.


Kini dia harus memijat seluruh tubuh Nicko. Menjadi tukang urut dadakan dengan durasi yang nggak kelar-kelar. "Om udah y...."


"Sebelah sini masih pegal, jangan tanggung-tanggung sayang!"


"Tanggung bagaimana aku sudah hampir satu jam loh, bahkan jemariku rasanya seperti keriting. Dan kamu bilang tanggung, sunggu terlalu kamu tuh!"


"Eits yang ikhlas kalo melakukan sesuatu, kamu sudah menolak pesona si Mickey. Jadi sebagai ganti kamu lakukan yang lain. Ayo sebelah sini sayang! setelahnya kamu baluri punggungku dengan body losion dan di pijit lagi ya.."


Nicko benar-benar menghukum Indah, sampai larut malam Indah melakukan semua yang Nicko perintahkan. Sampai menggaruk anggota tubuhnya yang gatal pun Nicko minta Indah yang melakukannya.


"Sebelah sini sayang gatal.."


"Ini?" jemari Indah mengikuti arahan.


"Sebelahnya lagi sebelahnya....."


"Yang ini?"


"Atas lagi sayang..."


"Sebelah sini?"


Indah benar-benar kesal, ia diam tak menghiraukan Nicko. Tangannya bersidekap dada dengan tatapan tajam menghunus pria yang kini ada di depannya. Sadar akan Nicko yang sejak tadi tak henti mengerjai dia segera melepas tangannya.


"Sayang kok udah? belum kena pas yang gatal juga.." Nicko bangun dan melihat Indah yang diam tanpa kata.


"Kenapa?"


"Ngeselin banget! pulang sana! suka banget ngerjain aku. Kalo nggak sayang aku nggak akan mau!"


"Beruntungnya aku di sayang, ngambekmu bikin aku tambah geregetan! kali ini tak boleh menolak karena aku tak tahan."


Nicko menyerang Indah yang sejak tadi menggoda, dia yang ingin mengerjai tetapi sebenarnya dia yang merasa di kerjain karena harus menahan si mickey yang sejak tadi tegang setiap sentuhan yang jemari Indah berikan.


Kegiatan yang memabukkan, Nicko di buat kembali melayang. Rasa cemburu itu meluap, bahkan Nicko saat ini mengeluarkan sisi lembutnya tetapi nakal dan liar.


Sesekali menyentak hingga Indah gelagapan, memaju mundurkan tubuhnya seiring dengan irama lidah dan bibir yang menari di sana. Mengecup sayang setiap inci tubuh yang kini sudah tak berpenghalang. Membuat lawan sesekali menggeliat manja dengan sapuan lidah yang bergerilya.


Erangan dan lenguhan sahut-sahutan, Indah di buat tersiksa menahan karena ada penghalang. Sedangkan Nicko sudah semakin panas.


"Pijat plus plus ini namanya sayang, sepertinya besok-besok bisa lagi."

__ADS_1


"Nanti saja jika sudah halal."


"Harus menunggu lama donk, kamu saja belum mau. Lagian apa bedanya sayang?" Nicko menikmati sentuhan Indah yang sebentar lagi akan membuat Mickey muntah.


"Karena saat itu aku sudah bisa memberi lebih, sedangkan sekarang kamu menyiksa jemariku hingga kebas begini! pegel banget ...Mickey ayolah kamu terlalu menghayati hingga lama sekali, tak buru mengeluarkan bisa mu, aku gigit kepalamu nanti!"


Tak berapa lama si mickey benar-benar menurut, kini dia mulai tidur dengan imutnya. Indah yang melihat itu serasa geregetan. Mengecupnya sebelum meninggalkan.


Nicko tersenyum senang, hilang pusing kepala tergantikan bahagia. Memang Indah penuh sejuta pesona, membuatnya begitu semakin cinta.


Malam ini Nicko memutuskan untuk menginap, terlelap dengan saling memberi kehangatan. Tak tau jika kedua orang tuanya di rumah begitu geram akan tingkahnya. Mereka menjadi penasaran dengan wanita yang mampu membuat Nicko melupakan masa lalunya. Sedangkan perjodohan tetap tak bisa di batalkan.


"Kita cari tau siapa dia pah, ini tidak bisa di biarkan. Nicko tak boleh terlena apa lagi sampai berdampak buruk nantinya."


Sampai pagi menjelang keduanya masih rapat, Nicko yang sejak tadi terjaga tak juga ingin membangunkan. Dia hanya menatap mata lentik yang masih terpejam. Mengecup hangat kekasihnya hingga merasa gelisah.


"Eeuugh....." Indah menggeliat manja dengan muka bantal dan wajah imut membuat Nicko tertawa dan mengusel wajah Indah hingga memerah.


"Udah bangun?"


"Hhmm, pagi cinta .."


cup


"Jangan menciumiku masih pagi, aku saja belum sikat gigi. Apa om nggak jijik?"


"Untuk apa jijik, hhmm?"


"Ikh....sudah om stop!" Indah bangun dan melesat menuju kamar mandi, risih terus di ciumi.


Usai sarapan kini keduanya berangkat bersama, mobil Nicko membelah jalan menuju sekolah Indah dengan kecepatan sedang. Pagi ini cukup damai tak ada kendala. Hingga dering ponsel Nicko meminta perhatian.


"Halo.."


"Bokap nyokap loe pagi-pagi udah berondong gue pertanyaan tentang Indah, loe semalam nggak balik?"


"Nggak."


"Gila bikin masalah tau nggak loe! gue harus jawab apa kalo gini."


"Loe itu jadi asisten gue berarti otak loe pinter, nggak usah nanya gue, loe tau jawabannya."


Nicko segera menutup panggilan tersebut, menoleh sekilas ke Indah yang tampak cuek tak perduli dengan urusannya. Karena Indah pikir seputar pekerjaan.


Nicko menggenggam tangan Indah dan berusaha tersenyum kepadanya, padahal di hati Nicko ketar ketir sendiri. Bukan perkara sulit bagi kedua orangtuanya untuk menemukan identitas Indah.


"Hati-hati ya, kalo ada apa-apa hubungi aku. Jangan ada yang di tutupi perkara apapun itu. Ingat, kamu nggak sendiri. Ada aku yang akan melindungimu." Ucap Nicko saat mobil sudah menepi.

__ADS_1


Indah tersenyum tipis, ada rasa beda saat melihat raut wajah Nicko yang berubah. Apa lagi kata-kata yang mengandung pesan, jelas ada sesuatu yang di tutupi hingga membuatnya begitu sedih.


"Aku akan baik-baik saja, semangat untuk hari ini. Hati-hati di jalan ya..." Indah mengecup pipinya lalu turun dari mobil dengan perasaan tak karuan.


__ADS_2