The Enemy

The Enemy
Chapter 9 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Sekarang murid kelas 1 sedang melakukan pemanasan, Matahari terik mulai bertambah terik karena memang jam yang mereka dapat di jam olahraga agak siang, yaitu jam sepuluh lewat.


"Sekarang kalian akan mempelajari teknik dasar-dasarnya dulu, karena materinya Bola besar, jadi kalian di perbolehkan pilih bola apa saja."kata Pak Hadi, Pak Hadi menyuruh mereka memilih apa yang mereka sukai. karena ini baru hari pertama pelajaran olahraga.


Mereka pun langsung memilih bola mana yang nanti akan di mainkan.


Helena jelas dia memilih basket. Kebanyakan bola basket dan bola Voli.


Rin memilih bola Voli.


Hampir 15 menit bermain, Rin mulai kelelahan keringat dingin bercucuran di dahinya, Rin memegang bolanya dan hanya memperhatikan teman teman nya saja, yang tengah asik bermain.


Saat Rin melihat ke atas, sangat terik. Rin langsung memalingkan wajahnya lalu menatap ke bawah, ia benar-benar sudah tidak kuat. Rin melepaskan bola ditangan nya, ia berniat untuk meminta ijin ke Pak Hadi.


Pak Hadi yang asik dengan buku absennya tidak memperhatikan Rin.


"Pak saya mau minta ijin."ucap Rin sopan.


"Iyah, Ijin apa."katanya yang masih fokus dengan bukunya


"Saya ijin ke UKS."


"Kamu baru jug_"saat Pak Hadi melihat kearah Rin


"Astaga! iya saya ijinkan wajah kamu pucat sekali, ini harus ada yang nemenin takut pingsan dijalan."


Rin hanya mengangguk saja


"Rizki."panggil Pak Hadi ke Rizki selaku ketua kelas, yang dipanggil pun langsung menghampiri Pak Hadi begitu nama nya disebut


"Iya Pak, ada apa?"


"Kamu antar kan Rin ke UKS."suruh Pak Hadi


Rizki menegakkan tubuhnya lalu memberi rohmat kepada Pak Hadi.


"Siap laksanakan Pak."


~o0o~


Mereka berdua sekarang berada di koridor sekolah. jarak UKS dan lapangan lumayan jauh. Rizki yang bertugas mengantarkan Rin, tapi ia seperti seorang Bodyguard yang memperhatikan majikan nya dibelakang.


Mungkin Rizki masih ada rasa canggung saat berada di samping Rin.


Rizki memperhatikan Rin dari belakang, nafas Rin sedikit naik turun dan pergerakannya melambat, jangan-jangan dia mau pingsan lagi.


Rin pun berhenti mendadak


"Ada apa Rin."tanya Rizki panik


Rin tidak menjawab dia malah berjalan kearah kursi yang ada di koridor. nafas nya semakin tidak beraturan dan mata mulai terpejam, wajah Rin juga semakin pucat.


Rizki benar-benar panik sekarang, apa yang harus ia lakukan.


"Rin..Rin lo nggak papa kan,"Rizki mencoba menepuk bahu Rin, Rin hanya menggelengkan kepalanya.


"Mau gue gendong?"tanya Rizki

__ADS_1


"Gue gendong yah Rin."tapi tubuh Rizki sama sekali tidak ada pergerakan, rasa khawatir dan rasa takutnya yang berkecamuk.


Saat Rizki yang menyakinkan diri nya dan hendak menggendong Rin ala bridal style


Tapi dari arah berlawan ada seorang Cowok yang sudah mencuri start nya.


"Ehh wey temen gue tuh."sahut Rizki


"Lo lama, keburu dia mati."ujarnya sebelum membawa Rin begitu saja.


"Astaga, Rendi buku lo nih."dari arah yang sama juga ada seorang perempuan yang meneriaki cowok itu.


"Woyy tunggu, temen gue itu."Rizki pun mengejar Rendi yang membawa Rin.


~o0o~


Sesudah jam olahraga mereka pergi ke kantin, untuk menuntaskan dahaga.


Helena sekarang akan menagih janjinya tanpa harus ada gangguan lagi.


"Sekarang lo harus cerita Vit."ucap Helena


"Oke gue cerita sekarang."


Helena yang sekarang sudah tidak sabar dengan jawaban Vita, dari kemarin ia harus menahan dirinya. dan setiap malam tidak bisa tidur karena selalu kepikiran, oke Helena memang terlalu lebay tapi itu kenyataan.


"Rendi itu sebenernya masih saudara gue."jawab Vita


"APA!!!" Helena kaget


"Iya, udah puas."


"Iya."jawab Vita dengan santai nya


"Kok bisa Vit,"


"Yah bisa lah orang nyokap gue adiknya bokap nya si Rendi."


"Tapi nama belakang kalian nggak sama."


"Gue ikut bokap gue kali Hel, lo juga kan,"


"Iya sih."


"Guys tau nggak."tiba-tiba Sandra datang, yang sudah Menganti baju nya, dan ia seorang diri yang sudah rapih dengan seragam sekolah nya.


"Apa sih San? kalo ngomong jangan setengah-tengah napa."Sahut Vita


"Oke lupain, tadi si Rin pingsan."ucap Sandra histeris


"Apa, kok bisa?"ujar Vita kaget


"Bodo amat."ucap Helena yang tidak peduli, ia malah sekarang tengah asik menikmati jus nya


"Yang gue tau tadi dia digendong, tapi sama Rendi."


"Byurrr...."Helena menyemburkan minumannya dan mengenai Vita.


"Ishhh Hel jorok kali ahh, kaos gue baru dipake sekali nih."kesal Vita yang menerima semburan dari Helena.

__ADS_1


Masa sih Rendi, orang yang nganter si Batu Si Rizki, Bodo lah batin Helena


Helena masih berkecamuk dengan pikiran nya tapi tiba-tiba ia berdiri.


"Hel, mau kemana lo?"


"Ganti."


Saat Helena keluar Kantin ia berpapasan dengan Rendi yang terlihat buru-buru dan panik.


"Apa bener."gumam Helena, lalu pergi dari sana.


~o0o~


Rendi telah membawa Rin ke UKS dia membaringkan Rin di bankar,


Setelah itu ia berniat untuk membelikan roti dan minuman.


"Jagain gue mau beli minum dulu."ujar Rendi ke Rizki sebelum ia pergi.


"Nggak harus di suruh gue bakal jagaib Rin,"sinis Rizki sembari berjalan kearah kursi yang dekat dengan kasur.


"Kalo dilihat-lihat si Rin cakep banget yah,tapi sayang sikapnya nyebelin"ujar Rizki yang memperhatikan Rin dari samping. dia memiliki mata yang lentik, hidungnya mancung, dan jangan lupakan bibir tipis yamg selalu mengeluarkan kata-kata bijaknya.


Rendi yang masih di sana menatap Rizki dengan tajam. "Jaga mata lo."Setelah itu Rendi keluar dari UKS.


"Cih...emang dia siapa."decih Rizki.


Setelah beberapa saat, Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang sontak saja Rizki langsung saja memutar kepalanya sembilan puluh derajat.


"Ehh Kak."ucap Rizki tidak lupa senyuman terbaiknya.


Ternyata yang datang Kakak Rin. Yaitu Rivano, yang datang bersama Dokter.


"Dok silahkan periksa keadaan adik saya."


"Baik tuan."


"Dan kamu ikut saya."tunjuk Rivano ke Rizki


Saat diluar betapa deg-deg an nya Rizki, jangan-jangan ia dikira mau ngapain-ngapain Rin.


"Kamu siapa nya adik saya?"tanya Rivano yang mulai interogasi


"Saya hanya teman sekelas nya Om."


"Oh teman,"


"Iya Om."


"Dan setelah ini kamu akan punya tugas dari saya."pembicaraan mulai berubah topik.


Saat Rendi akan menuju UKS dan sebentar lagi sampai, langkahnya terhenti ia melihat Kak Rivano dengan Cowok yang tadi menemani Rin.


Rendi sudah tahu apa yang Kak Rivano bicara kan pada Cowok itu, seharusnya dulu ia tidak pergi, Rendi benar-benar menyesal.


Dan setelah ini ia tahu apa yang terjadi, tidak ada lagi kesempatan untuk nya.


dari kejauhan ada yang memperhatikan Rendi. Dalam benak nya, mengapa Rendi berhenti dan malah memutar balik lalu membuang bungkusan itu.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2